Misteri Desa Babatan, Sumatera Selatan

Misteri Desa Babatan, Sumatera Selatan

Babatan adalah suatu desa terletak di Selatan Kabupaten Kecamatan Semende Darat kurang lebih sekitar 9 dari kota Palembang, Di desa ini jauh dari infrastruktur yang memadai, di desa ini sangat menjunjungi tinggi budaya adat. Dan desa ini terdapat suatu yang mungkin orang lain belum pernah terdengar sebelum nya.

Di selatan sumatera tepat nya desa Babatan, konon nya terdapat misteri yang mencekam, awal mula desa ini dulu ada seorang pendatang yang tidak tahu dari mana yang bernama puyang tuan kecik, beliau adalah salah satu perintis pertama yang membuat kampung desa babatan tersebut.

Baca juga  Tari Gending Sriwijaya, Ucapan Selamat Datang dari Bumi Sriwijaya

Pertama kali dia sampai di desa tersebut, dia genangan kecil yang terdapat seekor kijang yang sedang meminum di genangan tersebut. Dan dia pun berinisiatif membuat kolam yang besar di genangan tersebut. Awal mula nama tersebut adalah danau kijang, karena banyak hewan kijang yang sedang meminum di danau tersebut.

danau kijang sebelum berganti nama menjadi tebat besak
danau kijang sebelum berganti nama menjadi tebat besak

Mulai dari situ berdatangan orang orang dari desa lain datang dan berniat untuk menetap di desa tersebut, ada beberapa macam pantangan yang tidak boleh di langgar oleh masyarakat desa ketika mereka menetap di desa ini, salah satu nya adalah tidak boleh menanam sahang atau lada, dan masyarakat tersebut menegikuti aturan tersebut.

Baca juga  Traveling di Desa Babatan, Sumatera Selatan

Dan suatu ketika, ada cucu dari puyang kecik ini melanggar aturan dari desa babatan ini, dia melanggar menanam sahang atau lada di kebun dekat dia, awal nya orang orang desa sudah menegur dengan ada nya aturan ini supaya tidak menanam sahang atau lada desa ini, tetapi dia tidak mempedulikan aturan tersebut dan hanya menggap aturan tersebut hanya belaka.

Suatu malam, anak cucuk dari puyang kecik ini di hantui oleh sosok yang datang di , sosok misterius itu menggedor jendela nya dan berkata “hey, anak cucuk puyang kecik, cabutlah sahang mu” saat anak cucuk puyang mendengar dan ingin membuka jendela, tiba tiba terdengar “tidak usah di buka jendela nya, nanti kamu ” dan di jawab oleh anak cucu puyang kecik ini dengan jawaban “iya”.

Baca juga  Menelusuri Tempat-tempat Wisata di Sumatera Selatan

Di harinya, saat dia hendak ingin keluar, tiba tiba mendapati jajak kaki harimau di sekeliling rumah nya, tetap aneh nya jejak kaki harimau ini tidak seperti biasa nya, jejak kaki harimau ini selebar tudung saji, karena dia takut akhir nya dia memanggil orang orang desa untuk membantu mencabut tanaman nya.

Karena dengan ada nya kejadian tersebut sampai sekarang aturan desa babatan ini di taati oleh masyarakat desa ini, tidak ada seseorang pun yang melanggar aturan tersebut karena sudah menjadi kisah nyata yang di alami oleh desa babatan ini.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ikbal Arsa