Nilai Moral dari Drama Satu Babak: Awal dan Mira

Nilai Moral dari Drama Satu Babak: Awal dan Mira 1

Drama memiliki unsur-unsur pembangun dalam pembentukan ceritanya. Unsur-unsur pembangun suatu drama ada dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Amanat yang terdapat dalam naskah drama termasuk dalam unsur pembangun suatu cerita, yaitu unsur intrinsik. Amanat yang terdapat dalam naskah drama merupakan nilai-nilai atau ajaran yang terkandung, baik secara tersurat maupun secara tersirat.

Sumber: Pixabay.
Sumber: Pixabay.

Drama satu babak karya Utuy Tatang Sontani ini pernah mendapat penghargaan dari BMKN sebagai naskah drama terbaik di tahun 1952. Drama Awal dan Mira ini merupakan drama yang menceritakan tentang kehidupan pada tahun 1950-an dan perjuangan seorang anak muda bernama Awal yang berusaha untuk merebut cinta seorang gadis pemiliki kedai kopi bernama Mira. Mira merupakan gadis cantik yang disenangi banyak laki-laki, salah satunya Awal. Mira mengalami cacat fisik akibat dari perang revolusi. Banyak hal yang membuat Awal sulit mendapatkan cintanya Mira.

Drama Awal dan Mira tentu memiliki amanat atau nilai moral yang terkandung di dalam ceritanya. Pesan moral atau amanat dalam drama ini disampaikan melalui karakter tokoh, peristiwa sosial, dan salah satu dialog dalam naskah drama. Berikut pesan moral yang dapat kita ambil dari drama Awal dan Mira.

Pertama, bertekad kuat dan semangat tinggi. Pesan moral yang pertama ini disampaikan melalui tokoh Awal yang senantiasa berusaha menaklukan hati Mira dan membujuk Mira untuk mau bersamanya walaupun banyak hal yang mengganggu usahanya untuk mendapatkan Mira. Awal tetap semangat dan bersikeras mendapatkan cintanya Mira dengan cara mendatanginya hingga mengirimkannya surat. Menurut Awal, Mira adalah satu-satunya orang yang sempurna, tidak seperti yang lainnya yang hanya dianggap sebagai badut oleh Awal.

Kedua, selektif untuk memiliki pasangan. Nilai kedua dalam drama ini, yaitu selektif untuk memiliki pasangan. Nilai ini disampaikan melalui tokoh Mira yang selektif memilih pasangan untuk dirinya kelak. Mira yang memiliki cacat fisik ingin mempunyai pasangan yang dapat menerima dirinya apa adanya.

Ketiga, setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Nilai moral yang ketiga ini merupakan nilai yang pasti dimiliki pada setiap manusia. Nilai ini disampaikan melalui tokoh Mira dalam salah satu dialognya yang berbunyi “Tapi lantaran inilah, Mas, lantaran ke atas aku cantik dan ke bawah aku cacat, aku bagimu merupakan paduan dari keindahan surga yang kau impikan dan kepahitan dunia yang kau rasakan”. Dialog tersebut menjelaskan bahwa dalam setiap diri manusia tidak mungkin memiliki kesempurnaan utuh. Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan yang mungkin tidak disadari atau diketahui oleh manusia yang lainnya.

Keempat, tidak adanya kesenjangan sosial. Nilai moral keempat dalam drama Awal dan Mira ini diambil dari tokoh Awal yang merupakan pemuda bangsawan dan Mira merupakan gadis dari rakyat jelata. Awal mencintai dan hanya percaya kepada Mira walaupun Mira berasal dari kalangan rakyat jelata, tapi Awal tidak perduli akan hal itu. Baginya Mira merupakan manusia paling sempurna.

Nilai moral itulah yang dapat disampaikan melalui naskah drama Awal dan Mira yang bisa kita ambil dan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga nilai moral yang diambil bisa mengajarkan kita untuk selalu bersemangat, pantang menyerah, selektif, dan menerima setiap kelebihan serta kekurangan pada diri kita.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Najiibah