Negara – Negara yang Mengatur Pengeras Suara Masjid


Negara - Negara yang Mengatur Pengeras Suara Masjid

Pedoman terkait dengan penggunaan di dan musala baru saja dikeluarkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas lewat Surat Edaran (SE) Nomor 05 Tahun 2022.

Pengaturan terkait dengan penggunaan atau musala juga diterapkan di beberapa negara mayoritas penduduknya muslim, tidak hanya di Indonesia.

Berikut ini lima daftar negara mayoritas penduduknya muslim yang mengatur di .

1. Mesir

Mesir negara di Semenanjung Afrika ini telah mengatur di atau musala sejak 2018 lalu.

Kebijakan ini muncul dikarenakan banyak pihak yang mengeluh terkait dengan volume di yang terlalu kencang desibelnya. 

2. Arab Saudi

Negara Minyak ini juga mengeluarkan surat edaran yang meminta seluruh pengurus di negara tersebut membatasi luar untuk azan dan iqamah.

Surat Edaran (SE) itu dikeluarkan oleh Sheikh Dr Abullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh yang menjabat sebagai Menteri Bimbingan Arab Saudi.

Dalam Surat Edaran (SE) tersebut, volume azan dan iqamah tidak boleh lebih dari sepertiga volume penuh

3. Bahrain

Negara yang kerap disebut sebagai ‘Mutiara Teluk Persia’ ini juga mengatur .

Himbauan ini dikeluarkan kepada para pengurus masijd di sana untuk menggunakan dalam saat melaksanakan ibadah di bulan ramadhan dan untuk azan diperbolehkan menggunakan luar.

4. Uni Emirat Arab

Sebuah negara kecil namun kaya di Semenanjung Arab ini sudah mengeluarkan pengaturan terkait dengan pengeras suara azan yang tidak boleh melebihi 85 desibel.

Himabuan ini dikeluarkan untuk meminimalisir warga sekitar dari bahaya gangguan pendengaran.

5. Malaysia

Di negara yang beribukota Putra Jaya ini, telah mengeluarkan pembatasan yang terkait dengan pengeras suara hanya untuk ceramah dan pembelajaran harus menggunakan pengeras suara dalam, tidak boleh menggunakan pengeras suara luar.

Untuk azan dan pembacaan Al-Quran tetap diizinkan berkumandang menggunakan pengeras suara luar.

Baca Juga

Exit mobile version