Mereka Hanya Tak Paham


Mereka Hanya Tak Paham 1

Teruntuk kamu yang membaca tulisan sederhana ini, Hai.. Apakah ini kali pertama kita berjumpa? Kurasa, ya. Kali ini aku ingin menyampaikan sedikit saja tentang sesuatu yang mungkin kita dan semua orang pernah rasakan. Kuharap kamu tak merasa bosan atau menganggap ini omong kosong. Aku akan sangat bangga jika kamu dapat mengambil bait-bait yang membuatmu kembali terisi dan terinspirasi.

Memang betul, masa lalu menjadi salah satu faktor penting untuk membentuk kita yang sekarang. Aku sangat meyakini, setiap manusia pasti pernah memiliki masa kelam yang kadang tak mampu diceritakan. Meskipun itu hanya untuk sekadar dilepaskan dan terbebas dari belenggu beban, tak semua orang dapat melakukannya. Mereka lebih memilih untuk diam, menyimpannya pada ruang hati yang terdalam.

Beberapa dari mereka bahkan tidak lagi punya kesempatan untuk bercerita pada dunia, meminta dunia mengerti, atau mengurangi rasa sakit mereka karena kini berada di tempat yang lebih baik. Percayalah, bukan aku tak merasakan bagaimana penderitaan seseorang sehingga membuatnya memilih untuk mengakhiri hidup. Justru karena aku sangat memahami, pernah mengalami, sehingga aku ingin membantu semua yang sedang merasa sendiri.

Kali ini aku hanya ingin kamu tahu, bahwa kamu berhak untuk dicintai.  Kamu sungguh istimewa dan layak untuk hidup sesuai dengan garis takdir Tuhan. Jika hari ini terasa sangat berat untukmu, mohon letakkan beban itu sejenak, beristirahat dan bertahanlah. Semua akan baik-baik saja.

Jika kamu merasa sendiri dan tak ada yang mengerti keadaanmu, tak apa. Mereka ingin memelukmu, hanya saja tak paham bagaimana menyampaikan pelukannya.

Jika kamu merasa hidupmu hancur karena perlakuan tak layak di masa lalu yang pernah kamu dapatkan, tak apa. Mereka ingin meminta perhatian darimu, hanya saja tak paham bagaimana caranya.

Jika kamu merasa gelisah dan khawatir tentang perkataan orang lain terhadapmu, tak apa. Mereka ingin peduli kepadamu, hanya saja tak paham cara menyampaikan dengan benar.

Jika kamu merasa hidupmu tak pernah benar di mata orang, tak apa. Mereka ingin memujimu, hanya saja tak paham dalam memilih diksi yang tepat sebagai sebuah pujian.

Jika pernah dulu wajahmu terkena tendangan bola dengan sangat keras, tak apa. Mereka ingin mengatakan bahwa mereka menyayangimu, hanya saja tak paham bahwa menyayangi tak perlu kekerasan.

Jika pernah kamu tak keluar kelas karena tak punya teman saat jam istirahat di sekolah atau sengaja dikunci dalam sebuah ruangan, tak apa. Mereka ingin memberikan waktu sendiri untuk dirimu, hanya saja tak paham jika sebenarnya yang kamu butuhkan adalah kehadiran mereka.

Ketahuilah, setiap diri memiliki kelebihan. Namun, tak ada satupun yang sempurna. Kekurangan adalah hakikat manusia, jadi tak ada yang perlu dipermasalahkan. Kita memang perlu belajar untuk bertumbuh, tapi tak ada ukuran pasti untuk kesempurnaan. Semua tentang berproses, bertumbuh menjadi lebih baik.

Setiap diri adalah istimewa, dengan ciri khas masing-masing tentunya. Tak apa jika tak sempurna. Sungguh tak apa saat bukan menjadi yang terbaik. Tuhan dengan kuasa-Nya telah mengatur segala hal di dunia ini, mulai dari elemen terkecil hingga terbesar sehingga dapat berputar dengan seimbang serta berjalan berdampingan.

Segala hal di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Ada siang dan malam, ada panas dan dingin, ada laki-laki dan perempuan. Seseorang dikatakan kaya, karena ada orang lain yang kemampuan ekonominya berada di tingkat yang lebih bawah. Seseorang disebut pintar, karena ada orang lain yang kemampuan belajarnya lebih rendah. Muncul juara, karena banyak yang telah berhasil dikalahkan.

Namun sejatinya, hidup bukanlah sebuah perlombaan. Hidup bukanlah hanya mencari medali emas atau piala paling tinggi untuk menjadi yang terbaik. Pada dasarnya, hakikat hidup adalah menjadi versi terbaik dari diri. Taqwa kepada Tuhan, mulia terhadap sesama, melindungi terhadap alam. Menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin merupakan pencapaian yang luar biasa.

Untukmu, nikmatilah gelisah, ketakutan, dan kekurangan. Peluklah. Ingat, kamu adalah manusia luar biasa dengan sejuta kelebihan yang terpendam. Kamu hanya perlu menampakkannya tanpa takut tidak menjadi yang terbaik.

Sejauh ini aku telah belajar bahwa hidup adalah melawan sisi negatif dari diri kita sendiri. Aku belum berhasil, tak jarang pula harus mengulanginya dari awal, tapi aku tak menyerah. Aku ingin kamu juga melakukan hal yang sama. Mulai memeluk apa yang menjadi potensi diri, gali dan tampakkan. Kita tak akan bisa menghilangkan kekurangan dan kelemahan untuk mencapai kesempurnaan.

Hal yang dapat kita lakukan adalah hidup berdampingan dengan kekurangan dan kelemahan itu, mengimbanginya dengan potensi yang kita miliki. Bukan aku menginginkan kamu tak peduli dengan dunia, hanya saja kita perlu bergerak sesuai dengan porsi yang kita mampu. Bumi berputar satu detik lebih cepat pun akan membuat isinya porak poranda.

Semua sudah dalam aturan-Nya. Satu yang pasti, dirimu berharga. Tak ada orang yang berhak menjatuhkanmu, apalagi dengan tolok ukur ‘terlihat’ sempurna. Sejujurnya, mereka ingin menyemangatimu, hanya saja tak paham bahwa yang diperlukan untuk menumbuhkan semangat adalah motivasi, bukan tuntutan.

Untukmu yang merasa dunianya sedang tidak baik-baik saja, mari berpelukan. Kamu tidak jahat, kamu bukan manusia payah. Ini semua hanya sementara, tak akan berlangsung lama. Temukan teman-teman yang masih merangkulmu meski kamu mengatakan, “Aku tidak sempurna.”

Sekali lagi, terima kasih untuk menjadi dirimu sendiri dan masih bertahan sampai saat ini. Kamu luar biasa, dan sangat berharga.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Annisa Istika

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap