Pelajaran Penting Dari Kasus Tes Mandiri Persebaya Sebelum Melawan Persipura


Pelajaran Penting Dari Kasus Tes Mandiri Persebaya Sebelum Melawan Persipura

Partai lanjutan liga 1 pekan ke-23 yang mempertemukan melawan berakhir dengan kemenangan 2-0 bagi . Yevhen Bokhashvili menjadi penentu kemenangan berkat dua golnya di menit ke-54 dan 66.

Laga yang berlangsung di Gelora Ngurah Rai Denpasar menyimpan kekecewaan untuk skuad . Selain kekalahan yang akhirnya mereka terima, keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelum pertandingan di nilai cukup kontroversi.

Permasalahan ini berawal dari adanya perbedaan hasil tes PCR yang dilakukan oleh PT LIB dengan yang dilakukan pihak kepada pemain.

Awalnya saat tes PCR yang dilakukan PT LIB pada tanggal 5 Februari hasilnya menunjukkan beberapa pemain utama yaitu Bruno Moreira, Alwi Slamat, Koko Ari, Ricky Kambuaya, dan Taisei Marukawa terkonfirmasi Positif Covid 19.

Berpatokan pada pertandingan sebelumnya melawan PSIS Semarang saat itu memiliki total skuad yang tersisa sebanyak 13 pemain.

Akhirnya saat itu PT LIB memutuskan untuk mengadakan tes PCR ulang guna mendapatkan second opinion agar pertandingan tetap sesuai regulasi liga 1 tepatnya pasal 52 ayat 7.

Pada akhirnya setelah tes ulang mendapat dua pemain tambahan yang hasil tes nya negatif.

Bermaksud ingin melakukan hal yang sama seperti melawan psis, pihak memutuskan untuk melakukan tes PCR ulang yang sampelnya diperiksa oleh rumah sakit yang sama dengan sampel LIB.

Pada dasarnya yang dilakukan ini bertujuan untuk mencari pembanding karena melihat pemainnya sebenarnya dalam keadaan sehat.

Setelah hasil tersebut keluar, benar saja akhirnya lima pemain utama yang sebelumnya positif hasilnya menjadi negatif, bahkan mereka juga mendapatkan satu pemain tambahan yang negatif bernama Arif Satria.

Namun tetap tidak bisa mendaftarkan pemain-pemain tersebut meskipun ingin mempertimbangkan second opinion, hal ini disebabkan karena hasil tes yang dilakukan sebelumnya bersama PT LIB menyatakan jika jumlah pemain sudah memenuhi kuota persyaratan minimum dilaksanakannya pertandingan.

Masalah ini kemudian sempat diluruskan bersama oleh Hanif Marjuni selaku manajer media dan PR PT LIB dengan Candra Wahyudi selaku manajer Persebaya melalui Jebreeetmedia TV pada Selasa malam.

Dalam diskusi tersebut Hanif menjelaskan bahwa adanya komunikasi yang kurang antara pihak Persebaya dan LIB menyebabkan permasalahan ini muncul.

Menurutnya yang dilakukan Persebaya memang tidak sepenuhnya salah namun tidak adanya komunikasi terlebih dahulu dengan LIB menyebabkan akhirnya Persebaya tidak mendapatkan kesempatan melakukan second opinion.

Kedepan LIB akan  menjadikan kasus ini sebagai rujukan untuk lebih mempertegas aturan mengenai second opinion agar tidak terjadi kasus yang sama. Menurut Candra sebenarnya pihak Persebaya memutuskan melakukan tes ulang karena hasil tes awal dinilai kontradiktif.

Bagi Candra, second opinion yang dilakukan LIB hanya semata mata untuk kepentingan penjadwalan liga agar tetap berjalan namun mengesampingkan kualitas dari liga yang digulirkan. K

edepannya Candra berharap aturan terkait second opinion segera diperjelas karena belum ada di regulasi, sehingga tim tidak dirugikan dalam keputusan mengambil second opinion.

Kasus ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk PT LIB selaku operator liga dalam melanjutkan kompetisi liga 1 agar tetap memperhatikan kondisi dari masing masing klub peserta yang bertanding.   

Baca Juga

Exit mobile version