Nilai-nilai Dalam Sastra Anak

Nilai-nilai Dalam Sastra Anak

Sastra anak merupakan karya seni yang imajinatif dengan unsur estetik dominan yang bermediumkan bahasa baik secara lisan maupun tulis yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi dunia yang akrab dengan anak-anak.

Memberi anak-anak akses ke semua jenis sastra, sangat berpengaruh untuk kesuksesan mereka.

Pendidik, orang tua, dan anggota masyarakat harus membantu setiap anak mengembangkan cinta dan gairah untuk membaca.

Membaca sastra tidak hanya penting dalam mengembangkan keterampilan kognitif untuk berhasil di sekolah maupun lingkungan kerja, tetapi berharga juga untuk alasan lain.

Di sekolah, sastra anak-anak penting karena memberikan siswa untuk menanggapi sastra; memberikan apresiasi tentang warisan budaya mereka sendiri maupun budaya orang lain; hal itu membantu siswa mengembangkan kecerdasan emosional dan kreativitas; memelihara dan perkembangan kepribadian dan keterampilan sosial serta mentransmisikan tema penting dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Nilai pertama, yang harus diperhatikan adalah bahwa sastra anak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pendapat mereka sendiri tentang topik tersebut.

Ini mendorong perkembangan pemikiran yang lebih dalam tentang sastra.

Baca juga  Antara Sains dan Estetis; Hujan Bulan Juni

Sastra yang berkualitas tidak memberi pembaca segala sesuatu yang perlu diketahui karena perbedaan pendapat.

Seorang pembaca mungkin akan mengambil sesuatu yang berbeda dengan pembaca lain, berdasarkan sudut dan pengalaman pribadi.

Siswa dapat belajar untuk mengevaluasi dan menganalisis sastra, meringkas dan berhipotesis tentang topik tersebut.

Nilai kedua, sastra anak memberikan jalan bagi siswa untuk belajar budayanya sendiri dan budaya orang lain.

Sangat penting bagi anak-anak mempelajari nilai ini karena “pendidikan berbasis budaya merupakan pendidikan yang diselenggarakan untuk memenuhi standar nasional pendidikan yang diperkaya dengan keunggulan komparatif dan kompetitif berdasar nilai-nilai luhur budaya agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi diri sehingga menjadi manusia yang unggul, cerdas, visioner, peka terhadap lingkungan dan keberagaman budaya, serta tanggap terhadap perkembangan dunia.”(dikutip dari kemdikbud.co.id).

Namun, dalam mengenalkan warisan budaya orang lain, seorang pengajar harus berhati-hati dalam memilih buku mana yang akan merekomendasikan kepada pembaca muda, karena ada beberapa cerita rakyat, yang mengandung stereotip dan ketidak akuratan tentang kelompok budaya tertentu.

Nilai ketiga, sastra anak membantu siswa mengembangkan kecerdasan emosional.

Baca juga  Sastra Koran dan Sastra Cyber, Mana yang Paling Nyastra?

Cerita memiliki kekuatan untuk mendorong perkembangan emosi dan moral.

Sastra anak memuat amanat tentang moral, pembentukan kepribadian anak mengembangkan imajinasi dan kreativitas, serta memberi pengetahuan keterampilan praktis bagi anak, misalnya, adalah cerita buaya yang diadopsi menjadi keluarga bebek.

Pada akhirnya dia harus memilih antara menghianati keluarga angkatnya dan kembali ke ‘spesiesnya’ sendiri, dan dia memutuskan untuk tetap setia pada keyakinannya dan tidak mengkhianati keluarganya, atau buku The Scar karya China Mieville, buku yang harus dibaca siswa untuk mengajari mereka tentang cara menghadapi kesedihan, seperti halnya tentang seorang anak laki-laki yang ibunya meninggal.

Ini membutuhkan tingkat kecerdasan emosional yang kompleks, karena anak kecil tidak mengerti kematian.

Topik kematian akan lebih sesuai tingkat kelas yang lebih tua, tetapi topik ini penting untuk di diskusikan.

Sastra anak bernilai karena memupuk kepribadian dan perkembangan sosial.

Anak-anak sangat mudah dipengaruhi selama tahun-tahun pembentukan, dan sastra anak-anak dapat membantu mereka berkembang menjadi orang yang peduli, cerdas, dan ramah.

Baca juga  Sastra dalam Kehidupan Milenial

Psikolog perkembangan Jean Piaget mengatakan bahwa ketika siswa berpindah dari tahap pra-operasional ke tahap operasional perkembangan kognitif, mereka menjadi kurang egosentris.

Sedangkan siswa di prasekolah dan taman kanak-kanak mungkin sepenuhnya fokus pada diri mereka sendiri, seiring dengan bertambahnya usia siswa, mereka mulai memperhitungkan perasaan dan sudut pandang orang lain.

Mampu memahami sudut pandang orang lain dan tidak egois adalah keterampilan penting yang harus dipelihara orang dewasa pada anak-anak agar mendorong siswa untuk menerima orang lain dan perbedaannya.

Sastra anak-anak sangat berharga baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Guru dan orang tua harus dapat membedakan antara sastra berkualitas dan biasa-biasa saja, untuk memberikan siswa akses ke buku-buku terbaik untuk mendorong nilai-nilai penting sastra dan mempertimbangkan domain perkembangan.

Sastra anak berharga dalam memberikan kesempatan untuk merespon sastra, serta pengetahuan budaya, kecerdasan dan kreativitas emosional, pengembangan sosial dan kepribadian, dan sejarah sastra kepada siswa lintas generasi.

Mengekspos anak-anak ke literatur berkualitas dapat berkontribusi pada penciptaan individu yang bertanggung jawab, sukses, dan peduli.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Siti Rohimah