Penantian Pembelajaran Tatap Muka


Penantian Pembelajaran Tatap Muka 1

Indonesia masih dihadapkan dengan wabah virus corona atau biasa disebut dengan covid-19. Kasus positif covid-19 di Indonesia semakin bertambah, hal tersebut tentunya menjadi duka bagi kita semua. Covid-19 menjadi faktor terbesar yang menghambat berbagai aktivitas terutama di bidang pendidikan. Tetapi kabar duka tersebut akan segera sirna, karena pemerintah Indonesia akan segera menjalankan program vaksinasi covid-19 dan menargetkan membuka sekolah kembali awal juli mendatang.

Oleh karena itu, kita akan membahas lebih lanjut tentang sekolah yang akan kembali dibuka. Sejak bulan Maret 2020, penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan dan sudah banyak mengalami kendala serta hambatan bagi para guru, siswa, maupun orang tua. Salah satu kendala itu dialami oleh seorang siswa yang masih duduk di bangku SMP.

“Selama pembelajaran daring saya kurang memahami materi yang diberikan oleh guru, tugas yang diberikan juga terlalu banyak sehingga membuat saya tidak sempat mengulang materi karena tugas yang menumpuk, kurangnya interaksi dengan teman membuat saya kesulitan dalam bergaul. Selain itu, saya juga sering terkendala sinyal hingga membuat saya ketinggalan materi. Saya sangat berharap sekolah dapat dibuka kembali secepatnya. ” Ujar Fakhri.

Pembelajaran tatap muka memang mempunyai beberapa kelebihan sampai sejauh ini, seperti selama KBM secara langsung siswa akan mendapatkan pemahaman materi lebih baik karena adanya interaksi antara guru dengan siswa. Pembelajaran tatap muka juga tidak membutuhkan koneksi internet sehingga para siswa tidak terlalu boros dalam menggunakan kuota internetnya dan siswa yang berada di wilayah belum terjangkau internet juga tidak mengalami kendala. Selain itu, kelebihan pembelajaran tatap muka lebih fokus dan tidak mudah membuat para siswa stres karena selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) para siswa tidak dapat berinteraksi dengan teman-temannya, tugas yang diberikan juga terlalu banyak, dan selama pembelajaran di rumah sering membuat para siswa tidak fokus karena suasana rumah yang tidak terkontrol dengan baik.

Selain itu, program vaksinasi covid-19 sudah di distribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Para guru dan tenaga pendidik di daerah Indonesia rata-rata sudah mendapatkan vaksinasi dari pemerintah. Para guru dan tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas bagi penerima vaksin, dengan harapan para guru dapat melakukan proses belajar dan mengajar secepatnya. Sistem pembelajaran tatap muka yang diselenggarakan awal juli mendatang akan dilaksanakan secara campuran yaitu pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pembelajaran tatap muka, pembelajaran tatap muka ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna menghindari bertambahnya kasus covid-19. Pemerintah juga menargetkan vaksinasi covid-19 akhir juni sudah selesai bagi tenaga pendidik dan pendidik.

Pembelajaran tatap muka merupakan pembelajaran paling efektif yang dapat diterima oleh para siswa sehingga sudah seharusnya pemerintah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secepatnya. Adanya antusiame dari siswa dan vaksinasi covid-19 menjadi faktor pendukung kembalinya pembelajaran tatap muka juli mendatang. Dengan kembalinya pembelajaran tatap muka memberikan manfaat bagi guru, murid, dan orang tua. Pembelajaran tatap muka  menjadikan murid menjadi aktif kembali baik di dalam dunia akademik dan non akademik. Guru juga dapat memberikan materi dengan baik karena dapat berinteraksi dengan murid secara langsung. Orang tua juga tidak mengalami kewalahan atau kerepotan dalam membimbing anaknya dalam belajar. Dengan dibukanya sekolah kembali memberikan pengaruh positif bagi bidang pendidikan.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Sarah Awaliyah

   

Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap