Paraguay, Negara dengan Bahasa Terunik di Amerika Latin

Paraguay, Negara dengan Bahasa Terunik di Amerika Latin

merupakan sebuah yang terletak di tengah benua . ini memang tidak sebegitu terkenal di kawasan tersebut seperti Brazil, Argentina, Venezuala, Kolombia yang merupakan - besar dan paling berpengaruh di kawasan tersebut.

ini bahkan dapat dikatakan cukup jarang disorot media, entah karena tersebut termasuk yang paling stabil di kawasan atau justru tertutup bagi media asing. Namun dari semua rumor yang beredar, tersingkap fakta bahwa ini memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya istimewa.

Seperti yang telah banyak orang ketahui, - di pada umumnya berbahasa Spanyol dan Portugis, namun tidak dengan , negara ini memiliki bahasa resminya tersendiri yang disebut sebagai bahasa Guarani, yang merupakan bahasa yang digunakan oleh penduduk Indian setempat.

Menariknya penduduk asli Indian yang menggunakan bahasa Guarani hanya sekitar 2 % dari total populasi , sedangkan sebagian besar penduduknya adalah kulit putih dan mestizo.

Ini kemudian banyak terkait dengan sejarah dan geografis dari sebagai negara paling terisolasi di .

Penyebab tidak berbahasa Spanyol atau Portugis

Guarani, penduduk asli setempat yang bahasanya menjadi bahasa resmi
Guarani, penduduk asli setempat yang bahasanya menjadi bahasa resmi

Sebagai satu-satunya negara di yang tidak memiliki garis pantai tentu saja untuk mencapai negara tersebut melalui jalur darat bukanlah hal yang mudah.

Baca juga  Tahun 2023 PNS Honorer Tidak ada lagi ? Ini kata Mentri Tjahjo Kumolo

Inilah yang kemudian menjadikan negara yang disebut sebagai Jantung Amerika Selatan ini sulit dijangkau oleh para penakluk dari Eropa.

Walaupun begitu dimasa lalu, tidaklah terlalu sulit dijangkau melalui Sungai Amazon, yang memungkinkan para penakluk dari Spanyol dan misionaris Jesuit sekitar abad ke-16.

Banyak dari para pejabat Spanyol dan misonaris Jesuit mempelajari bahasa Guarani dalam rangka untuk menjadikan penduduk setempat sebagai aliansinya untuk menaklukan penduduk Inka.

Dalam perkembangan berikutnya, Spanyol berhasil menguasai sebagian kawasan di , dan semakin banyak warga kulit putih Eropa yang mendirikan pemukiman di kawasan tersebut sehingga lambat laun penduduk asli setempat mulai tergeser keberadaannya. 

Ketika akhirnya memperoleh kemerdekaannya sama seperti kebanyakan negara di kawasan pada abad ke-19, negara ini mengalami masa-masa sulit untuk berkembang selain karena perbedaan bahasa tetapi juga harus bersaing dengan dua negara besar di kawasan tersebut, yaitu Brazil dan Argentina.

Bahkan langkah yang cukup ektrem diambil oleh pemimpin negara tersebut, yaitu untuk mengisolasi dari dunia luar.

Jose Gaspar Rodriguez de Francia, salah satu pemimpin pada masa itu  bahkan mengambil ekstrem yang melarang warga Eropa untuk menikah dengan sesama warga Eropa untuk mencegah supremasi rasial, seperti yang terjadi di negara lainnya.

Baca juga  Bagaimanakah Sejarah Negara Macau

ini tentu saja tidak banyak memperoleh keberhasilan karena hanya menambah sejumlah masalah. 

Perang Besar yang Mengubah Wajah

Ilustrasi War of Triple Alliance yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban bagi Paraguay
Ilustrasi War of Triple Alliance yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban bagi Paraguay

Pada tahun 1864-1870 terjadi perang besar di kawasan Amerika Selatan yang disebut sebagai Paraguayan War atau yang dikenal juga sebagai War of Triple Alliance.

Perang ini terjadi antara Paraguay melawan 3 aliansi negara di kawasan tersebut, yaitu Argentina, Brazil dan Uruguay.

Perang ini berakhir dengan tewasnya Marshall Fransisco Solano Lopez , yang merupakan presiden dan pemimpin militer pada saat itu.

Solano Lopez menolak untuk menyerah dan pada akhirnya, bersama dengan segelintir anak buahnya melawan sepasukan musuh dan berakhir dengan peluru menembus badannya.

Fransisco Solano Lopez, Presiden Paraguay yang tewas dalam War of Triple Alliance
Fransisco Solano Lopez, Presiden Paraguay yang tewas dalam War of Triple Alliance

Perang yang berlangsung singkat ini meninggalkan luka yang mendalam bagi Paraguay karena diperkirakan 70-90 persen dari total populasi laki-lakinya tewas dalam perang besar tersebut, semantara banyak perempuan dan kaum lansia yang meninggal karena kelaparan.

Dengan adanya kejadian tersebut, yang baru mendorong pertumbuhan populasi dengan mengadakan imigrasi besar-besaran terutama dari Eropa. Banyak dari imigran yang berasal dari Itali, Jerman, Ukraina datang Paraguay dan menjadi penduduk setempat.

Baca juga  Negara di Kawasan Asia yang Memiliki Kualitas Pendidikan Unggul

Walaupun banyaknya pendatang dari Eropa, tetapi justru bahasa Guaranilah yang tetap bertahan dan keturunan dari para pendatang Eropa yang telah memakai bahasa lokal setempat.

Pada era modern saat ini, memang tidak dapat dipungkiri bahwa penutur bahasa Guarani mengalami penurunan, dikarenakan keterbukaan dan masuknya perngaruh penduduk hispanik dari negara tetangga.

Ini membuat bahasa spanyol semakin banyak digunakan. Namun begitu bahasa Guarani tetap tidak dilupakan dan menjadikan Paraguay memiliki dua bahasa resmi.

Di beberapa kota bahkan penduduknya mencampurkan bahasa guarani dan spanyol menjadi bahasa baru yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yang dikenal sebagai Hopara, yang sayangnya mengurangi kefasihan penduduk tersebut dalam menguasai dua bahasa induknya.

Sampai saat ini Paraguay masih menjadi negara paling terisolir di kawasan dengan sebagian besar penduduknya merupakan diaspora dari para pendatang Eropa.

Namun Paraguay memiliki sejarah unik, dimana negara ini hampir terhapuskan oleh perang besar dengan 3 negara, tetapi akhirnya negara kecil ini dapat bertahan dan membentuk seperti Paraguay yang sekarang ini.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Wicked Minds