Misteri kampung kuno, setan kembang kemayu


Misteri kampung kuno, setan kembang kemayu 1

Di sebuah desa yang tidak bisa saya sebutkan namanya, maka mari kita sebut saja kampung kuno. Ada sebuah mitos yang cukup populer dan dipercaya oleh masyarakatnya yaitu mengenai larangan untuk para pemuda desa terutama para remaja pria agar tidak mandi di salah satu sungai disana, sungai itu diberi nama “kali miring” karena posisi sungai yang miring dan aliran airnya menuju langsung ke jurang yang sangat dalam dan curam.

Mereka dilarang untuk mandi dan bermain disana bukan karena tanpa alasan tetapi karena adanya cerita lama yang mengatakan jika penunggu sungai tersebut tidak menyukai para perjaka. konon katanya pada zaman dahulu sekitaran tahun 1877 ada seorang gadis cantik yang sangat genit hampir semua pemuda desa di rayu olehnya dan tidak satupun dari pemuda itu yang menolak rayuan gadis cantik itu sebab wajahnya sangat cantik dan tubuhnya juga sangat menggoda, setiap malam gadis yang sering disapa Ayu itu tidur dengan lelaki yang berbeda-beda.

Warga sekitar sangat tidak senang dengan tingkah layu Ayu. Kemudian para penduduk desa menyebutnya sebagai Kembang kemayu sebab dia adalah kembang desa tetapi bersikap sangat tidak terpuji, hari demi hari berlalu bulan silih berganti dan tahun berganti tahun Ayu si kembang desa tidak pernah tampak berubah atau pun menua justru dia tampak semakin cantik setiap harinya.

Warga desa curiga jika Ayu menggunakan ilmu ajaran sesat atau yang biasa mereka sebut dengan ilmu aji kanoman. Konon katanya ilmu itu bisa membuat seseorang menjadi awet muda dan abadi dengan syarat siapapun yang menganut ilmu itu harus melakukan hubungan badan dengan 7 orang perjaka setiap bulannya, memang hal itu tidak bisa diterima oleh akal sehat tetapi Ayu benar-benar melakukannya hampir setiap hari Ayu tidur dengan pemuda yang berbeda tanpa rasa malu karena menjadi omongan orang kampung Ayu bahkan tidak segan membunuh pemuda yang sudah tidur dengannya jika dia merasa ingin.

Ayu sering kali membunuh korbannya tanpa alasan yang jelas. Mayat dari korbannya akan dia buang ke sungai yang ada disamping rumahnya mayat-mayat itu kemudian akan hanyut terbawa arus dan jatuh ke jurang tidak ada yang pernah menemukan mayat-mayat itu hanya Ayu yang tau mengenai keberadaan mayat-mayat itu.

Suatu hari ketika menjelang magrib Ayu duduk didepan rumahnya di pinggiran sungai. Dia kemudian bernyanyi sembari menyisir rambutnya tembang itu dinyanyikan dengan bahasa jawa kuno yang  jika diartikan maka akan seperti ini “bunga waru di pinggir sungai… kamu cantik tapi akan mati aku tidak ingin seperti itu… karena aku mau menjadi bunganya alam semesta” jika di perhatikan lagi itu lebih terdengar seperti lagu kutukan dibanding dengan sebuah tembang.

Waktu itu sedang purnama Jaka berjalan-jalan tak sengaja dia melihat Ayu yang sedang duduk di pinggiran sungai sambil bernyanyi. Jaka mendekati Ayu sebenarnya dia sudah tau mengenai berita jika Ayu itu menggunakan ilmu hitam agar awet muda dan tetap cantik meski dia sebenarnya sudah berusia sangat tua, Jaka mulai merayu dan membujuk Ayu agar mau berhubungan badan dengannya tanpa berpikir panjang Ayu pun setuju.

Konon katanya jika ingin mengalahkan wanita yang menggunakan aji kanoman itu harus dengan cara mencabut batang lidi yang tertanam di ubun-ubun si wanita. Saat hendak berhubungan badan Jaka mencabut lidi itu dari kepala Ayu dan tiba-tiba saja Ayu berteriak sangat kencang suara teriakan Ayu sama persis dengan suara gonggongan serigala di kala bulan purnama.

Jaka bergegas meninggalkan tempat itu tanpa berani menoleh ke belakang. Ayu berubah menjadi sangat aneh rambutnya menjadi putih, kulitnya keriput,dan tubuhnya menjadi sangat mengerikan bagaikan tengkorak yang dilapisi kulit dan berjalan dengan sempoyongan disetiap langkah Ayu terdengar suara tulang yang saling bergesekan ditambah lagi dengan suara tangisan nya yang memilukan.

Sejak hari itu sungai yang ada disebelah rumah Ayu jarang sekali digunakan oleh warga terutama para perjaka. Sebab Ayu sering kali muncul dengan wujudnya yang mengerikan disekitar kali miring itu, konon semua pemuda atau perjaka yang dengan tidak sengaja melihat penampakan setan Ayu akan tewas dengan cara yang tidak wajar yaitu dengan sebatang lidi menancap di ubun-ubun mereka.

Sejak hari itu warga desa melarang para pemuda mendatangi kali miring. Dan pada suatu hari tiba-tiba saat hujan lebat terlihat sekelompok pemuda sedang duduk di pinggir kali miring menyaksikan seorang wanita cantik menari dengan indah gemulai, warga desa yang melihat hal itu segera lari mempercepat langkahnya sebab mereka sadar jika yang ada di kerumunan itu adalah arwah penasaran dari Ayu dan para korbannya.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Niken Agustiani

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap