Pahami Kesehatan Mental Anak dan Usia Lanjut di Sekitarmu

Pahami Kesehatan Mental Anak dan Usia Lanjut di Sekitarmu 1

Kasus pandemi Covid-19 di Indonesia masih berlangsung hingga saat ini. Menurut data Satuan Tugas (satgas) Covid-19, jumlah kasus per 18 juli 2021 bertambah 44.721 kasus baru dalam sehari. Total kasus Covid-19 di Indonesia hingga 18 Juli 2021 mencapai 2.877.476 juta.

Penambahan kasus Covid-19 tentu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesehatan masyarakat pada khususnya. Pemerintah telah mengambil langkah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat guna memutus rantai penyebaran dari virus ini. PPKM Darurat saat ini sedang berlangsung hingga 20 Juli 2021 nanti. 

PPKM darurat mewajibkan kita untuk tetap di rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Sistem work from home dan school from home kembali diterapkan, situasi yang mirip seperti awal pandemi. Mengisolasi diri di dalam rumah selama 2 minggu tentu memberikan rasa tidak nyaman dan memberikan dampak pada kesehatan mental masyarakat.

Berdasarkan ulasan yang diterbitkan dalam The Lancet, pemisahan dari orang yang dicintai, kehilangan kebebasan dan kebosanan dapat menyebabkan kemerosotan dan gangguan pada kesehatan mental seseorang.

Gangguan kesehatan mental dapat terjadi pada siapapun diberbagai kalangan dan usia. Kalangan rentan seperti anak-anak dan orang berusia lanjut patut diberikan perhatian lebih.

Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

Anak-anak sama halnya dengan orang dewasa dapat mengalami gangguan kesehatan mental akibat stress, cemas dan isolasi sosial yang terjadi. Apabila kesehatan mental mereka terganggu maka akan timbul perubahan perilaku seperti berikut

  • Perilaku menangis dan menjengkelkan yang berlebihan
  • Peningkatan kesedihan, depresi, atau kekhawatiran
  • Kesulitan dengan konsentrasi dan perhatian
  • Perubahan, atau menghindari, aktivitas yang mereka nikmati di masa lalu
  • Sakit kepala dan rasa sakit yang tak terduga di seluruh tubuh mereka
  • Perubahan kebiasaan makan

Perubahan perilaku yang bersifat negatif diatas haruslah diimbangi dengan keterlibatan lebih orang tua dalam membimbing anak. Orangtua diharapkan mampu mengendalikan stres dengan baik dan tidak menunjukkan kecemasan di hadapan anak. 

Orangtua juga harus meyakinkan anak bahwa rumah adalah tempat teraman dan ternyaman untuk saat ini demi mendukung program pemerintah untuk memutus persebaran virus corona.

Serta mendorong anak untuk beraktivitas secara sehat baik secara fisik dan pikiran. Berolahraga ringan bersama di dalam rumah dan menjelaskan informasi Covid-19 dengan perspektif yang tepat dan positif adalah beberapa caranya.

Gangguan Kesehatan Mental pada Usia Lanjut

Orang berusia lanjut memiliki resiko kesehatan mental yang sangat serius dalam menjalankan isolasi sosial. Orang berusia lanjut sangat tergantung dengan orang yang lebih muda dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. 

Isolasi sosial menuntut setiap individu untuk membatasi interaksi secara fisik pada individu lain. Pada orang usia lanjut kekhawatiran, kecemasan dan munculnya traumatis dapat muncul apabila tidak dapat berkontak atau berkomunikasi secara normal dengan anggota keluarganya.

Seperti halnya pada anak-anak, terdapat perubahan perilaku pada orang usia lanjut apabila kesehatan mental mereka terganggu. Perubahan perilaku tersebut antara lain

  • Perilaku menjengkelkan dan berteriak
  • Perubahan kebiasaan tidur dan makan
  • Ledakan emosional

Kesehatan mental pada orang berusia lanjut dapat dijaga dengan peran aktif dari anggota keluarga terutama yang paling muda. Anggota keluarga dapat meluangkan waktu untuk mengajak berbicara dan ikut serta dalam aktivitas keseharian orang usia lanjut. 

Organisai Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk anggota keluarga sering memeriksa orang usia lanjut yang tinggal di rumah beserta fasilitas yang menunjang perawatan mereka. 

Source :

  • Javed B, Sarwer A, Soto EB, Mashwani Z‐R. The coronavirus (COVID‐19) pandemic’s impact on mental health. Int J Health Plann Mgmt. 2020;1–4. 10.1002/hpm.3008 
  • Yao H, Chen J‐H, Xu Y‐F. Patients with mental health disorders in the COVID‐19 epidemic. Lancet Psychiatry. 2020;7(4):e21 10.1016/S2215-0366(20)30090-0 
  • www.covid19.go.id/ diakses pada tanggal 19 Juli 2021 pada pukul 16.45

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Mario Febryansach