Pengaruh Iklan Terhadap Perilaku Konsumen


Pengaruh Iklan Terhadap Perilaku Konsumen 1

Iklan, apapun bentuknya, memberi pengaruh yang besar terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat. Banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan betapa iklan sudah mewarnai kehidupan masyarakat.

Pengaruh iklan tersebut dapat dilihat dari digunakannya idiom-idiom imaginer yang ditampilkan oleh iklan sebagai bagian dari bahan percakapan, meniru busana dan potongan rambut para bintang iklan (terutama dilakukan oleh anak-anak muda), bahkan sampai terbangun mindset bahwa apa yang ditampilkan oleh iklan itulah sesuatu yang ideal dan sempurna.

Pengaruh Iklan Terhadap Perilaku Konsumen 3

Karena iklan dibuat lebih kepada tujuan komersial, maka pengaruh itupun sudah barang tentu tidak hanya dalam konteks sosial-kemasyarakatan, tapi juga pengaruh komersial sebagaimana yang menjadi tujuan awal dibuatnya iklan, yakni membentuk citra jangka panjang sebuah produk guna meningkatkan pangsa pasar.

Dalam upaya untuk membentuk citra jangka panjang ini, pembuatan dan publikasi iklan tentunya tidak hanya dilakukan sekali dua kali saja, tapi dilakukan secara terus-menerus, berkesinambungan, dan berjangka panjang, sebab persepsi publik tidak mungkin dapat diubah hanya dengan sekali sentuh, tapi harus dilakukan berkali-kali.

Butuh dana besar dan napas panjang memang untuk melakukan itu semua, tapi dampaknya sungguh sangat luar biasa dalam membelokkan persepsi publik, dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak suka menjadi konsumen tetapnya.

Pengaruh Iklan Terhadap Perilaku Konsumen 4

Menurut hasil dari sebuah survey, sebanyak 37,6% dari total jumlah responden mengatakan bahwa iklan memberi pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku pemnbelian yang mereka lakukan, sementara responden yang mengatakan kalau pengaruh iklan sangat kecil hanya 7%.

Iklan yang memberi pengaruh besar tersebut tentunya iklan yang dibuat dengan persiapan yang matang, dan dengan tampilan visual yang menawan, serta mengandung pesan atau muatan yang mendalam. Dengan kata lain mampu menyatukan pesan eksplisit dengan pesan implisit.

Lantas bagaimana dengan pengaruh iklan yang jelek dan tidak disukai oleh masyarakat terhadap perilaku pembelian? Masih dari hasil survey yang sama, iklan yang menyebalkan ternyata juga membuat 28,8% dari total responden tidak akan membeli produk yang diiklankan.

Melihat besarnya pengaruh iklan itulah, para produsen atau perusahaan yang bermaksud memasang advertisement harus memperhatikan benar materi yang diiklankan, agar dampak dari promosi yang dilakukan benar-benar dapat mendongkrak pemasaran dan bukan malah justru sebaliknya. (*)


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

aguskurniawan

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments