Model Ekonomi Islam & Perbandingan Ekonomi Makro Konvensinal & Syariah

Model Ekonomi Islam & Perbandingan Ekonomi Makro Konvensinal & Syariah 1

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang model konsep makroekonomi islam. Nah sebelum jauh mendalami pembahasan ini maka terlebih dahulu kita memahami, apa sih pengertian dari model ekonomi.

Model ekonomi berusaha menjelaskan realitas ekonomi kita, misalnya mengapa pasar berprilaku seperti ini atau seperti itu. Terlebih lagi, model ekonomi berusaha menguji asusmsi atau teori tentang perilaku ekonomi.

Akan tetapi, bagaimana proses pengujian nya tergantung pada model yang di gunakan. Salah seorang ekonom senior di IMF, Sam Ouliaris menyatakan bahwa para ekonom menggunakan model ekonomi teoritis atau model ekonomi empiris untuk menguji teori teori mereka. Sam ouliaris berpendapat bahwa model teoritis berfokus dalam memberikan jawaban kualitatif dan prediksi perilaku individu atau perilaku pasar.

Sedangkan model empiris mencoba untuk memberikan pembenaran numeric atas teori teori tersebut. Dan pada akhirnya, seberapa sederhana atau seberapa rumit suatu model ekonomi tergantung pada ekonom yang menciptakan model ekonomi tersebut, dan apa tujuan yang mereka ingin capai.

Berbicara tentang model ekonomi, sebenarnya ada lebih dari satu model ekonomi, ada banyak model ekonomi yang berbeda-beda dan masing masing model tersebut memberikan output dan kesimpulan yang berbeda tentang realitas ekonomi di sekitar kita.

Namun, telepas dari beragam teori dan model tersebut , terdapat beberapa ahli ekonomi dan aliran pemikiran ekonomi utama yang mana teorinya itu wajib kita ketahui, terutama bagi orang-orang yang sedang mendalami ilmu ekonomi.

Setidaknya ada empat teori utama yang wajib kita ketahui:

EKONOMI KLASIK

Ekonomi klasik adalah aliran pemikiran ekonomi yang prinsip-prinsipnya berasal dari para pemikir pendahulu seperti adam smith dan jhon locke. Pada dasarnya, para ekonom klasik percaya pada sejumlah konsep, termasuk :

  • Konsep adam smith tentang “invisible hand”
  • Pembagian kerja
  • Pasar bebas
  • System ekonomi laissez-faire

Kapitalisme laissez-faire

Teori kapitalisme laissez-faire terkait erat dengan ekonomi klasik serta para pemikir seperti adam smith. Teori ini bertumpu pada lima hal dasar:

  • Unit dari setiap masyarakat adalah individu
  • Hak alami setiap individu atas kebebasan tidak boleh di rampas
  • Alam adalah system yang harmonis yang mengatur dirinya sendiri
  • Individu harus secara cermat mengawasi perusahaan dan entitas lain dari suatu Negara.

Marxisme

Karl max mungkin lebih di kenal sebgai seorang filsuf, tetapi ia juga memberikan kontribusi yang besar dalam bidang ekonomi. Karl max memiliki dua karya besar di bidang sejarah perekonomian dan di bidang ekonomi yaitu “the communist manifesto” yang di terbitkan pada tahun 1848 dan “capital” yang di terbitkan pada tahun 1867.

Hipotetsis pasar efisien

Hipotetsis pasar efisien (EMH) merupakan teori dalam bidang ekonomi keuangan yang sering menjadi rujukan dengan kaitannya dengan investasi dan pasar saham. Pada dasarnya, EMH menyatakan bahwa seorang investor tidak pernah bisa “menaklukkan pasar” karena pasar saham mencerminkan semua informasi yang tersedia.

Seiring dengan perkembangan zaman dan juga teknologi, teori dan model ekonomi selalu berkembang, dan ada kontribusi besar pada bidang ekonomi baru seperti ekonomi perilaku selama 50 tahun terakhir.

Model konsep makroekonomi islam

Model makro ekonomi islam merupakan abstraksi dari realitas atau teori yang di sederhanakan yang menunjukkan hubungan di antara berbagai variabel ekonomi, yang terbagi menjadi variabel endogen dan variabel eksogen.

Dalam model ekonomi, variabel eksogen adalah variabel yang nilainya di tentukan oleh luar model dan di kenakan pada model, dan perubahan eksogen adalah perubahan dalam variabel eksogen.Sebaliknya, variabel endogen adalah variabel yang nilainya di tentukan oleh model. Sebuah perubahan endogen adalah perubahan dalam variabel endogen dalam menanggapi perubahan eksogen yang di kenakan pada model.

Istilah endogenitas dalam ekonometrik memiliki arti yang terkait tetapi berbeda. Variabel acak endogen berkorelasi dengan istilah kesalahan dalam model ekonometrik, sedangkan variabel eksogen tidak. Contoh nya, dalam model LM dari penentuan tingkat bunga , dan permintaan uang menentukan tingkat bunga yang bergantung pada tingkat jumlah uang yang beredar, sehingga jumlah uang yan beredar adalah variabel eksogen dan tingkat bunga adalah variabel endogen.

Tujuan model ekonomi ini, yaitu menggambarkan hubungan antara ekonomi yang dinyatakan dalam bentuk grafik, tabel, dan persamaan. Selain itu, juga di gunakan untuk menjelaskan cara suatu perekonomian bekerja, memprediksi keadaan perekonomian pada masa yang akan datang, dan menguji berbagai pandangan mengenai kebijakan-kebijakan yang bertentangan.

Konsep dasar ekonomi makro islam

Ekonomi makro islam merupakan ilmu yang membahas permasalahan kebijakan ekonomi secara makro, berupa pengelolaan dan pengendalian, sesuai dengan ajaran islam. Dalam membahas perspektif ekonomi islam, ada satu titik awal yang benar benar harus kita perhatikan, yaitu “ekonomi dalam islam itu sesungguhnya bermuara kepada akidah islam, yang bersumber dari syariatnya. Dan hal ini baru dari satu sisi. Sedangkan dari sisi lain adalah al-qur’an dan as-sunnah.

Karena itu, berbagai terminology dan substansi ekonomi yang sudah ada, haruslah di bentuk dan di sesuaikan terlebih dahulu dalam keragka islami atau dengan kata lain, harus digunakan kata dan kalimat dalam bingkai lughawi. Supaya dapat di sadari pentingnya titik permasalahan ini. Karena dengan gambling, tegas dan jelas mampu memberi pengertian yang benar tengtang istilah kebutuhan, keinginan,dan kelangkaan ( al nudrat) dalam upaya memecahkan problematika ekonomi manusia.

Perbedaan ekonomi makro islam dengan makro konvensional

Untuk lebih mendalami pemahaman kita tentang model konsep makro ekonomi islam, maka kita akan membandingkan nya dengan ekonomi makro konvensional agar kita mengetahui apa saja yang menjadi perbedaan diantara keduanya.

Pada teori makro, penggolongan orang-orang atau lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi terbagi menjadi lima golongan:

  • Rumah tangga
  • Produsen
  • Pemerintah
  • Lembaga-lembaga keuangan
  • Negara asing

Nah, selanjutanya kita akan membahas kegiatan lima golongan diatas serta kaitannya dengan berbagai pasar dengan melakukan perbandingan antara makro ekonomi islam dengan makro ekonomi konvensional.

Rumah tangga

  • Dalam ekonomi makro konvensional pendapatan rumah tangga itu berasal dari upah, bagi hasil dll, sedangkan dalam ekonomi makro islam semua kegiatan rumah tangga baik itu pendapatan maupun konsumsi haruslah di lakukan sesuai dengan syariat (halal)
  • pada ekonomi kamro konvensional rumah tangga mendapat keuntungan(penghasilan) dari bunga , sedangkan di di ekonomi makro islam rumah tangga menerima bagi hasil dan harus menjauhi segala bentuk transaksi yang ribawi.
  • Rumah tangga konvensional menyisihkan sisa penghasilnya untuk di tabung di bank atau lembaga keuangan lainnya, sedangkan rumah tangga islam menyisihkan pendapatannya untuk zakat, sedekah dan infaq

Produsen

  • Para produsen konvensional bebas melakukan produksi apa saja yang di inginkan oleh produsen selama itu masih sesuai dengan peraturan yang berlaku, namun untuk produsen islam produksi yang di lakukan haruslah halal dan sesuai dengan syariat islam
  • Para produsen konvensional melakukan pinjaman kredit pada perbankan sedangkan para produsen islam melakukan akad mudharabah,musyarakah ataupun akad akad islami lainnya yang terbebas dari riba dan bunga.
  • Para produsen konvensional hanya membayar pajak atas kegiatan produksinya sedangkan para produsen islami tidak hanya membayar pajak mereka juga membayar zakat atas produksi yang mereka jalankan sebesar yang telah di tentukan oleh agama islam.

Pemerintah

  • Yang membedakan kegiatan pemerintahan konvensional dan islami hanyalah peminjaman uang pada Negara lain, pemerintahan islami tidak melakukan pinjaman melaikan melakukan pembiayaan ataupun kerjasama-kerjasama yang islmai dan terlepas dari kata kata riba dan bunga

Lembaga keuangan

  • Yang membedakan lembaga keuangan konvensional dan lembaga keuangan islami adalah dalam penyaluran dana, lembaga keuangan konvensional masih menyediakan kredit pinjaman sedangkan dalam islam itu merupakan kegiatan yang di haramkan sedangkan penyaluran dana pada lembaga keuangan islami haruslah terhindar dari maisir, ghoror dan riba (magrib).

Negara luar

  • Kegiatan yang biasanya di lakukan oleh Negara luar dengan Negara kita adalah ekspor-impor, dalam ekonomi makro islam maka ekspor-impor yang di lakukan Negara asing dan penduduk negri haruslah barang-barang atau segala sesuatu yang halal dan sesuai dengan syariat islam.
  • Negara luar juga sering memberikan pinjaman atau yang lebih di kenal dengan sebutan hutang luar negri yang biasanya bunganya sangat besar , dalam ekonomi makro islam hal itu tidak boleh di lakukan karena kegiatan tersebut mengandung unsur ribawi. Biasanya pada ekonomi makro islam melakukan kegiatan dengan akad-akad yang sesuai dengan syariat seperti mudharabah, musyarakah dan lain-lain.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Johan Putramoro