Nikah Muda? Boleh Saja Asal….


Nikah Muda? Boleh Saja Asal…. 1

Belakangan ini sedang ramai sebuah sinetron di televisi swasta yang mengetengahkan pemeran tokoh istri ketiga yang baru berusia 15 tahun. 

“Memangnya kenapa? Siapa yang berhak melarang nikah muda? Hak semua orang dong! Lagipula itu kan “hanya” sinetron!”

Sabar…Sabar… 

Tulisan ini tidak bermaksud melarang siapapun untuk menikah. Hanya saja jika ada pertimbangan lebih bijak maka hasilnya juga akan lebih baik bukan? Ingat, menikah adalah memilih pendamping hidup. Diharapkan pernikahan juga hanya berlangsung satu kali seumur hidup. 

Pernikahan adalah hak segala bangsa. Lebih tepatnya hak semua orang. Jika sudah akil baligh maka silahkan menikah muda. Bahkan semuda mungkin jika Anda berkenan. Namun pernahkan Anda bertanya apakah segala-galanya sudah dipersiapkan? 

Terlebih lagi jika Anda terinspirasi untuk menikah muda namun Anda bukan anak sultan, anak petinggi, pejabat, artis, dan masih berusia belasan atau awal dua puluhan yang baru selesai kuliah. 

Bagaimana Undang-Undang di Indonesia Mengatur Pernikahan?

Jika Anda ingin menikah maka sebaiknya mengikuti undang-undang yang berlaku. Memang usia akil baligh seseorang dapat bervariasi. Tapi bukan alasan satu-satunya untuk ngebet menikah. Sebab jika masih tergolong di bawah umur, maka kemungkinan besar dokumen negara tidak akan mencatat nama Anda dan pasangan. 

“Ah tidak apa-apa. Saya siap menerima resikonya.” 

Ya mungkin Anda siap untuk resikonya. Akan tetapi hati manusia siapa yang tahu, nasib dan garis hidup pun tidak ada yang mengetahui dengan pasti. Bagaimana jika sewaktu-waktu (amit-amit) pernikahan Anda runtuh dalam sekejap. Namun Anda tidak memiliki pegangan surat-surat resmi. 

Jika tidak ada legalitas, bagaimana Anda akan menuntut atau menunjukkan bukti pernikahan Anda? Misalnya saja pasangan Anda menikah lagi. Walaupun diperbolehkan dalam agama, namun dengan adanya dokumen pernikahan yang sah, hak-hak Anda akan tetap terlindungi. 

Atau jika pasangan Anda wafat. Dengan memiliki dokumen yang lengkap maka keabsahan hubungan Anda berdua menjadi kuat statusnya di mata hukum dan masyarakat. 

Lalu apa peran negara untuk mengatur pernikahan? 

Negara Indonesia sendiri telah mengatur pada Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 yang mengatur Perubahan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan. 

Dalam UU tersebut dikatakan bahwa usia kedua mempelai harus minimal 19 tahun. 

Sehingga jika Anda ingin menikah muda sebaiknya tunggu sampai 19 tahun ya. Tetapi bagaimana jika Anda sudah ngebet sekali untuk menikah? Coba puasa dulu ya… Atau mencari uang sebanyak-banyaknya agar ketika menikah nanti Anda bisa honeymoon ke Eropah. 

Ingat, Anda Bukan Selebgram

Pernikahan muda banyak dikampanyekan oleh selebgram. Namun jika Anda memiliki kehidupan yang berbeda dari mereka, maka sebaiknya Anda pertimbangkan ulang. 

Terlebih lagi jika Anda hanya melihat yang indah-indahnya saja. Ingatlah, yang ditampilkan oleh mereka di media sosial adalah hal yang sudah disaring. 

Mereka tentu tidak akan menampilkan token listrik yang sudah berbunyi, harus tergopoh-gopoh mengambil baskom ketika atap bocor, panasnya udara ketika menyetrika, atau ketika repot mengganti popok bayi yang merengek minta susu. 

Percayalah, mereka jarang sekali atau tidak pernah memposting hal-hal seperti itu.  Apalagi jika mereka adalah selebgram kaya dan memiliki cukup modal untuk menyewa tenaga asisten rumah tangga. 

Jika Anda hanya berdua dengan pasangan, maka coba persiapkan segalanya terlebih dahulu. Terutama mental. Sebab Anda hanya menjadi raja dan ratu sehari. Setelah itu Anda harus siap menjadi upik abu. 

Siapkah Anda dan pasangan bersikap cukup dewasa melihat pakaian kotor berserakan di lantai? Coba tanyakan kepada pasangan Anda, apa yang akan dia lakukan jika melihat itu? Mumpung belum menikah, tanyakan hal-hal kecil sebanyak-banyaknya. 

Apakah Anda Siap Kehilangan Masa Muda

Usia belasan dan awal dua puluhan adalah usia dimana Anda sedang senang-senangnya menyiapkan karir, sekolah, atau mengejar gelar pendidikan. Pada usia ini tenaga dan pikiran Anda sedang on fire. Saat ini juga adalah usia yang tepat untuk membangun bisnis dari nol. 

Bukankah membangun bisnis juga bisa dilakukan ketika menikah? Ya memang betul. Tetapi ketika Anda masih lajang, jika usaha rugi maka Anda tidak perlu mengkhawatirkan nafkah keluarga. Toh yang rugi hanya Anda sendiri! Faktor resikonya lebih kecil karena yang dipertaruhkan ya hanya nama dan badan Anda sendiri. 

Masa-masa ini juga adalah masa dimana Anda senang sekali bergaul. Apakah Anda siap 24 jam harus bersama pasangan dan keluarga Anda, ketika kawan-kawan Anda justru nobar atau jalan-jalan ke mall? 

Sebab jika raga Anda di rumah namun pikiran Anda melayang kemana-mana yang menjadi korban tidak lain adalah pasangan dan buah hati Anda sendiri. Terlebih lagi jika sudah timbul penyesalan di hati Anda tentang keputusan pernikahan ini. 

Ingat, selalu ada harga yang harus dibayar. Pastikan Anda sudah siap untuk memiliki pola kehidupan baru setelah menikah. Karena percayalah, slogan “selamat menempuh hidup baru” itu mengandung makna yang dalam. 

Hidup baru pada kalimat itu adalah sesuatu hal yang benar-benar baru dalam hidup Anda. Lupakan kehidupan Anda sebelum menikah. Karena segalanya akan kembali dari nol lagi. Mulai dari pola tidur, sampai dengan seluruh kehidupan Anda nantinya. 

Pernikahan Bukanlah Sinetron

Nikah Muda? Boleh Saja Asal…. 3

Hal penting lain yang perlu Anda ingat adalah pernikahan bukanlah sinetron. Terlebih lagi dalam sebuah sinetron dimana pemeran istri ketiga adalah seorang aktris yang baru berusia 15 tahun. 

Jika hal ini terjadi di dunia nyata, maka pernikahan dalam sinetron tersebut sudah tidak memenuhi aturan Undang-Undang di Indonesia yang berlaku. 

Bahkan dalam dunia sinetron pun hal ini menjadi polemik. Terbukti dengan laporan ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Dimana pada akhirnya KPI meminta agar stasiun televisi yang bersangkutan untuk mengganti pemeran istri ketiga yang baru berusia 15 tahun tersebut. 

Walaupun sinetron terlihat indah, namun ingat di dalam sinetron segalanya telah disetting. Ada skenario, sutradara, astrada, pemain dan durasi shooting. Berbeda dari pernikahan yang akan berlangsung selama 24 jam setiap hari, 7 hari dalam seminggu. 

Pernikahan bukanlah sinetron yang akan memiliki habis masa tayangnya. Karena pernikahan adalah status yang melekat seumur hidup. 

Melekat sejak ijab kabul atau perjanjian pernikahan diucapkan. 

Jadi Boleh Tidak Menikah Muda?

Jawabannya boleh, asal Anda sudah siap segala-galanya. Coba tanyakan hal ini kepada diri Anda sebelum menikah. 

Apakah Anda siap untuk:

  • Memiliki mertua baru.
  • Memiliki mertua baru kembali jika Anda menikah lebih dari satu kali. Ingat untuk kalikan dua. Karena sepasang mertua itu terdiri dari dua orang. Setiap kali menikah kembali maka kalikan dua.
  • Memiliki saudara ipar baru. (Rumusan yang sama juga berlaku jika Anda menikah lebih dari sekali. Namun sebaiknya Anda kalikan 3 atau 4)
  • Memiliki tugas baru sebagai suami/istri
  • Menjadi orang tua yang baik
  • Menghilangkan niat Anda untuk nonton bioskop setiap weekend
  • Tidak lagi nongkrong bersama teman-teman
  • Membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga
  • Membagi waktu antara pendidikan, tugas, WFH dengan urusan rumah tangga
  • Mencari nafkah sebanyak-banyaknya (yang halal tentunya)
  • Mampu menyelesaikan konflik tanpa melibatkan orang tua
  • Dll

Sebetulnya masih banyak lagi yang perlu dipertimbangkan. Namun intinya adalah tidak ada yang melarang Anda menikah muda. Namun pastikan Anda telah siap. Terutama dari segi mental. 

Kedewasaan memang tidak ditentukan oleh usia. Namun pengalaman yang dimiliki mereka yang berusia matang tentu berbeda dengan mereka yang masih berusia belasan. 

Apapun niat Anda, semoga selalu dilancarkan dan diberikan kemudahan ya!


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ario Seno

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap