Pemerintah Hentikan Subsidi Minyak Goreng, Apa Saja Dampaknya?

Pemerintah Hentikan Subsidi Minyak Goreng, Apa Saja Dampaknya?

Minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat, maka ketika harga minyak goreng naik tentunya akan berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa bulan ke belakang minyak goreng di Indonesia mengalami kenaikan harga.

Hal tersebut tentunya menimbulkan banyak persoalan yang serius terutama bagi masyarakat menengah bawah dan para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama pada UMKM kuliner.

Pemerintah tentunya tidak tinggal diam dengan adanya persoalan-persoalan tersebut, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi beban yang dialami oleh masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan memberikan subsidi minyak goreng curah.

Pada bulan maret 2022 lalu pemerintah mulai menerapkan program subsidi minyak goreng curah dengan tujuan agar dapat mengurangi beban yang dialami oleh masyarakat akibat dari adanya kenaikan harga minyak goreng ini.

Dana yang digunakan oleh Pemerintah dalam memberikan subsidi minyak goreng curah ini berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pemberian subsidi minyak goreng curah ini dilakukan agar harga minyak goreng curah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp14.000/liter atau Rp15.500/kg.

Baca juga  Dua Menteri Ditangkap, Korupsi Semakin Merajalela

Jumah subsidi minyak goreng yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu sebanyak 1,2 miliar liter dan harus menjangkau untuk seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

Dalam hal ini, Pemerintah juga akan melibatkan sekitar 70 produsen minyak goreng dan 225 jasa pengemasan.

Pemerintah juga berharap agar minyak goreng curah tersebut disubsidi tepat pada sasaran.

Maksud dari tepat pada sasaran ini yaitu subsidi minyak goreng curah ini bisa sampai ditangan yang tepat yakni masyarakat menengah bawah.

Pemerintah juga berharap agar para pedagang tidak ada yang memainkan harga minyak goreng curah ini kepada konsumen dan dapat sesuai dengan arahan dari pemerintah.

Namun sangat amat disayangkan bahwa pemerintah harus menghentikan program subsidi minyak goreng curah pada 31 Mei lalu.

Kementrian Perindustrian mengungkap akan menghentikan program subsidi minyak goreng curah.

Bukan tanpa alasan, kebijakan ini diambil menyusul dengan dikeluarkannya dua aturan Kementerian Perdagangan yaitu Permendag Nomor 30 Tahun 2022 dan Permendag Nomor 33 Tahun 2022.

Permendag Nomor 30 Tahun 2022 yang mengatur tentang ketentuan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunan lainnya, sedangkan Permendag Nomor 33 Tahun 2022 mengatur tentang Tata Kelola Minyak Goreng Curah Sistem Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

Baca juga  Imbas Minyak Goreng Mahal, Pemerintah Meluncurkan Program Minyak Goreng Rakyat

Tidak hanya itu, pemerintah juga menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian No 26 Tahun 2022 yang merupakan perubahan ketiga atas peraturan menteri perindustrian nomor 8 tahun 2022 yang mengatur tentang penyediaan minyak goreng curah untuk kebutuhan masyarakat, usaha mikro, dan usaha kecil dalam kerangka pembiayaan oleh badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit.

Dengan adanya penghentiaan subsidi minyak goreng curah ini, tentunya akan membawa dampak yang cukup serius bagi masyarakat, terutama masyarakat menengah bawah.

Masyarakat akan merasa tertekan karena kebutuhan pokok yang terus naik harganya.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengungkapkan bahwa pencabutan subsidi minyak goreng curah ini hanya akan membuat harga minyak goreng semakin jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp14,000/liter atau Rp15.500/kg.

Ia juga mengatakan bahwa para pedagang dan juga konsumen kelas menengah bawah tidak akan cukup dengan adanya Bantuan Tunai Langsung (BLT) sebagai kompensasi, karena jika ditelaah kembali jumlahnya sangat banyak.

Baca juga  Cara Menjernihkan Minyak Jelantah Alami & Sehat

Selain berdampak kepada masyarakat menengah bawah, penghentian subsidi minyak goreng curah ini juga akan berdampak pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama pada UMKM kuliner.

UMKM kuliner tentunya akan merasa kesulitan dalam mengatur keuangan yang mereka miliki untuk membeli kebutuhan lainnya yang digunakan sebagai bahan dalam usaha mereka.

Mereka juga harus mengatur dan mengelola modal yang mereka miliki dengan sebaik mungkin agar dapat memenuhi seluruh kebutuhannya.

Bahkan jika persoalan ini tak kunjung usai maka UMKM juga tidak segan untuk menaikkan harga jualnya.

Selain itu, penghentian subsidi minyak goreng curah ini tentunya juga berdampak bagi pedagang minyak goreng curah yang ada di Pasar.

Mereka harus siap atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin masih akan muncul dari para konsumen mengenai perubahan harga minyak goreng curah yang terus terjadi.

Atas terjadinya permasalahan ini, pedagang dan juga masyarakat berharap agar pemerintah lebih mempertimbangkan kembali mengenai penghentian subsidi minyak goreng curah.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ervita Rahmawati