Peduli di Tengah Pandemi

Peduli di Tengah Pandemi 1

Akhir-akhir ini timeline di media sosial diwarnai dengan berita duka, bahkan masjid di dekat rumah saya hampir tak pernah absen tiap harinya untuk menyampaikan kabar kematian. Sebagian besar disebabkan oleh Coronavirus  Disease 2019  (COVID-19). Dari banyaknya kabar kematian yang sampai ke telinga saya ada satu cerita yang sangat mengiris hati saya. Siang itu masjid kembali mengumumkan kabar kematian, kali ini tetangga yang rumahnya tidak lebih dari satu meter dari rumah saya. Seorang Ibu muda dan anak yang sedang dikandung meninggal bersamaan. Penyebabnya sang Ibu positif covid. Sebelum dinyatakan  meninggal keduanya sudah berada di rumah sakit namun karena kendala biaya perobatan nyawa mereka tak tertolong. Mendengar isak tangis keluarga dan suami korban membuat semua yang datang dapat menyaksikan bagaimana hancurnya hati mereka. terpisah selamanya. Itu hanya satu dari banyaknya cerita duka di masa pandemi ini.

Coronavirus  Disease 2019  (COVID-19) sendiri terjadi pertama kali di Wuhan, Provinsi  Hubei, China. Pada tanggal 31 Desember 2019 WHO  China Country  Office melaporkan bahwa terjadi kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya. Kemudian, di tanggal 7 Januari 2020, China mengidentifikasi kasus tersebut sebagai jenis baru Coronavirus. pada tanggal 11 Maret 2020, WHO sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.

Tanggal 2 Maret 2020 untuk pertama kalinya penyakit Coronavirus 2019 (COVID – 19) terdeteksi di Indonesia. Hingga pada hari Minggu (15/8/2021) berdasarkan laporan Worldometers  tercatat ada 3.854.354 kasus positif  Covid-19 di Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia masuk dalam lima besar negara dengan jumlah penambahan kasus covid tertinggi.  Pandemi ini mengakibatkan terganggunya stabilitas ekonomi dan produktivitas masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan pada tahun 2020 menjadi penurunan perkembangan pendapatan negara terendah yakni sebesar -13,3 persen atau kisaran  Rp. 1.699,9 triliun.

Melihat fakta-fakta tersebut maka sudah sangat jelas bagaimana krisis yang sedang seluruh dunia alami khususnya di Indonesia . Disaat seperti ini, kita sebagai masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah tetapi juga harus mengambil bagian dalam menolong dan terlibat aktif pada kegiatan  sosial dan kemanusiaan. Mungkin kita akan bertanya apa yang bisa kita lakukan untuk membantu satu dengan yang lain. Nah, di sini kita akan membahas mengenai cara-cara untuk peduli terhadap sesama di masa pandemi.

1 Mulai mendisiplinkan diri sendiri agar taat mengikuti protokol kesehatan meliputi 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak).

2. Tidak menyebarkan informasi-informasi yang belum jelas kebenaranya karena hal tersebut hanya akan memberi rasa panik yang berlebihan akibatnya akan banyak orang yang di rugikan. 

3. Membeli dan menggunakan produk-produk lokal. Hal ini merupakan salah satu cara memperkuat perekonomian.

4. Memberikan bantuan dalam bentuk donasi melalui platform terpercaya misalnya aplikasi Kitabisa.com. Platform ini menjadi salah satu media paling banyak digunakan untuk kegiatan amal. Banyak lembaga terpercaya juga menggunakan platform ini seperti yang baru-baru saja dilakukan oleh lembaga UNICEF Indonesia.

5. Bergabung dengan komunitas-komunitas yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan seperti membagikan sembako gratis, bantuan biaya pengobatan, dan lain sebagainya.

Di masa krisis ini sudah sepatutnya untuk saling menolong. Mulailah ambil aksi nyata untuk melawan penyebaran COVID-19. Mulai dari mendisiplinkan diri sendiri. Kemudian terlibat membantu yang lain.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Edelin