Muncul di Masa Pandemi, Mampukah Super Air Jet Bersaing?

Muncul di Masa Pandemi, Mampukah Super Air Jet Bersaing? 1

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), memaparkan bahwa industri penerbangan turun drastis di angka 42,3 persen. Data ini diambil dari perbandingan jumlah penerbangan domestik di Maret 2021 yang hanya 2,64 juta penumpang, dibandingkan Maret 2020 dengan angka 4,58 juta penumpang.

Dari fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa Industri penerbangan sangat susah saat ini untuk bertahan. Dampak pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai menjadi biang keroknya. Banyak orang berpikir ulang untuk berpergian dengan moda pesawat terbang.

Di tengah isu lesunya penerbangan Indonesia, muncul berita mengejutkan dengan kemunculan maskapai baru, yaitu Super Air Jet. Fakta yang menunjukkan penurunan drastis penumpang tidak menyurutkan niat Super Air Jet untuk membuat maskapai baru. Sungguh langkah yang sangat berani dan penuh beresiko di tengah situasi saat ini.

Seperti dilansir dari Kompas.com, Dirut Super Air Jet, Ari Azhari, menyampaikan bahwa pembukaan maskapai ini berdasarkan optimisme dengan melihat peluang pasar domestik yang masih ada dan terbuka luas. Dia juga menjelaskan target pasar maskapai ini untuk para milenial. Maskapai ini juga berfokus untuk penerbangan berbiaya rendah.

Yang menjadi petanyaan lainnya adalah mampukah Super Air Jet bersaing dengan dominasi Garuda dan Lion Air? Dengan konsep berbiaya murah mungkin Super Air Jet menjadi salah satu alternatif maskapai untuk digunakan.

Pembentukan maskapai ini memang penuh dengan resiko yang besar. Jangankan untuk berpergian, daya beli untuk kebutuhan sehari-hari saja kebanyakan orang masih kesusahan. Masyarakat pasti akan sangat sensitif dengan masalah pengeluaran biaya.

Bisa jadi ketika pasca pandemi, masyarakat akan langsung menebus rasa kebosanan selama masa pandemi dengan langsung berwisata menggunakan moda pesawat terbang. Bisa juga, masyarakat akan menunda terlebih dahulu untuk berwisata, karena berfokus untuk memulihkan perekonomian masing-masing terlebih dahulu.

Langkah selanjutnya dari pembentukan maskapai ini tergantung mereka mengatur strategi yang tepat. Mereka dapat menjawab keraguan dari masyarakat dengan memberikan pelayanan yang terbaik. Baik itu layanan jadwal terbang dan kenyamanan selama penerbangan. Harga murah juga tidak selamanya menjadi magnet bagi masyarakat sekarang ini. Kebanyakan orang mencari kenyamanan.

Target utama penumpang dari maskapai ini adalah kawula muda. Beberapa alasan menargetkan dari kalangan milenial, yaitu:

  1. Perkembangan teknologi yang cukup berkembang dan milenial sudah terbiasa dengan teknologi tersebut. Dengan demikian milenial akan berusaha untuk mencoba hal baru tersebut untuk menambah pengalaman
  2. Keinginan milenial untuk mengunjungi langsung kota-kota yang menarik
  3. Keinginan mengeksplorasi wahana dan tempat wisata baru yang berkesan dan unik
  4. Mayoritas milenial sudah memiliki penghasilan sendiri dan sudah menyisihkan biaya untuk perjalanan wisata

Super Air Jet sudah pasti memiliki kalkulasi yang kuat tentang peluang pasar penerbangan ini. Mengingat beberapa tahun belakangan tidak ada pemain baru di industri ini. Apalagi di masa sekarang yang dituntut untuk tampil beda dan menawarkan nilai plus untuk menarik minat masyarakat.

Strategi dengan target kawula muda cukup menarik. Kecenderungan kawula muda untuk langung memamerkan hal yang baru akan menjadi salah satu keuntungan buat maskapai ini dikenal dengan sangat cepat. Sekarang saatnya maskapai ini terus melangkahkan kakinya dengan mantap di industri penerbangan Indonesia. Kita tunggu kejutan-kejutan lainnya dari Super Air Jet ini.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ian Bangun