Pandangan yang perlahan menjadi kabur sering dianggap sebagai bagian wajar dari bertambahnya usia. Banyak orang baru memeriksakan diri ketika kegiatan sederhana, seperti membaca koran atau mengenali wajah dari kejauhan, mulai terasa sulit. Salah satu kondisi yang kerap berada di balik keluhan tersebut adalah katarak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat katarak sebagai salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia. Kabar baiknya, kondisi ini dapat ditangani. Memahami gejala, faktor risiko, dan pilihan penanganannya akan membantu Anda mengambil keputusan yang tepat bersama dokter mata.
Apa Itu Katarak?
Di dalam bola mata terdapat lensa bening yang berfungsi memfokuskan cahaya ke retina. Katarak terjadi ketika lensa tersebut berubah keruh sehingga cahaya tidak dapat diteruskan dengan sempurna. Akibatnya, gambar yang ditangkap mata tampak buram, seolah-olah dilihat melalui kaca berembun.
Kekeruhan ini biasanya berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Katarak dapat muncul pada satu atau kedua mata, tetapi tidak menular dari satu mata ke mata lainnya. Meski paling sering dikaitkan dengan usia lanjut, katarak juga bisa terbentuk akibat cedera pada mata atau setelah seseorang menjalani operasi untuk masalah mata lain, misalnya glaukoma.
Penyebab Katarak dan Faktor Risikonya
Memahami penyebab katarak penting agar Anda dapat mengenali siapa saja yang perlu lebih waspada. Menurut National Eye Institute (NEI) Amerika Serikat, sebagian besar katarak berkaitan dengan proses penuaan. Sekitar usia 40 tahun, protein di dalam lensa mulai terurai dan menggumpal, lalu membentuk area keruh yang lambat laun meluas.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Katarak
Selain usia, beberapa kondisi berikut dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami katarak:
- penyakit tertentu, terutama diabetes;
- kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan;
- riwayat katarak dalam keluarga;
- cedera mata, operasi mata sebelumnya, atau terapi radiasi pada tubuh bagian atas;
- paparan sinar matahari dalam waktu lama tanpa pelindung;
- penggunaan obat golongan steroid dalam jangka panjang.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, katarak sering tidak menimbulkan keluhan. Seiring kekeruhan lensa bertambah, tanda-tanda berikut mulai dirasakan:
- penglihatan berkabut atau buram;
- warna terlihat pudar dan kurang cerah;
- sulit melihat pada malam hari;
- silau berlebihan terhadap lampu, sinar matahari, atau lampu kendaraan;
- muncul lingkaran cahaya (halo) di sekitar sumber cahaya;
- ukuran kacamata perlu sering diganti.
Gejala serupa juga dapat disebabkan oleh gangguan mata lain. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan katarak umumnya dilakukan dengan melebarkan pupil menggunakan obat tetes, lalu dokter mengamati kondisi lensa dan bagian mata lainnya. Prosesnya sederhana dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Kapan Operasi Katarak Diperlukan?
Pada fase awal, keluhan masih dapat dikurangi dengan kacamata baru, pencahayaan ruangan yang lebih terang, atau kacamata hitam antisilau. Namun, langkah-langkah tersebut hanya membantu sementara dan tidak menghilangkan kekeruhan lensa.
Satu-satunya cara untuk mengatasi katarak secara tuntas adalah melalui operasi katarak. Dokter biasanya menyarankan tindakan ini ketika gangguan penglihatan mulai menghambat aktivitas harian, misalnya membaca, bekerja, atau berkendara. Keputusan waktu operasi sebaiknya dibicarakan bersama dokter berdasarkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan masing-masing pasien.
Prosedur Operasi Katarak secara Umum
Dalam operasi ini, dokter mengangkat lensa alami yang keruh lalu menggantinya dengan lensa buatan yang disebut lensa intraokular (intraocular lens/IOL). Menurut NEI, operasi katarak tergolong sangat aman, dan sekitar sembilan dari sepuluh pasien mengalami perbaikan penglihatan setelahnya.
Sebelum tindakan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menilai kondisi mata dan menentukan jenis lensa yang sesuai. Setelah operasi, pasien perlu mengikuti anjuran perawatan, seperti menggunakan obat tetes mata dan menghindari menggosok mata, agar pemulihan berjalan baik.
Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Mata
Penuaan memang tidak dapat dicegah, tetapi beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kesehatan mata. Gunakan kacamata hitam dan topi saat beraktivitas di bawah terik matahari, kenakan pelindung mata ketika bekerja dengan peralatan berisiko, hentikan kebiasaan merokok, serta perbanyak konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian.
Pemeriksaan mata secara berkala juga sangat dianjurkan, terutama bagi Anda yang berusia di atas 60 tahun atau memiliki diabetes. Dengan deteksi dini, katarak dapat dipantau sejak awal sehingga penanganan bisa direncanakan pada waktu yang tepat.








