Misteri Terowongan Kereta Api Wilhemnia, Terpanjang di Indonesia


Misteri Terowongan Kereta Api Wilhemnia, Terpanjang di Indonesia 1

Pada jaman penjajahan Belanda, belanda banyak membangun terowongan yang dilewati jalur kereta api, salah satunya yang terkenal dan merupakan terowongan terpanjang di Indonesia adalah terowongan Wilhemnia yang terletak di Jawa Barat.

Terowongan Wilhemnia sendiri terletak di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Wilhemnia, dan memiliki panjang 1.127,1 meter atau sekitar satu kilometer.

Terowongan ini merupakan jalur kereta api Banjar -Cijulang, dan sudah tidak beroperasi selama puluhan tahun lalu.  Sampai selarang terowongan wilhemnia ini banyak meninggalkan jejak khususnya bagi warga Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Banjar, Jawa Barat.

Terowongan ini memiliki mulut terowongan di sebelah sisi timur laut dan barat daya. Disisi timur laut terdapat tulisan di bagian mulut terowongan 168A, sampai saat ini tidak diketahui arti dari tulissn tersebut. 

Panjang terowongan ini adalah satu kilometer, dan memiliki lebar 826 sentimeter serta lebar mulut 450 sentimeter. Dalam terowongan juga terdapat cerut di sisi utara sebanyak 21 buah.

Terowongan ini dibangun oleh Perusahaan Kereta Api Belanda, Staatsporg tahun 1941. Terowongan ini berjalan operasi mulai tahun 1 Januari 1921. Sedangkan nama terowongan Wilhemnia sendiri diambil dari nama Ratu Kerajaan Belanda, Wilhemnia Helena Pauline Maria, yang merupakan Ratu Belanda jaman Hindia Belanda.

Ratu Wilhemnia memimpin kerajaan pada periode tahun 1890 sampai dengan 1948. Kemudian mulailah dibangun jalur terowongan kereta api bernama Wilhemnia. Asal muasal dari pembangunan jalur kereta Wilhemnia dimaksudkan untuk tujuan ekonomi. 

Mengingat di dekat jalur terowongan terdapat perkebunan luas yang membutuhkan sarana transportasi pengangkutan. Sementara semua perkebunan dikuasai milik swasta orang Eropa.

Untuk mengangkut hasil perkebunan, mereka membutuhkan sarana pengangkut itu untuk dibawa ke tempat lain. Sehingga dibuatlah jalur kereta api tersebut.
Jalur terowongan mulai tidak beroperasi pada tanggal 3 Februari 1981, sudah tidak digunakan lagi. Dengan alasan mahalnya biaya operasional kereta api, dan pemasukan kecil dari penumpang.

Namun keberadaan Terowongan menjadi sangat misteri, mengingat terowongan sudah tidak beroperasi selama puluhan tahun.  Namun pemerintah Kabupaten setempat tetap menjaga agar tetap terawat.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Faizal Chandra

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap