Pengaruh Gerak untuk Kesehatan Otak

Pengaruh Gerak untuk Kesehatan Otak 1

Teknologi adalah pisau bermata dua. Dengan teknologi manusia dapat belajar, bekerja, dan mendapatkan hiburan dengan semakin mudah. Kini hampir semua urusan sehari-hari dapat ditangani di genggaman tangan melalui smartphone. Di satu sisi memang itu sangat nyaman. Saking nyamannya manusia semakin lupa untuk bergerak.

Bergerak, berolahraga sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Beberapa mungkin rutin berolahraga agar badan fit, dan jarang sakit. Ada juga yang rajin berolahraga demi mendapat body goals. Semua motivasi sah-sah saja. Tetapi ada tidak ya, yang berolahraga dengan niatan agar otaknya semakin lancar berpikir, dan semakin kuat mengingat?

Photo by Gabby K from Pexels
Photo by Gabby K from Pexels

Memangnya ada hubungannya antara olahraga dengan kesehatan otak? Ya, melatih otak bukan berarti hanya melakukan aktivitas yang secara langsung berhubungan dengan berpikir, misalnya mengerjakan soal matematika, permainan kata, atau sudoku. Olahraga fisik juga memiliki dampak langsung yang sangat positif bagi otak. Berikut alasan-alasannya.

#1 Memicu lahirnya sel otak baru

Setiap harinya sel otak ada yang mati, dan ada pula yang lahir. John Ratey, pakar psikiatri saraf, menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan seperti kegiatan belajar, meditasi, bersenang-senang, bercanda, melewatkan waktu bersama orang lain akan meningkatkan lahirnya sel otak baru. Namun di antara semua kegiatan tersebut, olahraga memicu tumbuhnya sel otak dalam jumlah yang paling banyak.

#2 Meningkatkan fokus dan konsentrasi

Melakukan kegiatan secara fisik dengan segera akan meningkatkan level dopamin, serotonin, dan noradrenalin. Ketiga zat kimia tersebut bersama-sama akan memberikan stimulasi pada otak, membuat otak dapat fokus secara optimal paling tidak selama dua jam.

Oleh karena itu, jam istirahat sangat penting bagi anak sekolah. Doronglah anak-anak untuk bermain saat jam istirahat. Jadwal kuliah sebaiknya dibuat agar mahasiswa terpaksa berjalan dari ruang kuliah yang satu ke ruang kuliah berikutnya. Lebih bagus lagi jika harus berpindah gedung. Peregangan sangat penting bagi para pekerja kantor yang sehari-hari bekerja dalam posisi duduk. Kadang-kadang berjalan ke pantry untuk membuat kopi sendiri juga bisa dilakukan.

#3 Meningkatkan kemampuan belajar, dan mengingat

Olahraga tidak hanya memperbesar otot. Saat melakukan kegiatan fisik, aliran oksigen semakin lancar bukan hanya ke otot namun juga ke otak. Wendy Suzuki, seorang ilmuwan saraf, menyatakan bahwa olahraga rutin akan memperbesar, dan memperkuat hipokampus, bagian otak yang bertanggung jawab terhadap belajar, dan memori.

Belajar, dan mengingat dalam konteks kerja otak adalah membentuk ikatan sel-sel otak. Saat mempelajari hal baru, ikatan yang baru terbentuk masih lemah. Olahraga dapat mendorong penguatan ikatan-ikatan tersebut.

#4 Kuat menangkal kecemasan

Kecemasan berbahaya bagi otak. Orang yang menderita kecemasan lebih berpotensi mengalami demensia, yaitu berkurangnya fungsi berpikir, dan memori. Hal ini disebabkan karena adanya kortisol, hormon stres, yang merusak bagian-bagian otak yang berkaitan dengan berpikir, dan memori.

Seperti yang telah disebutkan di atas, olahraga meningkatkan level dopamin, serotonin, dan noradrenalin. Level ketiga zat yang naik pesat di dalam tubuh selesai berolahraga menimbulkan keadaan euforia, perasaan gembira. Jika olahraga dilakukan secara rutin, efek euforia tersebut akan menimbulkan perasaan nyaman yang berkelanjutan, bukan sesaat saja.

Photo by energepic.com from Pexels
Photo by energepic.com from Pexels

#5 Tenang menghadapi stress

Sel otak baru yang tumbuh saat sedang berolahraga memiliki GABA neurotransmitter yang juga dikenal sebagai molekul anti kecemasan. Sel otak yang tidak memiliki zat tersebut lebih mudah bereaksi jika berhadapan dengan pemicu stres. Sedangkan sel yang tumbuh bersama GABA neurotransmitter akan lebih dapat membedakan mana ancaman yang sesungguhnya. Oleh karena itu, rutin berolahraga akan membuat otak lebih bagus dalam mengelola stres, dan mengendalikan emosi.

Demikian lima dampak positif bergerak, dan berolahraga bagi kesehatan otak. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk mager. Rutinlah berolahraga. Jangan lupa juga untuk mengambil waktu beristirahat untuk bergerak di sela-sela kegiatan bekerja, dan belajar.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Warna Dunia