MURID BARU Yang KEMBAR

MURID BARU Yang KEMBAR 1

Saat jam  pembelajaran  berlangsung murid – murid sibuk mengerjakan dengan tugasnya. Tugas yang diberikan oleh  Bu Nurul. Wajah – wajah mereka sangat serius. Tiba – tiba kepala sekolah masuk dan menghentikan waktu pembelajaran  sejenak. Kepala sekolah itu membawa dua gadis kembar. Setelah kepala sekolah sudah berbicara dengan Bu Nurul sangat lama sekali, Bu Nurul mempersilahkan mereka berdua perkenalan diri  dulu.

      “Nah, anak – anak kita mendapatkan dua teman baru, silahkan perkenalan diri kalian.” Kata Bu Nurul kemudian.

      “Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Rena Susilowati dan adik saya Reni Setianingrum kami tinggal di Surabaya, kami tinggal di rumah Nenek. Terima kasih atas perhatiannya.” Rena dan Reni mengakhiri perkenalan diri.

      “Nah, sekarang kalian duduk  ya.” Kata Bu Nurul kemudian

      Rena dan Reni pun mencari tempat  duduk, tapi mereka berdua tidak sebangku menyalinkan terpisah. Rena sebangku dengan Dara dan Reni sebangku dengan Ana. Sehabis istirahat mereka saling kenalan satu dengan yang lain. Mereka pun saling berbagi  makanan.

      “Rena, makanan ini enak sekali.” Kata Ana.

      “Iya, tuh buatan  Nenekku yang buat kue ini.” Rena berkata sambil tersenyum.

~“~

      Tiba – tiba suara bel berbunyi, bel  masuk sudah tiba. Rena dan Reni pun segera masuk kelas. Tak lama kemudian Bu Nurul masuk kelas mereka dan Bu Nurul berkata.

 “Anak – anak besok ulangan ya, jangan lupa belajar ya.!  Kata Bu Nurul.

“Iya Bu.” Jawab murid – murid dengan serentak.

 Bel  pulang telah tiba Rena dan Reni pun segera pulang kerumah dan teman – temannya ikut ke rumah Rena dan Reni. Mereka berdua ingin belajar kelompok  Bahasa Indonesia. Setelah sampai dirumah Rena dan Reni.

      “Maaf, ya rumahnya kecil.” Rena berkata dan mempersilahkan masuk.

      “Oh, tidak apa kok. Walau rumah kecil tapi kan halaman luas kan.” Kata Ana.

      “Iya, yuk kita belajar besok kan ada ulangan Bahasa Indonesia nanti terburu sore lho.” Kata Reni sambil mengeluarkan buku tugasnya.

      “Iya nih yuk segera belajarnya. ” Kata Dara kemudian.

      “Iya, aku masuk dulu ya mau ngambil makanan kecil sama minumnya.” Kata Rena.

Mereka pun asyik belajar sambil bercerita dan juga sambil makan cemilan. Ana yang melihat Rena dan Reni yang tampak tidak fokus belajar dan kelihatan sedih sekali. Setelah selesai belajar kelompok Ana dan Dara pun pulang kerumah. Sebelum pulang Ana melihat  wajah  Rena dan Reni terlihatan kebingungan.

“Rena, ada apa kalau kamu ingin cerita. tidak apa – apa Ren.” Ana berkata sambil mendekati Rena.

“ Iya terima kasih ya, emmm…. aku mau bantui Nenek ke pasar kan kasihan Nenek sudah tua untuk mengater barang – barang belanjaannya buat pesanan kue.”  Kata Rena (Dalam hati Rena, aku tidak ingin merepoti kamu).

“Ooo, begitu.”  Jawab Ana dengan singkat.

Setelah teman – temannya sudah pulang. Rena dan Reni pun segera menemui Neneknya, Rena pun tak tega melihat Neneknya bekerja sendirian.

“Nek, sejak kapan aku harus melakukan ini. Aku kagen ibu dan ayah, Nek.” Kata Rena merasa sedih.

“Kita harus sabar mesti ada jalan keluarnya, Nenek percaya pasti Allah akan melindungi mereka berdua.” Nenek berkata sambil memegang pundak Rena dan Reni.

~“~

Pagi harinya ada ulangan Bahasa  Indonesia tiba juga dari Bu Nurul. Rena dan Reni pun sudah menyiapkan diri untuk ikut ulangan Bahasa Indonesia, kertas ulangan pun dibagikan oleh Bu Nurul Rena dan Reni pun langsung mengerjakan soal dengan mudah. Setelah waktu selesai segera di kumpulkan. Ana selalu memperhatikan wajah Rena dan Reni terlihatnya sangat sedih.

~“~

Keesokan harinya hasil ulangan sudah dibagikan, ternyata nilai yang paling tinggi adalah Rena dan Reni. Rena mendapatkan nilai 90 dan Reni mendapatkan 95. Mereka berdua selalu tertinggi di kelasnya. Ana jadi penasaran apa yang terjadi sebenarnya.

“Rena, dari kemarin kamu kok tak lihati sedih terus kenapa.” Ana berkata sambi mendekati Rena.

“Emmm….. tidak ada apa-apa, aaa..aku baik baik saja kok.” Jawab Rena dengan gugup.

“Kalau kamu ada masalah cerita aja sama aku, mungkin aku bisa bantu kamu.” Kata Ana sambil memegang tangan Rena.

“Aaa…aku, rindu sama ayah ibuku di Jakarta.” Rena berkata sambil memeluk Ana dan menetesan air matanya.

 “Di Jakarta kan, disana ada musibah kebanjiran di Jakarta. Kata Ana, merasa kaget apa baru san di dengar.

“Aku tidak tahu apa yang kulakukan.” Rena berkata sambil memegang tangan Ana.

“Iya, aku pasti akan mebantu kamu dan teman teman disini akan ikut bantu kamu.” Ujar  Dara kemudian.

“Teman teman, terima kasih atas bantuanya.” Jawab Rena dan Reni.

“Kalau begitu besok kita semua akan pergi ke Jakarta untuk membantu teman kita dan juga membantu bencana kebajiran itu.” Kata Dara dan teman temanya.

“Setuju.” Kata Teman temannya dengan singkat.

“Ttt…tapi uangnya, aku tidak punya uang untuk pergi kesana.”  Kata Rena binggung.

“Kamu tidak usah pikiri uangnya yang penting kamu bisa bertemu sama orangtuamu.” Kata Ana.

“Teman – teman, terima kasih atas bantuannya.” Ujar Reni.

~“~

Keesokan paginya Rena, Reni dan teman – temannya berangkat ke Jakarta. Setela sampai di Jakarta Rena dan Reni pun berharap bisa menemukan ayah ibunya, dan teman – temannya juga ikut membantu korban kebanjiran dan sekaligus mencari orangtua Rena dan Reni. Dan akhirnya mereka bisa menemukan ayah ibunya.

“Ayah ibu, aku kagen banget sama ayah ibu.” Rena dan Reni berkata sambil memeluk mereka berdua.

“Kami baik baik aja.” Kata Ibu.

“Ayah ibu ikut kami pulang ya di Surabaya.” Reni berkata sambil memegang tangan ayah ibunya.

“Iya, kami akan ikut di Surabaya dan tinggal bersama Nenek.” Ujar Ayah.

~“~

Dan akhirnya, mereka berdua pulang.

“Teman teman terima kasih atas bantunya ya.” Kata Rena.

“Iya sudah seharusnya kita membantu teman yang lagi kesusahan.” Teman teman menjawab dengan serentak.

 Rena, Reni serta teman – teman ikut senang melihat orang tuanya selamat dari musibah kebanjiran itu. Berkat teman – temannya Rena dan Reni pun hidup bahagia bersama orang tuanya  dan tinggal bersama Nenek  besama. Dan mereka pun hidup bahagia selamanya.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Masruroh Fitri

   

Nama saya Masruroh Fitri Cahyawati. Hobi saya menulis cerita pendek.