Penantian Pembelajaran Tatap Muka

Penantian Pembelajaran Tatap Muka

masih dihadapkan dengan wabah virus corona atau biasa disebut dengan . Kasus positif di semakin bertambah, hal tersebut tentunya menjadi duka bagi kita semua. menjadi faktor terbesar yang menghambat berbagai aktivitas terutama di . Tetapi kabar duka tersebut akan segera sirna, karena pemerintah akan segera menjalankan program vaksinasi dan menargetkan membuka kembali awal juli mendatang.

Oleh karena itu, kita akan membahas lebih lanjut tentang yang akan kembali dibuka. Sejak bulan Maret 2020, penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan dan sudah banyak mengalami kendala serta hambatan bagi para guru, , maupun orang tua. Salah satu kendala itu dialami oleh seorang yang masih duduk di bangku .

Baca juga  Benarkah Kita Penutur Asli Bahasa Indonesia?

“Selama pembelajaran daring saya kurang memahami materi yang diberikan oleh guru, tugas yang diberikan juga terlalu banyak sehingga membuat saya tidak sempat mengulang materi karena tugas yang menumpuk, kurangnya interaksi dengan teman membuat saya kesulitan dalam bergaul. Selain itu, saya juga sering terkendala sinyal hingga membuat saya ketinggalan materi. Saya sangat berharap dapat dibuka kembali secepatnya. ” Ujar Fakhri.

memang mempunyai beberapa kelebihan sampai sejauh ini, seperti selama KBM secara langsung akan mendapatkan pemahaman materi lebih baik karena adanya interaksi antara guru dengan . juga tidak membutuhkan koneksi internet sehingga para tidak terlalu boros dalam menggunakan kuota internetnya dan yang berada di wilayah belum terjangkau internet juga tidak mengalami kendala. Selain itu, kelebihan lebih fokus dan tidak mudah membuat para stres karena selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) para tidak dapat berinteraksi dengan teman-temannya, tugas yang diberikan juga terlalu banyak, dan selama pembelajaran di rumah sering membuat para tidak fokus karena suasana rumah yang tidak terkontrol dengan baik.

Baca juga  Mengenal Sekolah Berkuda Prameswari Equestrian, di Sleman, Yogyakarta

Selain itu, program vaksinasi sudah di distribusikan ke berbagai daerah di . Para guru dan tenaga pendidik di daerah rata-rata sudah mendapatkan vaksinasi dari pemerintah. Para guru dan tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas bagi penerima vaksin, dengan harapan para guru dapat melakukan proses dan mengajar secepatnya. Sistem yang diselenggarakan awal juli mendatang akan dilaksanakan secara campuran yaitu pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan

Baca juga  Rekomendasi Web-Drama School Romance yang bisa ditonton di YouTube
, ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna menghindari bertambahnya kasus . Pemerintah juga menargetkan vaksinasi akhir juni sudah selesai bagi tenaga pendidik dan pendidik.

merupakan pembelajaran paling efektif yang dapat diterima oleh para sehingga sudah seharusnya pemerintah menyelenggarakan secepatnya. Adanya antusiame dari siswa dan vaksinasi menjadi faktor pendukung kembalinya pembelajaran tatap muka juli mendatang. Dengan kembalinya memberikan manfaat bagi guru, , dan orang tua.  menjadikan menjadi aktif kembali baik di dalam dunia akademik dan non akademik. Guru juga dapat memberikan materi dengan baik karena dapat berinteraksi dengan secara langsung. Orang tua juga tidak mengalami kewalahan atau kerepotan dalam membimbing anaknya dalam . Dengan dibukanya kembali memberikan pengaruh positif bagi .

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Sarah Awaliyah