Pendaftaran Vaksin Covid-19 dan Lansia Gaptek

Pendaftaran Vaksin Covid-19 dan Lansia Gaptek

telah menunjukkan trend mereda. Meski begitu kewaspadaan harus tetap dijaga. Mengingat karakter virus yang mudah sekali bermutasi dan hidup di udara bebas. Dalam setahun terakhir, program vaksinasi terus digencarkan meski menuai pro dan kontra. Mulai jenis , efek sampingnya, dan urgensi bagi mereka yang ‘setengah’ tidak mempercayai adanya ini.       

Meski begitu, marilah kita berpikir positif saja. Bahwa memang proses pembentukan imunitas dalam tubuh dengan cara ‘memasukkan virus’ ke dalam tubuh. Secara logika, efek samping jelas ada namun bukan hal itu tujuannya. Manakala tubuh mampu bertahan dari ‘pertarungan’ dua virus dalam tubuh maka tubuh akan memiliki kekebalan terhadap virus serupa. Kondisilah yang terkadang kurang bisa diterima oleh awam.           

Baca juga  Jangan ngeyel, Ini 3 Manfaat memakai Masker!

Di sisi lain, proses pemberian di Indonesia sebagai program nasional juga tak lepas menuai pro kontra. Jika saya mengamati hal tersebut hanya karena sengkarut pelaksanaan sosialisasi di tingkat bawah. Betapa pentingnya sosialisasi, yakni memberi pemahaman secara jelas dan mengerti oleh awam sekalipun. Saya contohkan; proses pendaftaran saat ini, saya nilai kurang berpihak kepada yang gagap teknologi (gaptek). Aplikasi yang dibuat pemerintah visinya memang bagus, namun kurang disosialisasikan dengan baik. Akibatnya, terlalu banyak yang mengeluh bahwa memperoleh pasti sangat ribet dan menyita waktu.              

Intinya, jika saya menilai, minimnya pelibatan secara total hingga tingkat bawah (pelosok desa) kurang diperhatikan. Selama ini yang terlibat hingga tingkat bawah hanyalah mereka yang terbungkus baju satgas . Namun bagaimana dengan tokoh masyarakat, pendidik, tokoh agama, tokoh adat, dan sebagainya? Apakah mereka juga dilibatkan dalam rangka sosialisasi pentingnya ?            

Baca juga  5 Tips Aman Memesan Makanan Via Online Saat Corona Melanda

Jelas, jika melihat fenomena hari ini, mereka tidak terlibat secara optimal. Saya contohkan saya (seperti judul tulisan ini), bagaimaba dengan mereka yang lanjut usia dan tentu gaptek? Mereka tentu tidak bisa mengakses laman yang dibuat pemerintah dalam rangka menjaring peserta . Kerumitan semakin meruncing manakala tidak ada masyarakat sekitar tersebut yang peduli. Jujur saja, kondisi seperti ini banyak terjadi di pelosok tanah air.       

Baca juga  Internet Menjadi Nafas Penting Di Saat Pandemi

Lantas apa langkah yang harus dilakukan?                 

Mengingat adalah program nasional maka metode layanan harus menyentuh hingga lapisan masyarakat manapun. Otomatis pelibatan semua lini atau unsur masyarakat harus dilakukan. Caranya? Sosialisasi harus dilakukan secara gencar dan massif. Tidak sekedar mengajak masyarakat untuk datang ke pos pos vaksinasi, tetapi juga pembekalan pengetahuan singkat agar semua warga dapat mengakses laman pendaftaran yang dibuat pemerintah.

Inilah akar persoalannya. Dimana pembekalan atau sosialisasi secara cukup belum optimal dilakukan. Selama ini, hanya mengajak –secara manual—masyarakat bahwa terkesan memaksa untuk datang ke tempat vaksin. Sementara penyadaran dan kemudahan akses laman tidak dilakukan. Padahal menurut saya, itulah yang paling penting. Patut diingat bahwa di pelosok Tanah Air masih banyak yang gaptek dan membutuhkan pencerahan untuk dapat mengakses laman pendaftaran vaksin.            

Kita harus bantu mereka. Siapapun kita harus terlibat secara aktif.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Cucuk Espe