Artificial Intelligence, Dampak, & Hubungannya Dengan Karir

Artificial Intelligence, Dampak, & Hubungannya Dengan Karir

Bila kita mengikuti perkebunan dunia , tentu telinga kita sudah tidak asing lagi dengan istilah (). Namun meski begitu, kami yakin beberapa diantara pembaca masih ada yang belum mengenal betul .

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan coba jelaskan mengenai , sekaligus menyampaikan terkait , kira-kira dampak apa saja kedepannya bila ini terus dikembangkan. Yuk simak artikel selengkapnya di bawah ini yah.

 

() ? 

Artificial Intelligence, Dampak, & Hubungannya Dengan Karir

Jangan keliru yah, yang dimaksud disini bukanlah (愛) dalam bahasa Jepang yang artinya cinta. atau yang biasa disebut dengan merupakan kecerdasan buatan yang disematkan pada sistem, guna meningkatkan intelejensi layaknya kecerdasan pada manusia, yakni : mampu berfikir.

Mengingat pesatnya perkembangan , pun telah mengambil banyak peran dalam perkembangan ekonomi dan keamanan di dua saat ini. Meski sejatinya () bukanlah makhluk hidup (benda mati), namun belakang ini banyak yang memperbincangkan kira-kira dampak apa saja kedepannya, bila ini terus dikembangkan. Positif kah? Atau jangan-jangan akan mendatangkan bahaya bagi manusia?

Baca juga  Biografi Bill Gates – Keluarga, Microsoft, Kekayaan, & Filantropi

Berikut beberapa penulis, terkait dampak () jika terus dikembangkan, khususnya dampak terhadap di masa depan.

 

Mendatangkan Ancaman

Salah kemungkinan dari pengembangan AI () adalah munculnya ancaman baru yang akan membahayakan kehidupan manusia. Mungkin bagi sebagian orang pendapat ini terdengar sangat konyol, tapi bagi mereka yang memiliki pandangan jauh umumnya mampu melihat kemungkinan-kemungkinan yang dapat muncul ketika AI ini berkembang tanpa kendali. Sebut saja Stephen Hawking, salah seorang fisikawan dan penulis buku kawakan menyebut: “AI (Artficial Intelligence) bisa saja menghancurkan kita, dengan cara mengalahkan kita (manusia) dalam hal pekerjaan. Lebih kurang begitu tandasnya.

 

Lebih ekstrim dari Stephen Hawking, seorang penis, penemu, dan SpaceX,  yaitu: Elon Musk menyebutkan : AI () adalah “setan”. Elon Musk percaya bahwa AI merupakan ancaman yang besar bagi umat manusia. Mungkin tidak saat ini, tapi dalam beberapa tahun kedepan (-penulis).

 

Dibohongi Oleh AI ()

Dibohongi oleh manusia mungkin sudah biasa, tapi pernahkah Anda berfikir bahwa Anda telah dibohongi oleh sebuah sistem, dalam hal ini ? Tentu sangat tidak lucu. Tapi para pembaca tetap perlu waspada. Sebab ketika kita berbicara mengenai AI, berarti kita sedang berbicara mengenai banyak kemungkinan/peluang untuk terjadinya sesuatu.

Baca juga  Bahaya, Inilah Pengaruh Buruk Jika Anak Sering Bermain Gadget

Ingat, AI atau adalah sebuah yangl mampu berfikir dan mengembangkan pengalamannya untuk mencari sebuah solusi yang menguntungkan. Secara umum AI terbagi menjadi 2 jenis, yaitu: AI strong (kuat) dan AI weak (lemah). AI yang disematkan pada , PC, atau virtual assistant adalah jenis yang lemah. AI lemah ini biasanya telah disetting untuk menjalankan sebuah program yang telah dibatasi kemampuan penalarannya.

Berbeda dengan AI lemah, AI kuat memiliki kemampuan penalaran yang jauh lebih tinggi, serta tingkat kesadaran yang lebih mumpuni dibandingkan dengan artificial intelligence lemah. AI kuat biasanya memiliki sistem otoritas tersendiri untuk mengambil sebuah keputusan yang dihasilkan dari algoritmanya. Keputusan yang diambil oleh AI kuat biasanya tidak terdapat campur tangan manusia di dalamnya.

Beruntungnya, saat ini belum ada AI kuat. Namun berdasarkan pengamatan para ahli, dalam beberapa dekade kedepan bisa saja AI ini diluncurkan, dan salah satu yang perlu diantisipasi adalah jangan sampai kecerdasan dari AI tersebut justru membohongi umat manusia. Sebab tidak kita pungkiri, banyak manusia saat ini yang kecerdasannya kalah oleh robot.

Baca juga  Kejamnya Revolusi di Dunia Bisnis

 

Artificial Intelligence Mengancam

Dalam beberapa aspek, tentu telah mita sadari bahwa kemunculan artificial intelligence ini telah mengambil alih beberapa profesi yang sebelumnya dilakoni oleh kita (manusia). Dalam hal ini, beberapa orang ahli dari PricewaterhouseCoopers pun telah memprediksi. Menurut mereka, di tahun 2030 yang akan datang setidaknya sekitar 21% pekerjaan di Jepang, 35% pekerjaan Jerman, dan 30% pekerjaan di Inggris akan diambil alih oleh system robot. Lebih dari itu, mereka bahkan juga memprediksi setidaknya 50% pekerjaan kita saat ini akan diambil alih oleh robot pada abad berikutnya.

Menyadari bahwa ketatnya persaingan dalam berkarir di masa depan, kira-kira dapatkah kita bertahan?

Mungkin itu saja penjelasan mengenai AI (artificial intelligence), sekaligus penulis terkait pengembangan AI di masa depan, khususnya hubungannya dengan . Bila Anda merasa artikel ini menarik dan bermanfaat, bagikan ke orang-orang terdekat Anda. Mari sebarkan informasi bermanfaat, perluas wawasan dan sampai jumpa pada artikel saya  berikutnya.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Akhbar

   

Nama saya akhbar sanusi. Saya adalah seorang kontributor konten SEO di berbagai media online. Saat ini, saya sedang fokus mendalami dunia desain grafis, tanpa mengesampingkan interesting saya terhadap dunia search engine optimization.