Penerapan Teori Keadilan Aristoteles dalam Aplikasi Shopee Food Driver

Penerapan Teori Keadilan Aristoteles dalam Aplikasi Shopee Food Driver

Berbagai aplikasi hadir di Tanah Air seiring dengan bermunculannya beragam jual beli secara daring. Hal ini membuat daya kreativitas dan imajinasi para developer aplikasi berlomba-lomba untuk membuat aplikasi semenarik mungkin.

Termasuk salah satunya aplikasi Shopee Food driver (SFD) yang dapat diunggah melalui Appstore atau Playstore oleh para driver yang sudah menjadi mitra Shopee. 

Aplikasi ini merupakan bagian dari perkembangan teknologi digital yang juga bagian dari mekanisme perdagangan elektronik atau biasa disebut dengan e-commerce.

Sementara hukum perdagangan elektronik di Indonesia sekarang ini hanya diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 yang telah diubah kedalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dinamisasi jual-beli dalam dunia maya menjadi suatu mimpi nyata bagi masyarakat dunia di era sekarang ini, termasuk di Indonesia. 

Masa pandemi Covid-19 yang masih melanda, menyebabkan segala pola hidup dan pola kerja menjadi berubah secara drastis dan spontan. Sangat logis, karena mengikuti protokol kesehatan yang memang seharusnya dilakukan, demi mencegah penularan yang meluas.

Termasuk dalam pola konsumsi sehari-hari kita pun terjadi perubahan, terutama dalam mencari dan mendapatkan sumber-sumber makanan dan minuman demi kelangsungan hidup sebagai manusia normal. 

Maka hadirlah Aplikasi Shopee Food yang mana kita bisa memilih jenis dan beragam makanan dan minuman yang dapat dipesan secara online. Hanya hitungan puluhan menit maka sajian paket makanan dan minuman yang kita pesan dapat terkirim. Sementara para driver Shopee Food menggunakan aplikasi yang berbeda yakni aplikasi mitra Shopee Food Driver (SFD).

Baca juga  Kepoin, Cara Gunakan Aplikasi SHOPEE FOOD

Di dalam aplikasi ini, pamor Shopee tidak kalah dengan marketplace lainnya seperti Gojek dan Grab. Dengan fitur yang menarik, gratis ongkos kirim, serta beragam pilihan produk dan jenis makanan cukup lengkap dan tersedia.

Dari produsen besar sampai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terdaftar dalam aplikasi ini. kombinasi ini mencerminkan simbol dari rasa equity untuk mencerminkan rasa keadilan yang setara antara perusahaan kuliner besar dengan usaha kuliner bermodal menengah ke bawah.

Mengenai rasa keadilan maka tidak jauh rasanya penulis mengingat kembali akan teori dari tokoh filsafat terkenal Eropa yakni Aristoteles. Menurut Aristoteles, hukum mempertimbangkan sebagian besar peristiwa yang situasi dan tipenya bersifat biasa saja, yaitu bukan peristiwa aneh.

Dikarenakan manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya terkadang perilaku manusia tidak sejalan dengan aturan hukum itu sendiri. Menurut beliau juga, aturan hukum yang kaku diperlukan pelunakan hukum atau biasa disebut equity.

Equity inilah yang akan membawa insan sosial dalam berperilaku menjadi lebih adil, meskipun kalimat di dalam undang-undang berkata lain.  

Jika keadilan hadir diantara para pelaku usaha kuliner yang terdaftar dalam aplikasi Shopee food. Maka apakah sama keadilan itu bagi para pengirim paket makanan atau driver? sementara kita tahu bahwa suatu undang-undang atau aturan yang ada harus memiliki tiga tujuan yakni : kemanfaatan, keadilan, dan kepastian hukum.

Baca juga  Kepoin, Cara Gunakan Aplikasi SHOPEE FOOD

Keadilan menjadi tombak penting dalam kesetaraan dalam segala hal. Termasuk hak para driver Shopee Food. 

1. Mekanisme Pengantaran Aplikasi Shopee Food

Pada saat menghidupkan aplikasi SFD, seorang mitra driver harus menggeser tombol  “mulai bekerja”. Jika tidak maka tidak akan mendapatkan orderan pengantaran.

Ketika orderan masuk ke akun mitra driver, maka akan terlihat nama restoran, alamat restoran, serta alamat pengiriman pelanggan, mitra driver juga dapat melihat alur Global Position System (GPS) pada layar akun.

Langkah selanjutnya adalah ketika tiba di restoran yang tertera, maka mitra driver menekan “tiba di restoran” setelah itu maka pihak restoran akan membuat nota elektronik untuk diupload atau di poto oleh mitra driver.

Selanjutnya, menunggu  makanan selesai dipaketkan, dan pihak resto memberikan kepada mitra driver paket yang sudah jadi tersebut.

Setelah selesai diantarkan kepada pelanggan maka mitra driver hanya tinggal menekan menu “selesaikan pesanan” maka selesai sudah alur pengiriman paket makanan oleh seorang driver shopee food. 

2. Seputar Permasalahan Mitra Driver

Dari peristiwa yang memang terkadang jarang terjadi akan tetapi sering kali membuat mitra driver frustasi, sebagai contoh permasalahan itu yakni :

1. Pihak Resto/merchant antara titik GPS nya dengan letak yang sebenarnya sangat berbeda, hal ini menyebabkan kebingungan bagi mitra driver, karena akan memakan waktu yang lama untuk tiba di resto.

2. Pihak resto lupa mematikan aplikasi Shopee Food Merchant, yang menyebabkan pesanan masuk tanpa sepengetahuan merchant, dan mitra driver sudah datang ke resto.

Baca juga  Kepoin, Cara Gunakan Aplikasi SHOPEE FOOD

Ini akan menyebabkan rating dari mitra driver turun drastis yang akan menyebabkan hilangnya bonus yang merupakan hak inti dari seorang mitra driver, sementara kesalahan bukan dipihaknya.

3. Produk makanan yang tidak tersedia atau habis, mitra driver pasti akan stress bila tiba di restoran dan kasir mengatakan makanan yang dipesan tidak ada atau habis.

Mengapa, karena mitra driver akan terus berkomunikasi dengan pelanggan tentang pesanannya, terkadang pelanggan sulit dihubungi bahkan tidak mengangkat telpon dari mitra driver.

Inilah sisi kelemahan aplikasi SFD dimana pelanggan hanya bisa berkomunikasi dengan mitra driver tidak langsung ke restonya, begitu juga resto tidak dapat berhubungan langsung dengan pelanggan.

4. Orderan fiktif, banyak terjadi dan sering kali dilakukan oleh pihak yang tidak bertangungjawab, dimana alamat tujuan pelanggan tidak jelas. Kerugian materi sudah pasti diderita oleh mitra driver. Ini merupakan cerita lama dan klasik, sangat miris kalau direnungi. 

Itulah sisi lain dari aplikasi Shopee Food baik aplikasi pelanggan, mitra driver, maupun merchant. Jika keadilan sudah tumbuh diantara pihak pelaku penjual makanan dan minuman online dalam aplikasi Shopee.

Maka sudah seharusnyalah keadilan juga tumbuh untuk mitra driver demi kelangsungan hidupnya dan keluarganya, sehingga keadilan sebagaimana tujuan dari negara hukum berdasarkan teori Aristoteles dapat terwujud, demi ketangguhan ekonomi bangsa. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Syamsudin Leonard