Nasionalisme Indonesia Pasca Globalisasi

Nasionalisme Indonesia Pasca Globalisasi 1

Belum lama ini republik indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke 71 tahun lalu, dari sabang sampai merauke, dari timor sampai ke talaud, semua rakyat indonesia menyambut kemerdekaan dengan perasaan senang dan gembira, mereka berkumpul dengan teman lingkungan mereka, mulai dari dusun di pedalaman indonesia, sampai kompleks perumahan megah di kota raya sana di penjuru republik ini. ada yang merayakan kemerdekaan dengan menggelar perlombaan antar penduduk kampung, rt/rw maupun teman bergaul, lomba balap karung, panjat pinang, tarik tambang dana lain-lain , atau hanya sekedar dengan teman sebaya dan mencoba memaknai kemerdekaan melalui sarana teknologi masa kini, mulai dari radio,televisi hingga melalui media sosial yang kekinian.

Indonesia tanah airku ..tanah tumpah darahku..disanalah aku berdiri ..jadi pandu ibuku..indonesia kebangsaanku..bangsa dan tanah airku..marilah kita berseru indonesia bersatu….

Sangat menyenangkan menyambut kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif dan membangun persaudaraan antar tetangga dan lebih luasnya sebangsa indonesia. Berbicara hari kemerdekaan kita tak lepas dari perjuangan para pahlawan di masa penjajahan belanda dan jepang sekian puluh  bahkan ratusan tahun lalu.mereka mempertaruhkan jiwa ,fikiran serta fisik mereka dengan sepenuh hati dan tanpa pikir panjang , menyerang bahkan membunuh para penjajah itu dengan serangan fisik dan serangan intelektual yang mereka miliki.

Perjuangan para pahlawan bangsa ini sangatlah komprehensif masuk ke segala lini kehidupan bangsa kita pada masa itu, bukan hanya berkisar ditataran perang fisik saja dan pertumpahan darah, banyak pejuang yang menitik beratkan perjuangan bangsa sesuai dengan potensi mereka sendiri, ki hajar dewantara berjuang memajukan bangsa ini dengan pendidikan, ahmad dahlan berjuang memerdekakan bangsa ini dengan nilai keagamaan,dan ada pula yang berjuang memajukan banga ini melalui jalur kebudayaan dan kesenian yang bangsa kita miliki sejak dahulu kala contonya hos tjokroaminoto.

Para pejuang bersatu padu dalam satu tujuan yaitu memerdekakan bangsa indonesia dari kolonialisme dan imperialisme penjajahan pada saat itu.hanya ada satu kesepahaman yang menjadi bahasa universal bagi para pejuang kita pada waktu itu, rasa nasionalisme cinta akan tanah air indonesia dan keinginan besar melihat anak bangsa lepas dari belenggu penjajahan yang membodohkan dan memiskinkan jiwa. Kala itu nasionalisme merupakan harga mati ,diteriakkan dan dielukan sebagai pembakar semangat jiwa untuk terus maju menyongsong masa depan yang cerah dan gemilang tanpa bayang-bayang bangsa lain yang menjatuhkan harkat martabat bangsa indonesia.

Sembari kita merefleksi perjuangan mereka para pejuang kemerdekaan, mari kita merefleksi diri kita ini sebagai anak bangsa indonesia yang menjadi pemegang tongkat estafet perjuangan dari mereka dimasa lalu, tentang sejauh mana kita mencintai bangsa ini, tentang seberapa paham kita akan rasa nasionalisme terhadap ibu pertiwi kita ini. jangan sekali-kali melupakan sejarah..merupakan salah atu slogan bung karno presiden pertama republik ini yang menyadarkan kita akan arti pentingnya indonesia dan sejarah yang mengikutinya, lain dulu lain sekarang , mungkin inilah kaimat yang tepat untuk menggambarkan persepsi nasionalisme bangsa indonesia, lain nasionalisme dulu, lain pula naionalisme sekarang, begitu tepatmya.

Teknologi , globalisasi dan nasionalisme

Bangsa ini tidaklah dibesarkan oleh ketamakan dan keserakahan serta keegoisan parsial , tetapi justru bangsa ini dibesarkan dengan rasa toleran dan mengakui adanya perbedaan merupakan kemutlakan tuhan, itulah kekuatan terbesar bangsa kita.nasionalisme pejuang dulu bukanlah nasionalisme setengah-setengah yang mandeg di tataran kesukuan, agama, serta warna kulit,juga bukan nasionalisme yang stagnant di gerakan politik , budaya serta ideologi masing-masing.

Bangsa ini tidaklah dibesarkan oleh ketamakan dan keserakahan serta keegoisan parsial , tetapi justru bangsa ini dibesarkan dengan rasa toleran dan mengakui adanya perbedaan merupakan kemutlakan tuhan, itulah kekuatan terbesar bangsa kita.nasionalisme pejuang dulu bukanlah nasionalisme setengah-setengah yang mandeg di tataran kesukuan, agama, serta warna kulit,juga bukan nasionalisme yang stagnant di gerakan politik , budaya serta ideologi masing-masing.

Nasionalisme bangsa indonesia dulu bukan nasionalisme yang melahirkan kebencian ketika melihat perbedaan, justru nasionalisme kita melahirkan pemikiran solutif dan dengan dasar kebaikan bagi seluruh komponen bangsa ini, dari masyrakat adat pedalaman , hingga masyarakat urban perkotaan semua itu merupakan kenyataan yang harus dihadapi dengan rasa percaya diri dan toleransi yang telah teruji ratusan tahun yang lalu hingga sekarang.

Kemajuan teknologi dan globalisasi merupakan salah satu hal yang baru bangsa ini rasakan secara menyeluruh di perkotaan , hal ini membawa berbagai dampak negatif maupun positif terhadap kepribadian bangsa kita.teknologi telah membuat bangsa ini berfikir lebih luas dan juga bergerak lebih sempit, teknologi telah membuat bangsa ini menjadi talk less do les but type more.globalisasi telah mengambil peran dalam “meluaskan” bangsa indonesia di kancah internasional dalam panggung perdagangan dan juga panggung politik kita di dunia.

Nasionalisme sangatlah dipengaruhi oleh cara bangsa ini berinteraksi dengan bangsa lain dan lingkungan lain, globalisasi telah membuka peluang besar bangsa ini untuk menguji kembali nasionalisme yang telah ada sekian puluh tahun silam terkonsep rapi.teknologi ikut mengambil peran penting dalam pengujian nasionalisme bangsa kita, media sosial telah membuka bangsa kita berinteraksi secara individu dengan bangsa- bangsa di negeri nun jauh sana, mereka berdiskusi mulai dari kenegaraan hingga hanya berbagi foto kegiatan harian mereka, tak ada masalah dengan hal itu.

Yang perlu menjadi perhatian kita ialah jawaban apa yang mereka berikan ketika orang laim bertanya mengenai negeri ini , bermacam jawaban yang mereka berikan mulai dari jawaban nyeleneh hingga jawaban serius yang panjang dan argumentatif, mulai dari jawaban akan kekecewaan hingga jawaban akan rasa bangga terhadap bangsa ini.

Jika para pejuang dulu diberikan pertanyaan yang sama mengenai bangsa ini mereka pasti akan menjawab dengan lantang tentang kondisi realita bangsa kita , mulai dari keadaan masyarakat yang majemuk dan toleran di satu sisi dan juga keadaan masyarakat yang primitif dan hipokrit, jawaban yang muncul akan sangat objektif , ya karena mereka melihat secara kenyataan riil masyarakat kita, dan karena mereka kenal betul dengan karakter bangsa kita, untuk itulah mereka berjuang .

Mereka akan menjawab dengan kejujuran dan tanpa tutup mata , dan tidak pula menyembunyikan keindahan yang memang ada di negeri ini.tetapi jika generasi sekarang diberikan pertanyaan yang sama entah melalui media sosial maupun interaksi langsung, jawaban mereka akan beragam dan sangat subjektif, ada yang seolah-olah menutupi kebenaran, ada pula yang seolah-olah bangsa ini sangatlah terpuruk sehingga jawaban-jawaban pendiskreditan bangsa ini yang muncul.

Padahal seharusnya jika mereka beranjak dari kata-kata bung karno jasmerah mereka juga haruslah berkata lantang layaknya para pendahulu mereka dalam memaparkan kondisi bangsa ini dan tentunya lebih objektif.kejujuran akan membuat bangsa ini intropeksi diri menjadi bangsa yang lebih baik, dan jelas lebih konstruktif.tetapi kita tidak bisa menggeralisir generasi sekarang semuanya telah menjadi generasi yang pesimistik dan parsial dalam berpikir, ada juga generasi muda bangsa ini yang bergelut di bidang-bidang yang mereka kuasai dalam turut serta membangun bangsa ini , mulai dari membuat komunitas peduli akan pendidikan, dibidang ekonomi sedang amarak-maraknya program enterpreneurship muda, dan organisasi lingkungan dan pencinta alam, hal ini menunjukkan adanya rasa nasionalisme mendalam yang mulai muncul dalam jiwa generasi bangsa kini.

Jika menjadi bangsa indonesia itu merupakan takdir dari sang ilahi, maka terimalah ia dengan lapang dada dan paparkan kondisinya dengan kejujuran yang lantang, bukankah itu menghargai pemberian tuhan?..

Berfikir problematik dan bertindak solutif

Dengan tumbuh suburnya organisasi kepemudaan dan komunitas-komunitas bakat yang bermunculan hampir di seluruh daerah indonesia, hal ini merupakan angin sejuk bagi para pendahulu kita, meskipun belum merata rasa akan cinta tanah air yang kita sebut nasionalisme telah mendapatkan wadah untuk dapat terrepresentasikan dalam tindakan nyata dan berguna bagi masyarakat itu sendiri.

Sekarang permasalahan ialah bagaimana wadah-wadah yang tadi dapat ,menampung dan memelihara perilaku nasionalisme di dalam diri mereka dan berefek pada masyarakat umumnya.pemerintah dalam hal ini sebagai penanggung jawab penuh dalam memelihara nasionalisme bangsa dituntut agar kooperatif dan dinamis dengan masyarakat dan gejolak-gejolak sosial yang muncul, wadah-wadah tadi dapat dimasuki oleh pemerintah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme yang elegan dan tidak parsial serta tolerir menanggapi perbedaan yang muncul, dengan lebih giat dan signifikan perubahan yang dimunculkan.

Penanaman persepsi nasionalisme yang sama ialah titik tolak hal ini harus beranjak , pemerataan paham nasionalisme di seluruh wilayah indonesia, nasionalisme dikampung adat haruslah setara dengan nasionalisme di gedung pencakar langit di kota-kota besar negara ini.nasionalisme rakyat biasa haruslah sama dengan nasionalisme yang para professor pahami,secara praksis, tanpa perbedaan dan juga bumbu-bumbu kepentingan.

Jika di aceh dan jogja serta papua memiliki persepsi nasionalisme yang berbeda karena mereka memiliki hak khusus daerah, itu bukanlah hal yang dapat menjadikan mereka kurang nasional, sama halnya dengan daerah-daerah lain di indonesia, jika di aceh mengutamakan syariat islam sebagai landasan hukum mereka, maka tumbuhkan lah nasionalisme mereka dengan islam yang mereka pahami, jika di jogja dibolehkan hidup dengan aturan kesultanan jogja maka tumbuhkanlah nasionalisme bersanding dengan kebiasaan mereka, jika di papua sana menjadikan adat sebagai tumpuan politik mereka, maka tumbuhkanlah nasionalisme bersanding dengan adat dan budaya mereka, sehingga tidak akan pernah muncul di benak mereka melakukan upaya separasi dengan republik indonesia karena mereka paham benar dengan perjuangan bangsa kita dalam nasionalisme yang tumbuh subur, begitu pula dengan daerah-daerah lain di indonesia ini.

Membuat kebijakan dan menjaga konstitusi negara ialah kewajiban mutlak bagi pemerintah, tetapi merubah perspekstif masyarakat ke arah yang lebih baik dan objektif ialah keharusan bagi pemerintah, permasalahan yang muncul dalam negara ini seyogyanya janganlah ditanggapi dengan represif dan seakan-akan tidak terencana dengan baik, masyarakat yang menilai , masyarakat seolah-olah di buat dan dipaksakan akan hal yang seharusnya mereka pikirkan, padahal sebaiknya masyarakat di buat untuk memahami cara berpikir yang benar.

Institusi pendidikan masyarakat mengambil peran penting dalam hal ini, bukan hanya pendidikan formal saja, bahkan pendidikan nonformal haruslah digerakkan dalam mendukung usaha pemerintah dalam mengnasionalismekan bangsa kita.mulai dari struktur masyarakat terkecil yaitu keluarga, hingga struktur negara.berpikirlah problematik dalam melihat masalah , kritisi permasalahan yang muncul, bongkar dan kaji hingga ke titik embrio masalah, sehingga kita dapat berpikir luas dan juga lugas dalam menanggapi masalah tersebut, berfikir problematik untuk kita dapat mengambil tindakan solutif akan permasalahan itu.

Nasionalisme masa kini dan akan datang

Nasionalisme sekarang telah mencari celah untuk dapat masuk kedalam masyarakat indonesia kekinian, yang terpengaruh oleh era globalisasi dunia, pergaulan dunia, dan juga masyarakat yang dinamis.munculnya wadah tumbuhnya nasionalisme merupakan kesempatan dan peluang yang penting untuk diagendakan oleh pemerintah dalam misi nasionalismenya, tinggal bagaimana implementasi konsep nasionalisme dapat diramu dan masuk kedalam lini-lini kehidupan masyarakat indonesia, sebagaimana pada masa pejuang kemerdekaan kita dulu dalam mengusir penjajahan dari tanah pertiwi kita ini.

Nasionalisme yang dipupuk mulai dari hal kecil akan membuat rasa cinta kan tanah air mengkristal dan tidak mudah untuk digoyahkan, hal ini kan membuat bnagsa kita lebih percaya diri akan kemampuan bangsa ini, karena telah paham baik buruknya negara tempat mereka ditakdirkan untuk lahir oleh sang penguasa.hal ini dalam tataran idealisme sangat mudah untuk dilakukan, yang tersulit ialah dalam tataran praxisnya kelak dan menjaga apabila hal ini telah berhasil dan menyatu pada masyarakat seluruh indonesia.

Konsepsi yang matang tidak akan dianggap berhasil jika dalam implementasi tidak menunjukkan hasil yang signifikan akan keberhasilan konsep yang diterapkan, sehingga dalam perjalanannya hal ini haruslah tetap dievaluasi sejauh mana implikasinya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, pemerintah, masyarakat, akademisi serta semua komponen masyarakat haruslah saling ingat mengingatkan mengenai hal ini, sebab nasionalisme sangatlah penting dan krusial dalam menjaga kokohnya persatuan negara republik indonesia tercinta ini.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.