Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila Sebagai Dasar Negara 1

Pancasila merupakan pilar ideologis Negara Indonesia. Kata pancasila terdiri dari dua kata, yaitu kata ‘panca’ yang artinya lima dan kata ‘sila’ yang artinya prinsip atau asas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pancasila adalah lima prinsip atau asas yang dijadikan sebagai pedoman oleh rakyat Indonesia dalan kehidupan berbangsa dan bernegara. Proses pembentukan dasar negara Indonesia yaitu diawali dengan kekalahan Jepang di Asia Timur Raya. Jepang berjanji kepada bangsa Indonesia jika mereka akan memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Kemudian Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai usaha dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Tugas dari BPUPKI yaitu mempelajari semua hal penting terkait politik, ekonomi, tata usaha pemerintahan, kehakiman, pembelaan negara, lali lintas, dan bidang-bidang lain yang dibutuhkan dalam usaha pembentukan negara Indonesia.

Pada sidang BPUPKI I (29 Mei-1 Juni 1945) para tokoh pendiri negara mulai mengusulkan rumusan dasar negara yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.  Akan tetapi setelah sidang BPUPKI I berakhir, Indonesia belum mencapai kesepakatan akhir. Kemudian pada sidang BPUPKI II (10-16 Juni 1945) dibentuklah panitia kecil yang beranggotakan 9 orang untuk merumuskan dasar negara yang sudah dirumuskan sebelumnya agar mencapai suatu kesepakatan. Setelah melewati berbagai diskusi dan pertimbangan, akhirnya bangsa Indonesia berhasil merumuskan dasar negara untuk kemerdekaan Indonesia. Rumusan dasar negara tersebut diberi nama Piagam Jakarta.

Setelah berakhirnya masa kerja BPUPKI, kemudian dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pembentukan PPKI memiliki tujuan untuk mempercepat persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia. Setelah tersebarnya kabar Jepang menyerah terhadap sekutu, disitulah Indonesia mengambil kesempatan untuk mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. PPKI berhasil merumuskan dan mengesahkan pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Negara Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, dengan dasar negara pancasila yang berbunyi ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyatan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.   

Didalam pancasila terdapat lima sila yang mengandung nilai-nilai suatu pedoman hidup yang sangat baik dan apabila dipraktikkan akan membuat kehidupan warga negara Indonesia menjadi lebih baik. Oleh karena itu, nilai-nilai dalam pancasila harus diimplementasikan dalam setiap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sila ketuhanan yang Maha Esa, dalam sila ini dirumuskan untuk menjamin tidak adanya diskriminasi atas dasar agama sehingga negara sebaiknya menjamin kebebasan rakyatnya dalam beragama. Segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan negara harus dijiwai dengan nilai-nilai ketuhanan. Selain itu diharapkan setiap warga negara Indonesia dapat berperilaku selayaknya orang yang beragama. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab, dalam sila ini mengandung nilai-nilai bahwa negara Indonesia harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus dijiwai dengan moral kemanusiaan untuk saling menghargai perbedaan yang ada agar saling menjaga hubungan baik antar sesama. Sila persatuan Indonesia, sila ini menegaskan bahwa dari keberagaman yang dimiliki negara Indonesia kita harus bisa saling menghormati dan menghargai antar sesama. Hal tersebut bertujuan agar persatuan dan kesatuan negara Indonesia dapat tercipta serta tujuan negara Indonesia juga dapat terwujud. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, sila ini berarti komitmen negara terhadap demokrasi yang wajib disukseskan dalam kehidupan. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sila ini berarti pengentasan diskriminasi terhadap minoritas dan kelompok-kelompok lemah yang perlu dihapus. Sehingga nilai keadilan dalam kehidupan sosial bangsa Indonesia dapat terwujud.

Pada awal tahun 2020, banyak negara-negara di dunia yang terkena wabah virus corona. Negara Indonesia juga termasuk salah satu negara yang terkena wabah virus corona. Untuk bisa mengatasi adanya wabah virus corona ini, bangsa Indonesia dituntut untuk menunjukkan implementasi dari setiap nilai-nilai dalam pancasila. Keadaan pada saat ini mengandung semua nilai dasar negara Indonesia, seperti bagaimana efektivitas pemerintahan dalam menangani wabah corona, kepatuhan masyarakat dalam menjalankan aturan yang ditetapkan pemerintah, serta kesadaran setiap orang untuk tidak bersikap mementingkan diri sendiri atau egois. Kunci dari suatu penyelesaian masalah adalah bersatu tanpa memandang perbedaan antar golongan. Kerjasama antara pemerintahan dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk dapat melalui wabah virus corona yang ada di Indonesia.  

Implementasi dari nilai-nilai pancasila saat wabah virus corona terjadi yaitu kita bisa berdoa dan berserah diri kepada-Nya agar wabah virus corona cepat selesai, bekerja sama dalam mengikuti aturan pemerintah untuk menjaga jarak dan menggunakan masker, serta mendukung setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Saat keadaan pandemi seperti ini banyak sekali orang yang mengalami kesulitan, kita sebagai sesama manusia harus saling tolong menolong. Berdasarkan permasalahan diatas, kita dapat menyimpulkan jika nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan nilai yang bersifat universal dan dapat dijadikan dasar untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi. Nilai-nilai pancasila merupakan sumber norma moral bagi penyelenggaraan kenegaraan dan pelaksanaan hukum di Negara Indonesia.

Dengan adanya pandemi ini, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan salah satunya permasalahan ekonomi. Banyak sekali masyarakat yang dipecat dari pekerjaan mereka. Oleh karena itu, pemerintah berusaha untuk membantu masyarakat yang kesulitan. Pemerintah mengadakan bantuan sosial berupa bahan pokok kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, dana yang digunakan untuk memberi bantuan sosial kepada masyarakat di korupsi oleh menteri sosial. Hal itu tentunya bukanlah tindakan yang benar, karena tindakan korupsi tidak sesuai dengan nilai-nilai didalam pancasila. Tindakan korupsi tidak hanya melanggar aturan negara tetapi juga melanggar prinsip dasar negara. Dengan adanya pelanggaran terhadap dasar negara maka cita-cita yang diharapkan oleh Negara Indonesia akan sulit tercapai.

Dalam sila ketuhanan yang Maha Esa, jika kita melakukan korupsi sama saja kita telah berbohong terhadap Tuhan. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab, jika kita melakukan korupsi sama saja kita telah melanggar sila kedua karena kita berarti telah memanfaatkan kedudukan untuk mendapatkan sesuatu hal yang diinginkan diri sendiri dan membuat orang lain mengalami kerugian karena tindakannya. Sila persatuan Indonesia, tentu saja tindakan korupsi yang dilakukan pemerintah menyebabkan masyarakat menjadi tidak percaya lagi dengan pemerintahan itu tentunya sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan negara. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dengan melakukan tindakan korupsi berarti telah melanggar nilai dalam sila keempat. Dalam sila ini mengandung nilai musyawarah, yang artinya segala sesuatu harus dibicarakan secara musyawarah untuk mencapai suatu keputusan yang adil. Dengan melakukan korupsi itu berarti ia tidak menjunjung tinggi musyawarah, karena ia sama saja dengan melakukan tindakan dengan keputusan sendiri. Hal itu bisa membuat Negara Indonesia menjadi terpecah belah. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pada sila ini mengandung makna keadilan. Dengan adanya korupsi itu berarti telah melanggar nilai dalam sila ini, karena dengan korupsi itu artinya terjadi ketidakadilan antara pemerintah dengan masyarakat. Selain itu juga terjadi ketidakadilan terhadap negara sendiri karena sudah menggunakan sesuatu yang bukan haknya untuk dimanfaatkan demi kesenangan diri sendiri tanpa mempertimbangkan tujuan awal hal tersebut.

Dari penjabaran tersebut, dapat kita ketahui bahwa tindakan korupsi adalah tindakan yang sangat melanggar nilai-nilai dari dasar negara Indonesia yaitu pancasila. Dengan adanya pelanggaran nilai-nilai dasar negara bisa menyebabkan kondisi negara menjadi buruk. Maka dari itu, kita harus menanamkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan negara, diri sendiri, maupun orang lain.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.