Niksen, Buku Tentang Cara Hidup Bahagia Tanpa Melakukan Apa-apa

Niksen, Buku Tentang Cara Hidup Bahagia Tanpa Melakukan Apa-apa 1

Niksen sendiri berasal dari Bahasa Belanda (kata kerja) yang berarti nihil, jadi secara harifiah  niksen berarti tidak melakukan apa-apa. Sesuai dengan judulnya buku ini akan mengajak pembaca benar-benar tidak melakukan kegiatan apa-apa, dengan tujuan si pembaca bisa hidup lebih bahagia. 

Penulis juga menyisipkan sorotan orang-orang Belanda tentang niksen yang akan membuat pembaca lebih mengerti lagi, apa sebenarnya niksen itu.
 
Di buku ini juga dijelaskan bahwa niksen bukanlah bermalas-malasan atau bosan, karena pada dasarnya manusia hidup pasti melakukan aktivitas sekalipun ia sedang tertidur. Niksen juga bukan kegiatan yang sembarangan. Niksen dapat memberi manfaat langsung dan manfaat jangka panjang bagi orang-orang yang mempraktikkannya. 

Orang-orang Belanda sendiri sudah menerapkan gaya hidup niksen untuk mengurangi tingkat stres atau tekanan hidup dari lingkungan-lingkungan sekitar. selain Belanda negara-negara lainnya seperti Swedia, Denmark, Italia dan Jepang juga menggagas cara-cara unik untuk tidak melakukan apa-apa.

Di bagian pertama buku ini, penulis akan menjelaskan tentang pengertian niksen dan sorotan gaya hidup niksen dari beberapa negara seperti Swedia, Denmark, Italia bahkan Jepang. Negara-negara tersebut mempraktikkan niksen “tidak melakukan apa-apa” dengan cara-cara unik. 

Di bagian selanjutnya penulis menjelaskan makna niksen dan faktor-faktor tentang masyarakat Belanda hidup dengan tenteram dan bahagia. Bahkan, Belanda merupakan salah satu negara yang mendapatkan peringkat sebagai negara paling bahagia sedunia. Jadi, apakah Belanda sudah mempraktikkan niksen dengan baik? Dan kenapa Belanda tempat yang cocok untuk melakukan niksen. Serta apakah Indonesia bisa melakukan niksen seperti Belanda?

Sebagai mahluk modern kita sudah terbiasa dengan yang namanya teknologi, bahkan terkadang teknologi yang ada di sekitar kita ini justru membuat hidup kita semakin sibuk dan mengalihkan perhatian kita dari dunia luar. Bahkan kebiasaan kita hidup dengan teknologi membuat kita tidak bisa melakukan niksen.

Bukan hanya faktor teknologi, tapi kebiasaan serba sibuk seperti pekerjaan kantor yang tak kunjung selesai, pekerjaan rumah, mengurus anak dan kegiatan lainnya yang memenuhi pikiran kita.

Niksen sendiri bukan privilese, melainkan kebutuhan. Bayangkan setiap hari kita disibukkan dengan banyaknya pekerjaan dan juga kesibukan berselancar dengan teknologi yang kita punya, itu semua dapat membuat stres serta dapat membuat gangguan kesehatan mental. Banyak faktor yang membuat kita sulit mempraktikkan niksen, tapi tidak perlu khawatir karena pada dasarnya manusia memiliki sifat dasar pemalas, jadi tidak mustahil untuk kita melakukan niksen.

Banyak orang yang sebenarnya ingin mempraktikkan niksen, tapi bingung atau bahkan malu untuk melakukannya. Dan bahkan menunda-nunda karena mendapatkan tekanan-tekanan dari lingkungan sekitar. Serta ada pula yang sudah melakukannya, tapi tidak maksimal dan mempraktikkan.

Buku ini akan mengajarkan kepada kita bagaimana cara melakukan dan merumuskan niksen yang baik dan benar sesuai dengan kepribadian. Niksen yang baik, yaitu mampu memberikan efek positif kepada kinerja otak dan tubuh. Niksen juga membuat kita lebih kreatif dan produktif dengan cara tidak melakukan apa-apa. 

Di bagian terakhir buku akan ada pembahasan tentang kiat-kiat niksen praktis yang dapat dilakukan di tempat kerja, di rumah dan bahkan tempat umum. Selain itu penulis juga memberitahu kiat-kiat niksen yang dilakukan orang-orang Belanda untuk hidup lebih bahagia. Jadi, apakah kalian tertarik untuk membaca buku Niksen dan hidup bahagia tanpa melakukan apa-apa?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Pang Png