Misteri Perigi Sukun Sidomulyo Bangunrejo


Misteri Perigi Sukun Sidomulyo Bangunrejo 1

Kisah misterius yang membuat orang merinding bulu romanya setiap kali menceritan lokasi ini. Tak sedikit berita beredar tentang kemisteriusan sebuah perigi tua yang dibuat sejak tahun 1960-an hingga kini masih berfungsi. Bukan saja cerita yang turun-temurun bahkan langsung dari pelaku cerita yang mengalami sendiri.

Tepatnya di Kampung Sidomulyo Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah, terdapat sebuah perigi yang sering disebut dengan Belik Bendo. Lokasi yang terletak di dusun III B itu cukup banyak mengundang cerita lantaran adanya hal-hal mistis yang ada di lokasi itu.

Ya, orang Jawa menyebutnya adalah belik bendo, dua kata yang memiliki arti berbeda. Secara etimologi belik memiliki arti perigi (sumur buatan yang dalamnya antara 1,5 sampai 3 meter yang letaknya dekat dengan mata air. Bendo adalah buah sukun. Jadi Belik Bendo sama artinya dengan perigi sukun. Dikatakan perigi sukun karena perigi itu dibuat dibawah pohon sukun yang besar tepat di lokasi mata air.

Lantas misteri apa yang membuat perigi itu dikena sebagai perigi yang angker dan selalu mengandung aura mistis?

Banyak peristiwa yang diluar nalar manusia. Pertama di sana sering muncul penampakan yang berupa hantu tanpa kepala yang hadir secara tiba-tiba. Bahkan menurut salah satu sumber cerita hantu itu pernah membangunkan seorang pemilik ladang yang sedang tertidur di dangau saat bulan puasa. “Bangun-bangun, hari sudah mau mahgrib, buka dulu” kata sumber cerita yang mengalami langsung. Begitu dilihat, sesosok hantu tanpa kepala.

Kedua, sering ada suara-suara aneh seperti kotekan pada zaman dahulu setiap kali orang mau menggelar hajatan. Tak adapun satu kapung yang akan hajatan pada saat itu tapi suara itu mulai sejak sore hingga pagi hari.

Ketiga, pada suatu ketika seorang kakak beradik sedang mecuci pakaian di perigi itu, tiba-tiba muncul seekor ular kecil di dekat mereka. Reflek kakanya mengambil sabit dan memunuh ular itu, lalu muncul ratusan bahkan hampir ribuan ular yang sama yang mengelilingi mereka berdua.

Keempat, saat ada seekor biawak muncul disekitar perigi itu, lalu dipukulnya biawak itu, sampai di rumah orang yang memukul biawak itu sakit dan di punggungnya muncul gambar biawak.

Kelima, kematian yang tidak wajar juga terjadi di sana seorang pemuda yang mandi pada senja hari hingga larut malam tidak pulang. Kekhawatiran keluarga akan anaknya yang sering mandi di perigi itu tidaklah luput, begitu dicari pada malam hari pemuda itu sudah dalam keadaan kepala menancap diperigi dengan kaki beara di atas. Padahal perigi itu paling sepinggang pemuda itu. 

Dan banyak cerita mistis lain yang berasal dari perigi itu. Hingga kini perigi itupun tak pernah kering dan ironisnya meski menyimpan banyak cerita mistis dan mengerikan masih ada pula orang yang terus mengunjunginya sekedar untuk mandi siang saat pulang dari ladang. Namun apapun itu kuasa Illahi lebih dari segala-galanya. Kemisteriusan akan lekang seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman serta dengan do’a-do’a yang dapat diijabah Illahirobbi.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Hendri Sumarno

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap