Ngopi ala Para Sufi


Ngopi ala Para Sufi 1

Legenda kopi yang paling populer mungkin berasal dari Ethiopia. Cerita mengenai seorang penggembala yang mendapati domba-dombanya bertingkah aneh. Mereka melompat-lompat dan tampak sangat aktif. Setelah ditelusuri jejaknya, ternyata mereka baru saja menggasak sebentuk buah berwarna merah yang di dalamnya terkandung sebuah biji. Penasaran, si penggembala yang bernama Kaldi mencoba cicip rasa buah tersebut. Ia pun tertular bertingkah aneh seperti domba-dombanya, lompat-lompat tak karuan dan tertawa-tawa riang.(1)

source: unsplash.com
source: unsplash.com

Itulah buah kopi. Sebagaimana dikutip ISIC (Institute for Scientific Information on Coffe) dari penelitian Dr. Grosso (2016), bahwa kafein yang terkandung di dalamnya bisa meningkatkan level produksi dopamine dalam tubuh. Dopamine sendiri adalah sebuah neurotransmiter yang berfungsi mengontrol pusat rasa senang di otak, juga, membantu mengatur respon emosi. Sehingga, mengkonsumsi kopi secara rutin dapat mengurangi resiko depresi.(2) Lebih jauh, dari beberapa studi yang lain, konsumsi kafein dalam jumlah yang mencukupi (2-3 cangkir perhari) dapat menaikkan level keawasan dan atensi.(3)

source: unsplash.com
source: unsplash.com

Dalam khazanah Islam, kopi pun ternyata menjadi minuman sehari-hari para sufi. Di Hadramaut, orang-orang terbiasa menghidangkan kopi di waktu dhuha untuk dinikmati bersama keluarga. Pada bulan Ramadhan, kopi diedarkan kepada jamaah usai salat Tarawih.

Adat di negara Yaman, khususnya kota Tarim, warga muslim akan melakukan marathon tarawih dari masjid ke masjid hingga waktu sahur. Maka itu bukanlah hal yang baru jika mereka bisa tarawih hingga 100 rekaat semalam.(4) Dengan alasan demikian, secara natural kopi telah menjelma tradisi khas bulan puasa di negara tersebut.

source: unsplash.com
source: unsplash.com

Banyak ulama yang mengabadikan citarasa kopi, atau disebut qohwah, dalam berbagai kitab karangan mereka. Syeikh Ihsan Jampes dari Kediri pun menulis kitab khusus tentang kopi dalam Irsyad Al-Ikhwan fi Bayan Ahkam Al-Qahwah wa Ad-Dukhan. Plus, bonus bahasan hukum merokok.

Mengapa kopi amat istimewa terutama bagi para penempuh jalan Tuhan? Tentu karena manfaat yang dikandungnya. Imam as-Subki mengatakan, seperti dikutip M. Nasirul Haq dalam Back To Root, bahwa kopi manfaatnya yaitu sekiranya untuk membuat semangat ibadah dan pekerjaan penting, juga untuk menghancurkan makanan, serta agar tidak mudah masuk angin dan mampu menghilangkan dahak.(5)

Ngopi ala Para Sufi 3

Sedangkan dalam kitab Tarikh Ibni Toyyib dikatakan:

ياقهوة تذهب هم الفتى # انت لحاوى العلم نعم المرد

شراب اهل الله فيه الشفا # لطالب الحكمة بين العباد

حرمها الله على جاهل # يقول بحرمتها بالعناد

“Kopi adalah penghilang kesusahan pemuda, senikmat-nikmatnya bagi engkau yang sedang mencari ilmu. Kopi adalah minuman orang yang dekat pada Allah, di dalamnya ada kesembuhan bagi pencari hikmah di antara manusia. Kopi diharamkan bagi orang bodoh dan mengatakan keharamannya dengan keras kepala.”(6)

Lantas, adakah cara meminum kopi yang sesuai dengan adat para sufi? Tentu. Imam Abdullah al-Haddad dalam Tatsbitul Fuadz menjelaskan cara menikmati secangkir qohwah menurut waktunya.

source: unsplash.com
source: unsplash.com

Jika diminum pagi hari, maka sebelum meminumnya bacalah surat al-Fatihah dan ayat Kursi. Saat siang hari, membaca surat al-Fatihah, al-Quraisy, al-Kautsar dan al-Ikhlash. Di tengah malam bacaannya sama dengan waktu siang ditambah Ya Qowiyyu sebanyak 116 kali. Pada selain waktu tersebut, cukup membaca al-Fatihah saja, atau boleh ditambah ayat Kursi.(7)

Amalan tersebut sah-sah saja untuk dilakukan. Sang Imam membuat ‘aturan’ tersebut semata untuk mencari kebaikan dan berkah dalam setiap amal yang dilakukan. Aktivitas tersebut menjadi ‘bahan bakar’ untuk kegiatan para ulama yang lebih besar, yaitu beribadah dan mencari ilmu serta berdakwah. Kegiatan melelahkan itu tentu memerlukan energi yang banyak. Disitulah berkah do’a yang dirapalkan ulama melalui aktivitas ngopi tadi.

source: unsplash.com
source: unsplash.com

Jadi mulai sekarang, jika hendak ngopi, niatkanlah seperti para ulama meniatkannya, yaitu dengan tujuan menambah semangat beribadah, bekerja dan belajar, tidak hanya untuk kesenangan dan gaya hidup. Namun perlu diingat, selalu ukur dalam takaran yang tidak berlebihan agar terhindar dari madharat yang tidak dikehendaki.

Referensi:


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Athi Suqya Rohmah

   

Seeker of Cosmic Revolution IG: @khurun.ngin

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap