Pendaki Nepal Bersihkan 2.2 Ton Sampah di Gunung Everest

Pendaki Nepal Bersihkan 2.2 Ton Sampah di Gunung Everest 1

Siapa tidak kenal dengan Gunung Everest. Dengan ketinggian 8,848.86 meter Gunung Everest adalah gunung dengan puncak tertinggi di dunia. Dibalik indahnya pegunungan Everest, ada sisi gelap yang tidak banyak terpublikasi, sampah. 

Dilaporkan oleh National Geographic, setiap musim pendakian ada 600 pendaki yang berusaha naik ke puncak Everest, masing-masing pendaki diperkirakan membawa 8 kilogram perlengkapan, mereka juga memiliki pemandu yang bertugas untuk membawa perlengkapan tambahan untuk memasak dan berkemah.                                              

Brand fashion asal Swiss Bally berinisiatif untuk membuat project Bally Peak Outlook Foundation untuk menajaga kelestarian lingkungan di pegunungan. Project ini dimulai dengan membersihkan sampah di pegunungan di Nepal, termasuk gunung Everest. Project ini dimulai pada Mei, 2019 dengan menggandeng para Sherpa, pendaki domestik asal Himalaya yang bertugas untuk memandu pendaki gunung Everest.

Usaha terakhir untuk membersihkan gunung Everest dilakukan pada 9 September 2020. Dua belas pendaki Sherpa membersihkan sampah di 4 lokasi pegunungan di Nepal: Cho Oyu, Everest, Lhotse dan Makalu. Selama 47 hari, para Sherpa berhasil membersihkan sampah sebanyak 2.2 ton!                                 

Para Sherpa mendaki gunung Everest. Sumber: sherpaguidesnepal
Para Sherpa mendaki gunung Everest. Sumber: sherpaguidesnepal

Upaya untuk membersihkan Gunung Everest telah dilakukan oleh pemerintah setempat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Nepal adalah dengan berusaha membersihkan 10 ton sampah sejak tahun 2019. Pemerintah juga mewajibkan para pendaki untuk menaruh deposit untuk biaya kebersihan sebesar 4000 US Dollar (58 juta rupiah dengan kurs saat ini) yang akan dikembalikan jika pendaki membawa pulang 8 kilogram barang maupun sampah ketika sudah selesai melakukan pendakian.               

Gunung Everest. Sumber: Wikimedia commons
Gunung Everest. Sumber: Wikimedia commons

Gunung Everest adalah salah satu sumber utama pendapatan masyarakat setempat. Setiap tahunnya, sebanyak 1 juta warga sekitar yang bekerja sebagai pemandu, juru masak dan berbagai pekerjaan lain meraup total 700 juta US Dollar (Sekitar 10 triliun rupiah dengan kurs saat ini). 

Gunung Everest memiliki nama lain. Masyarakat Tibet memanggil gunung tersebut Chomolungma yang berarti Ibu Suci, sedangkan masyarkat Nepal menyebutnya Sagarmatha yang berarti Dewi Langit. Gunung yang suci dan diagungkan oleh masyarakat setempat.

Saat ini, Gunung everest menjadi tempat yang tidak lagi seindah dulu karena ulah para pendaki yang tidak bertanggung jawab dan buruknya manajemen pengolahan sampah. Berbagai upaya terus dilakukan oleh berbagai pihak agar Gunung Everest dapat kembali ke masa kejayaan seperti dahulu kala. Juga agar keindahan gunung tertinggi di dunia ini dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. 

 

Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bintang Nindya Sangaji

   

Kembali menulis.

Interest pada Olahraga, Korea News, Musik, E-sports dan gaming.

Silahkan kontak twitter @tang__kira jika ingin ada yang dibicarakan dengan tulisan yang saya tulis