Pandangan Kaum Milenial & Gen Z Terhadap PNS


Pandangan Kaum Milenial & Gen Z Terhadap PNS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi salah satu profesi idaman bagi masyarakat, banyak juga yang menyatakan kalau PNS termasuk profesi idaman calon mertua.

Mendapatkan penghasilan tetap, serta berbagai tunjangan termasuk tunjangan pensiun menjadi keuntungan yang bisa didapatkan ketika sudah menjadi PNS.

Banyak lulusan SMA sederajat rela belajar mati-matian demi bisa masuk sekolah kedinasan dengan tujuan bebas biaya kuliah dan mendapatkan jaminan kerja setelah lulus.

Namun, di zaman serba instan ini, apakah PNS masih menjadi profesi idaman? khususnya bagi kaum milennial dan gen z.

Kenyataan yang terjadi saat ini, kaum milenial dan gen z sudah banyak yang tidak tertarik dengan profesi tersebut.

Hal tersebut dibuktikan berdasarkan data terbaru dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) per tanggal 26 Mei 2022, di mana banyak CPNS yang mengundurkan diri, tidak tanggung-tanggung jumlah yang mengundurkan diri mencapai 105 orang..

Alasan pengunduran dirinya pun beragam, mulai dari proses seleksi yang kompleks, merasa terkekang dan sulit berkembang,  jobdesk yang monoton, paksaan dari orang tua dan yang paling utama yakni gaji dan tunjangan yang didapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi.

Berdasarkan informasi, penghasilan PNS sendiri telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 15/2019.

Besaran gaji pokok PNS berjenjang sesuai golongan dan lama masa kerja yang biasa disebut dengan Masa Kerja Golongan (MKG).

Jumlah gaji PNS, dihitung berdasarkan capaian pendidikan terakhir dan masa kerja mulai dari kurang dari 1 tahun hingga 27 tahun.

Gaji terendah PNS adalah golongan 1a yang merupakan lulusan SD-SMP yakni di rentang Rp 1,56 juta hingga Rp 2,33 juta.

Untuk gaji PNS golongan II atau dari lulusan SMA dan D-III, gaji terendah berada di antara Rp 2,02 juta hingga Rp 3,37 juta.

Sementara itu, gaji tertinggi berada di antara Rp 2,39 juta hingga Rp 3,82 juta.

Adapun untuk PNS golongan III atau dari lulusan S1 hingga S3 besarannya pun bervariasi, di mana yang terendah dan golongan IIIa yakni berada di rentang Rp 2,57 juta hingga Rp 4,2 juta dan tertinggi di antara Rp 2,92 juta hingga Rp 4,79 juta.

Di samping itu, banyaknya CPNS yang mengundurkan diri juga membuat kerugian bagi pihak BKN, baik secara materiel atau imateriel.

Kursi yang seharusnya telah terisi menjadi kosong kembali. Untuk mengatasi hal tersebut, maka peserta seleksi CPNS yang berada di urutan setelahnya berhak untuk mengisinya.