Merdeka Belajar PAI untuk Anak Usia Dini


Merdeka Belajar PAI untuk Anak Usia Dini 1

Usia dini merupakan usia emas (the golden age), di mana anak merupakan pribadi yang unik, sehingga sangat tepat sekali untuk meletakkan dasar-dasar perkembangan anak. Adapun aspek perkembangan anak usia dini meliputi Nilai-nilai Agama dan Moral, Bahasa, Sosial Emosional, Kognitif, Fisik Motorik, dan Seni. Namun pada artikel ini penulis akan membahas terkait perkembangan Nilai-nilai Agama dan Moral pada anak usia dini, yg ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Jenjang Taman Kanak-kanak.

Pembelajaran PAI untuk anak usia dini dilaksanakan dalam bentuk penanaman pembiasaan yang baik, pengembangan karakter, dan keteladanan. Sehingga guru sebagai pendidik harus mampu menguasai hal-hal yang tersebut di atas.

Di masa pandemi Covid-19 yang telah melanda negara Indonesia dan seluruh belahan dunia membuat segala aspek kehidupan mengalami kendala, termasuk bidang pendidikan, mulai dari PAUD sampai Perguruan Tinggi. Mendikbud Nadiem Makarim telah mencanangkan adanya program “Merdeka Belajar”, sehingga sangat tepat sekali diterapkan pada kondisi saat ini.

Merdeka belajar merupakan suatu kebijakan Mendikbud yang bertujuan untuk memberikan kebebasan, kemerdekaan bagi guru, orang tua, dan peserta didik dalam proses pembelajaran, khususnya dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Namun, dalam pembelajaran PAI untuk anak usia dini sebagaimana dijelaskan di atas, dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan, keteladanan, dan nilai-nilai karakter anak. Sehingga adanya program merdeka belajar ini dapat memotivasi guru dan orang tua untuk lebih memperhatikan ketiga aspek tersebut. Kegiatan pembiasaan meliputi saling tolong menolong, saling membantu, menjaga kebersihan, dan lain-lain. Kegiatan penanaman karakter meliputi berbuat baik kepada semua orang, saling menghargai, jujur, tanggung jawab, disiplin, dan lain-lain. Begitu juga kegiatan keteladanan meliputi ibadah sehari-hari (membiasakan do’a sebelum dan sesudah kegiatan, membaca do’a sebelum dan sesidah makan, membaca do’a mau tidur dan bangun, dan do’a sehari-hari lainnya), selain itu juga guru dapat menyampaikan hadits-hadits pendek yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti hadits tentang kebersihan, hadits tentang kasih sayang, hadits, tentang keutamaan senyum, dan lain sebagainya). Pembiasan, keteladanan, dan penanaman karakter juga dapat diterapkan dengan orang tua mendidik anak agar rajin beribadah (sholat, mengaji, tadarus Al Qur’an, membaca surat-surat pendek).

Dalam hal pembelajaran jarak jauh ini, guru diharuskan menyampaikan pembelajaran PAI melalui media komunikasi, seperti whatapps, google classroom, atau melalui video-video pembelajaran menarik yang dikirimkan kepada orang tua. Sehingga peran orang tua selama pembelajaran jarak jauh ini sangatlah penting. Apalagi, orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak yang memiliki kewajiban mendidik, membimbing, dan mengasuh, dan mengarahkan anak agar memiliki kepribadian, karakter yang baik. Dengan demikian, adanya merdeka belajar ini bukan bermaksud orang tua yang harus bekerja keras untuk menggantikan tugas guru, namun membantu guru menyampaikan pembelajaran kepada anak melalui materi-materi yang telah dikirim oleh guru.

Di sisi lain, adanya merdeka belajar, khususnya untuk anak usia dini memberikan kebebasan kepada anak untuk bermain sambil belajar, sehingga anak tidak bosan selama pembelajaran dari rumah yang waktunya sudah terasa cukup lama ini.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Wahyu Ning Tiyas

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap