Pengalaman Saya terbebas dari Gangguan Kecemasan (Anxietas)


Pengalaman Saya terbebas dari Gangguan Kecemasan (Anxietas) 1

Memiliki gangguan kecemasan (anxietas) memang sangat tidak menyenangkan. Itulah yang saya alami pada tahun 2016 Silam. Bisa dikatakan itu merupakan titik nol dalam hidup saya. Semua berawal pada saat saya sedang menyusun skripsi untuk tugas akhir saya di sebuah Perguruan Tinggi. Memang sebelumnya saya merupakan orang yang mudah khawatir.

Setiap ada masalah kecil selalu saya besar-besarkan. Masalah yang kecil selalu terdoktrin dalam pikiran saya sebagai masalah yang besar. Semua masalah kecil itu terkumpul dalam pikiran saya dan meledak disaat saya stress dalam menyusun tugas akhir saya. Bukan tanpa alasan, pada saat itu saya mendapatkan dosen pembimbing yang biasa disebut mahasiswa sebagai “Dosen Killer”. Akibat stress yang saya alami tersebut justru malah mengarah ke masalah kesehatan saya. Saya menjadi orang yang parno an terhadap kesehatan.

www.dw.com
www.dw.com

Pernah suatu hari, saya merasa ada aneh pada mata saya. Mata saya terasa tidak nyaman dan sakit. Kemudian saya mulai takut dan mencari tahu di internet mengenai penyakit saya. Saya selalu menyamakan sakit saya dengan sakit yang buruk yang ada di internet. Karena takut, kemudian saya memeriksakan diri ke dokter spesialis mata yang ada di kota saya. Setelah di cek, dokter mengatakan mata saya baik-baik saja dan tidak ada masalah. Hanya sedikit kering pada mata akibat radiasi HP.

Dihari berikut nya saya tetap merasakan tidak ada perubahan pada mata saya. Saya merasa tidak puas dengan pernyataan Dokter bahwa mata saya baik-baik saja (Biasanya orang yang menderita Anxietas tetap tidak akan percaya jika dikatakan sehat walaupun Dokter yang mengatakannya). Saya menjadi semakin takut karena terus mencari informasi terkait penyakit saya melalui internet. Setelah mencoba mencari tahu penyakit saya melalui internet, akhirnya saya menyamakan penyakit saya dengan penyakit mata yang serius dan berbahaya yaitu “Glaukoma”. 

Karena begitu takut, saya memutuskan untuk memeriksa mata saya ke dokter kembali namun dengan dokter yang berbeda. Anehnya setelah diperiksa, dokter tersebut juga mengatakan kondisi mata saya baik-baik saja dan tidak mengarah ke Glaukoma. Tekanan bola mata saya juga dalam batas normal, berbeda dengan penderita Glaukoma yang memiliki tekanan bola mata yang tinggi.

Saya menjadi semakin stress karena memikirkan penyakit ini, dan sensasi di tubuh saya pun bertambah. saya yang tidak pernah sesak sebelumnya mendadak menjadi sesak nafas, badan saya sakit, leher tegang dan kepala terasa linglung. saya merasa hidup saya akan berakhir hari itu juga. karena orang tua saya melihat saya sesak, kemudian saya dilarikan ke UGD. Dan kalian tahu apa yang terjadi? saat saya sampai di UGD, sesak saya mendadak hilang. dan saya pun kembali kerumah.

mungkin orang normal akan berkata ini konyol. namun inilah perasaan yang kami alami sebagi penderita gangguan kecemasan (Anxietas). saya pun kembali mencari tahu dari internet mengapa saya bisa menjadi sesak. Dan hasilnya?? saya makin stress karena penyakit-penyakit yang berbahaya yang muncul. disaat itu juga fikiran saya tidak terkontrol lagi. orang tua saya pun mengatakan bahwa saya baik baik saja. tetapi saya tidak percaya dan yakin bahwa tubuh saya sedang ada masalah.

puncaknya pada hari itu, saya tidak bisa tidur selama 2 hari karena memikirkan penyakit-penyakit berbahaya. akhirnya orang tua saya membawa saya ke psikiater. Dan saya sangat berterimakasih kepada orang tua saya. Karena disitulah awal mula kesembuhan saya. Awalnya saya memang malu, karena saya merasa hanya orang dengan gangguan jiwa yang pergi ke psikiater. namun karena badan saya sudah lemah dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan, akhirnya saya menuruti saja. 

Di sana saya seperti mendapatkan tamparan terhadap hidup saya. Ternyata dokter psikiater yang saya temui tersebut menderita penyakit berbahaya, yaitu kanker kelenjar getah bening stadium 2. Dia juga menunjukkan bukti diagnosa terkait penyakit yang di deritanya. Dia berkata kepada saya ” Kenapa kamu stress dengan keadaan kamu yang sebenarnya baik baik saja? sementara saya masih tetap berjuang dan tidak menyerah dengan sakit saya”.

Dia juga mengatakan kalau kita hidup jangan seperti permainan catur. Jika permainan catur, saat kita memajukan satu langkah, maka kita harus memikirkan 3 langkah kemudian yang akan kita mainkan. Tetapi jangan biarkan hidup kita seperti itu. Apa yang terjadi hari ini biarlah terjadi. Tugas kita hanya menjalaninya sebaik mungkin tanpa memikirkan apa yang akan terjadi esok. Semalam adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, dan biarlah hari esok menjadi misteri.

banyak orang diluar sana yang tetap optimis dan terus berjuang melawan kanker. tidak pantang menyerah meskipun telah didiagnosa umurnya tidak lama lagi.  Tetapi kamu? kenapa kamu pesimis? kenapa kamu malah berfikir negatif? kenapa kamu berfikir kamu sakit padahal kamu baik-baik saja? kenapa kamu stress di saat sehat, padahal diluar sana banyak yang tetap tenang dan berjuang untuk sembuh melawan penyakit berbahaya? semua pertanyaan dari dokter tersebut seperti menamparku.

Dia menyuruhku untuk memikirkan apa yang dikatakannya kepadaku. Dokter tersebut juga memberikan obat penenang selama seminggu kepadaku karena saya sudah tidak tidur selama 2 hari. Dia juga berkata ” Tenanglah, kamu baik-baik saja. kamu tidak sakit, hanya fikiranmu yang tidak bisa kamu kendalikan. cobalah untuk berfikir positif dan tetap berdoa. Saya harap kamu tidak kembali lagi kesini karena kamu sudah sembuh nanti.

Kamu masih muda, banyak yang harus kamu capai. Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Kamu pasti bisa kembali seperti biasa jika kamu selalu berfikir positif.” dokter tersebut juga berkata, jangan pernah kamu mencari tahu apa penyakitmu melalui media internet. Karena justru itu yang akan mempengaruhi fikiranmu ke arah yang lebih buruk.

Kemudian saya pulang sambil memikirkan kata-kata dokter tersebut. Saya seperti tersadar bahwa benar kata dokter tersebut. Kenapa saya takut terkena penyakit berbahaya padahal saya sudah bolak balik ke dokter dan dokter berkata saya baik-baik saja. Saya mulai mencoba arahan dokter tersebut untuk memulai berfikir positif. Saya juga berhenti mencari tahu mengenai penyakit-penyakit berbahaya di internet.

Saya mencoba menyibukkan diri dengan bersosialisasi ke luar rumah. Awalnya setiap memulai untuk keluar rumah, dada saya terasa sesak dan badan saya terasa lemas. Tapi mendengar ucapan dokter bahwa saya baik-baik saja, saya mencoba melawan sensasi yang muncul. butuh waktu 2 minggu bagi saya untuk melawan fikiran saya ini. Awalnya sangat berat bahkan saya hampir menyerah. Namun Puji Tuhan, semua bisa terlewati.

Sekarang saya telah bisa mengontrol fikiran saya. Seiring berjalannya waktu dada saya juga tidak pernah merasa sesak lagi. dan yang paling mengejutkan saya, mata saya sudah kembali normal lagi. saya tidak merasakan sakit di mata lagi. sampai sekarang penyakit itu tidak pernah lagi datang kepada saya. Setiap hari saya mencoba terus berfikir positif dan menyibukkan diri untuk hal-hal positif agar tidak ada ruang lagi bagi saya untuk memikirkan hal negatif.

Saya tahu banyak diluar sana yang pernah dan bahkan sedang mengalami hal yang pernah saya alami. Namun ketahuilah kalian semua baik-baik saja, hanya kalian belum bisa mengontrol fikiran kalian. Cobalah untuk berhenti memikirkan hal-hal negatif. Berhenti mencari tahu tentang penyakit kalian di internet. jika kalian sakit pergilah ke dokter supaya kalian cepat mengetahui secara akurat mengenai penyakit kalian.

Jangan lupa dekatkan diri kepada Tuhan dan memohon ampun atas setiap kesalahan yang pernah kalian lakukan. Setiap hari cobalah menyibukkan diri kalian dengan hal positif dan coba untuk bersosialisasi dengan orang-orang di luar rumah. Saya tahu awalnya sulit bagi kalian untuk melakukannya. Tetapi jika kalian tetap berusaha dan berjuang melawan fikiran negatif itu, maka semuanya pasti bisa terlewati. 

Setiap orang berhak memiliki hidup bahagia dan tubuh yang sehat. Kita bisa bahagia asalkan kita sendiri mau untuk bahagia. Banyak orang yang ingin bahagia namun fikirannya tidak sejalan dan malah memikirkan hal-hal yang membuatnya tidak bahagia. Tetaplah berfikir positif, Tetaplah sehat. Semoga tulisan ini bermanfaat buat kalian yang sedang berjuang melawan Anxietas. Tetap semangat!


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

RZN

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap