Jenis-Jenis Penghasilan Tidak Kena Pajak

penghasilan tidak kena pajak

Pernahkah anda mendengar tentang atau mungkin anda sudah cukup rutin untuk memberikan ?

Sebenarnya apakah itu apakah ada jenis yang tidak dikenakan oleh ?

merupakan bagian dari hak serta kewajiban setiap warga . Ada beberapa jenis yang kita kenal saat ini misalnya (), (PPh), penjualan barang mewah (PPnBM), serta bea materai (BM).

Saat ini yang ada di Indonesia ditetapkan berdasarkan tahunan yang didapatkan oleh orang tersebut dengan skema sebagai berikut.

  1. Pajak sebesar 5% diperuntukkan untuk orang yang memiliki tahunan mencapai 50 Juta rupiah. 
  2. Pajak sebesar 15% diperuntukkan bagi mereka yang berpenghasilan lebih dari 50 juta hingga 250 juta rupiah. 
  3. Pajak sebesar 25% diperuntukkan bagi orang yang memiliki dari 250 juta hingga 500 juta rupiah per tahunnya. 
  4. Pajak sebesar 30% diperuntukkan bagi orang yang memiliki lebih besar dari 500 juta rupiah per tahunnya. 

(PTKP)

Jenis-Jenis Penghasilan Tidak Kena Pajak

Jika anda sudah sedikit mengerti tentang pajak penghasilan dan besarnya nilai pajak yang dibebankan maka selanjutnya ada jenis penghasilan yang tidak kena pajak atau sering disebut juga dengan PTKP.

Apakah itu PTKP? Mengapa ada PTKP dan bagaimana mekanisme PTKP?

(PTKP) merupakan jenis komponen yang keberadaannya cukup penting saat menghitung pajak penghasilan.

Jika anda ingin menghitung pajak penghasilan maka PTKP digunakan sebagai jenis komponen yang bertujuan untuk mengurangi penghasilan kotor yang didapatkan oleh wajib pajak.

Berdasarkan pengurangan tersebut nantinya ada akan mendapatkan berapa besar pajak penghasilan yang harus anda bayarkan. 

Tujuan diadakannya (PTKP) yakni untuk melindungi masyarakat yang memiliki penghasilan rendah.

Sebenarnya pungutan yang ada di pajak penghasilan yakni didasarkan pada penghasilan kena pajak.

Jika dilihat lagi, apabila seseorang memiliki penghasilan yang lebih besar tentu saja semakin besar pula pajak yang harus dibayarnya.

Pemerintah Indonesia dalam proses penarikan pajak mengikuti kebijakan progresif.

Apabila anda ingin mengetahui besaran Penghasilan Kena Pajak (PKP) maka anda harus melakukan pengurangan terlebih dahulu dari penghasilan kotor yang anda miliki.

Salah satu komponen yang ada untuk mengurangi Penghasilan Kena Pajak (PKP) yakni (PTKP).

 

Baca juga  Perencanaan Pajak Sebagai Alat Strategi Bisnis Paling Aman & Menguntungkan

Berapa Besaran (PTKP)

Jenis-Jenis Penghasilan Tidak Kena Pajak

Sebenarnya besaran (PTKP) bukanlah suatu angka yang baku karena bisa saja mengalami penurunan atau bahkan kenaikan tergantung pada indeks biaya hidup serta upah minimum saat itu.

Selain itu, inflasi juga cukup berpengaruh untuk mempertimbangkan besaran (PTKP).

Namun, berdasarkan peraturan yang diterbitkan oleh Menteri Keuangan tentang penyesuaian (PTKP) saat ini tarif (PTKP) adalah:

  1. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk diri wajib pribadi bagi orang pribadi sebesar 54 juta rupiah.
  2. Penghasilan Tidak Kena Pajak tambahan untuk wajib pajak yang sudah menikah sebesar 4.5 juta rupiah. 
  3. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tambahan untuk seorang istri yang memiliki suami dan penghasilannya digabung yakni sebesar 54 juta rupiah.
  4. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tambahan yang diberikan untuk setiap anggota keluarga yang sedarah maupun memiliki garis keturunan dengan anak angkat dan ditanggung sepenuhnya yakni 4.5 juta dengan jumlah tanggungan maksimal 3 orang. 

Apabila anda masih bingung, ada beberapa contoh mudah tentang penerapan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) saat ini.

Misalnya Tuan Rahman pada tahun 2019 dengan status kawin serta memiliki anak 1 lalu pada tahun 2020 bulan februari istri beliau melahirkan seorang anak laki – laki sehingga saat ini memiliki dua anak laki – laki.

Jadi, Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) pada tahun 2020 adalah status kawin dengan anak 1. Penerapan ketentuan dalam Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) ditetapkan pada keadaan saat awal tahun pajak atau awal bagian tahun pajak.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Andra Hermawan