Pengobatan Tuberkulosis Menggunakan Takokak

Pengobatan Tuberkulosis Menggunakan Takokak 1

Tuberkulosis (TBC/TB) yaitu penyakit menular yang dapat menyerang seluruh anggota badan. Apa penyebab penyakit TBC? Penyakit infeksius ini terjadi karena jangkitan bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Infeksi yang acap ditemui, terjadi pada bagian paru-paru, sistem syaraf pusat, jantung dan kelenjar getah bening.

Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa TB menjangkit 845.000 penduduk dan angka kematian mencapai 93.000 kejadian. Angka tersebut belum pasti, sebab masih ada sekitar 32 % kasus yang  tidak terlaporkan.

“Indonesia adalah negara dengan beban Tuberkulosis tertinggi ketiga setelah India dan China,” ujar Ma’ruf saat memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang ditayangkan virtual, Rabu, 24/03/2021.

Sementara itu menurut World Health Organization (WHO), jumlah laporan kasus TBC di Indonesia justru menurun sebanyak 25 sampai 30 % pada Januari dan Juni 2020. Ma’ruf memaparkan, sumber daya berkurang akibat terserap untuk menangani COVID-19 sehingga pengumpulan, pelaporan data dan pengobatan Tuberkulosis terdampak. Kasus tidak terlaporkan, disinyalir dapat mengakibatkan kematian tambahan yang dramatis.

Vitamin dan antibiotik biasanya diresepkan sebagai pendamping pengobatan TBC
Vitamin dan antibiotik biasanya diresepkan sebagai pendamping pengobatan TBC

Pencegahan TBC dilakukan dengan konsumsi makanan bergizi, olah raga teratur, memiliki ventilasi rumah memadai dan memberikan vaksin Bacillus Calmette-Guerin ( BCG). Vaksin BCG ialah imunisasi wajib bagi Balita usia 3 bulan. Meskipun begitu anak-anak, remaja dan orang dewasa yang belum menerima vaksin ini perlu untuk mendapatkannya.

Pengobatan Tuberkulosis sering terlambat dilakukan karena pasien tidak menyadari telah terinfeksi. Ketika daya tahan tubuh menurun bakteri menjadi aktif. Gejala tahap awal yang nyata adalah batuk berdahak selama dua minggu lebih. Pada beberapa kasus dahak yang keluar berwarna karat dan berdarah. Saat gejala berlanjut, pasien kehilangan nafsu makan sehingga berat badan menurun.

Lalu, apakah TBC bisa sembuh? Menurut Paul H Edelstein dari University of Pennsylvania, 10 % pengidap TBC beresiko terinfeksi seumur hidup. Namun dengan mengikuti program perawatan medis yang tepat, patogen Mycobacterium Tuberculosis dapat benar-benar hilang dari tubuh. Pasien TB biasa akan menjalani perawatan setidaknya selama 6 bulan dengan terapi antibiotik, multivitamin dan pereda gejala. Peran antibiotik inilah yang mengeliminasi bakteri dari tubuh ketika menjalani pengobatan Tuberkulosis.

Sementara, pasien TB kebal obat akan menjalani terapi jangka pendek sedikitnya 9 bulan. Obat-obatan yang harus diasup beragam jenis, sebab efek samping dan kontraindikasi obat dapat terjadi di banding TB biasa. Bahkan, jika kriteria terapi jangka pendek tidak terpenuhi maka pasien TB kebal obat harus menjalani pengobatan Tuberkulosis minimal 18 bulan. Dengan adanya efek samping inilah, diperlukan obat alternatif pendukung untuk terapi TB.

Peluang Pengobatan Tuberkulosis Menggunakan Herbal

Pengobatan Tuberkulosis perlu segera dijalani jika gejala telah nampak. Sebab jika paru-paru telah terjangkit, pengidap TBC akan mengalami sesak napas, demam, kelelahan dan berkeringat di malam hari. Saat bakteri telah aktif inilah Tuberkulosis dapat menular melalui droplet air liur yang tersebar di udara. Sehingga karantina di rumah sakit perlu dilakukan agar tidak terjadi penularan kepada orang-orang terdekat pengidap TBC.

Pengobatan Tuberkulosis berdurasi lama dapat menjadi kendala bagi pengidap TBC yang bermukim di pelosok. Terapi medis bisa dihentikan dan tidak tuntas dilakukan dengan alasan terkendala biaya serta jarak fasilitas kesehatan. Hal ini bisa terjadi karena 4 sampai 6 minggu setelah mengkonsumsi obat, perbedaan gejala mulai tampak, berkurang dan membaik. Jika edukasi tidak dilakukan, pasien tidak menyadari bahwa bakteri masih bersarang di anggota tubuh.

Saat batuk, asupan makanan bergizi harus ditambah agar imunitas tubuh meningkat.
Saat batuk, asupan makanan bergizi harus ditambah agar imunitas tubuh meningkat.

Untungnya, para peneliti kesehatan mulai menerbitkan berbagai jurnal mengenai tanaman boga obat alternatif TBC. Bahkan riset yang dipimpin dr Arifin Nawas, Sp.P(K), MARS, mendapati bahwa perpaduan sari mengkudu dan jahe merah mujarab sebagai jamu pendukung pengobatan Tuberkulosis Paru. Ekstrak dua tumbuhan herbal ini menguatkan efek obat standar sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat. Tak hanya itu, ramuan ini juga mengaktifkan sistem imun, sehingga penularan TBC bisa dihindari.

Sementara dr. Sunu Pamadyo Tanjung Ismoyo periset Klinik Saintifkasi Jamu, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional-Karanganyar menemukan konsumsi rebusan Rimpang temulawak 15 gram, Rimpang temumangga 15 gram, daun dan batang meniran 5 gram sebagai obat ajuvan Tuberkulosis dapat menghilangkan efek negatif obat medis. Terlebih ajuvan dengan herbal ini menambah efektifitas eliminasi bakteri selama masa pengobatan Tuberkulosis.

Ekstrak bawang putih juga disebut-sebut mampu menjadi obat anti tuberkulosis (OAT). Kandungan zat Asam Sulfat atau Allicin pada bawang putih, diketahui mencegah penyebaran kuman Mycobacterium Tuberculosis dalam sel tubuh. Terapipun sangat mudah, cukup konsumsi dua sendok teh bawang putih mentah satu hari sekali. Pengobatan Tuberkulosis dengan metode ini diyakini telah dilakukan sejak ribuan tahun lalu.

Flora herbal lain yang dikonfirmasi ampuh menyembuhkan TBC adalah Takokak. Tanaman dengan nama latin Solanum Torvum ini memiliki berbagai nama lokal, di Jawa dikenal sebagai Terong Pipit atau Cempipit, penduduk Sumatera menyebutnya Trung Cawing, Rimbang, Pokak atau Tekokak. Sementara nama dagang Internasional tumbuhan ini adalah Turkey Berry atau Mini Eggplant ( Terong mini).

Ampuhnya Racikan Takokak untuk Pengobatan Tuberkulosis

Solanum Torvum tersebar liar di seluruh kepulauan Indonesia. Batang pohonnya yang berduri sering mengganggu petani, sehingga dianggap gulma. Padahal Rimbang memiliki potensi hayati yang tak dapat dikesampingkan. Apalagi zat aktif yang terkandung terbukti adalah zat ampuh dalam pengobatan Tuberkulosis dan berbagai penyakit lain.  Sementara saat ini masyarakat Indonesia menggunakan buah takokak baru sebatas sebagai bahan sayur. Umumnya Takokak diolah menjadi sambal, lalapan atau tumis.

Antibiotik pada Pohon Takokak Bermanfaat dalam Pengobatan Tuberkulosis
Antibiotik pada Pohon Takokak Bermanfaat dalam Pengobatan Tuberkulosis

Kandungan nutrisi Terong Pipit mentah perkilogram adalah air 890 gr, protein 20 gr, karbohidrat 80 gr, serat 100 gr, lemak 1 gr, kalsium 500 mg, fosfor 300 mg, ferum 20 mg, vitamin A 7.500 I.V, vitamin B1 0,8 mg, dan vitamin C 800 mg. 

Selain itu Rimbang juga kaya akan zat kimia bermanfaat. Pada akar Rimbang mengandung jurubine, sedangkan pada buah Rimbang terdapat solasonin 0,1%, cholorogenin, sisologenenone, neo-cholorogenine, panicolugenine, torvogenin, vitamin A, alkaloid steroid kategori solasodin 0,84%.

Kandungan lain yang tak kalah mustajab adalah Methyl Caffeate. Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Ethnopharmacology mengklaim bahwa Methyl Caffeate ampuh mencegah infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis pada tubuh. Selain itu senyawa tersebut adalah antidiabetes karena memaksimalkan produksi insulin.

Bahkan kandungan zat aktif  glyoside, sterol, saponin, flavonoid dan tannin pada Takokak adalah antibakteri yang direkomendasikan International Journal of Mycobacteriology untuk membunuh bakteri penyebab TBC. Zat-zat ini berfungsi sebagai antibiotik dengan cara kerja saling berkaitan. Yaitu, membunuh bakteri, menghambat perkembangannya sekaligus memperkuat imun tubuh dalam proses pengobatan Tuberkulosis.

Karenanya senyawa-senyawa ini berpeluang menjadi terapi utama Pengobatan Tuberkulosis. Lengkapnya senyawa fenolik saling mendukung membasmi bakteri jahat dalam tubuh. Dengan penelitian lebih lanjut, masa depan terapi TB tak terkendala tingginya biaya pengobatan lagi. Apalagi, riset-riset awalan membawa bukti nyata kesembuhan pasien. Dengan tepat pengolahan bahan baku dan sumber daya, riset mengenai dosis serta cara pemakaian,  ekstrak rimbang bisa jadi obat TB asli Indonesia.

Di sisi lain, Takokak mengandung racun glikoalkaloid jenis Solanin. Zat ini jika terserap tubuh dalam dosis besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan, pusing, bicara cadel, gangguan syaraf dan ataksia. Sehingga mengkonsumsi Takokak perlu waspada, meskipun sebagai lalapan atau hidangan mentah tergolong masih aman jika dalam jumlah kecil.

Tak hanya itu, bagi pasangan yang sedang menginginkan buah hati, sebaiknya membatasi konsumsi Takokak. Menurut Balitro, yang diterbitkan pada 2009, buah ini memiliki bahan baku hormon seks untuk kontrasepsi yaitu senyawa Solasodin sebanyak 0,84 %.

Cara Pengobatan Tuberkulosis dengan Mengkonsumsi Takokak

Meskipun menurut berbagai riset senyawa Methyl Caffeate pada Takokak dapat membunuh bakteri TB, namun sebaiknya pengobatan Tuberkulosis dengan cara ini tetap menggunakan saran dokter.

Bahkan, Bunga Takokakpun dapat diracik dalam Pengobatan Tuberkulosis
Bahkan, Bunga Takokakpun dapat diracik dalam Pengobatan Tuberkulosis

Lalu bagaimana meracik Takokak sebagai obat TBC yang aman? Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

1. Mengolah Takokak Sebelum dikonsumsi atau disimpan

 Buah Takokak memerlukan perlakuan khusus setelah dipetik agar tahan lama selama proses penyimpanan. Adapun langkah-langkah pengolahannya sebagai berikut:

a) Buah Takokak yang dipetik sebaiknya belum terlalu tua dan masih hijau

Buah Takokak yang masih hijau, tidak terlalu pahit saat dimasak. Masyarakat Jawa Barat menyukai aroma pengar Pokak sebagai lalapan.

b. Cuci buah Takokak menggunakan sabun khusus makanan

 Bersihkan buah Pokak sampai kotoran benar-benar hilang. Buah yang dipetik dari lahan bisa mengandung bakteri dan mikroba. Bakteri dapat dihilangkan menggunakan sabun anti bakteri food grade. Kemudian tiriskan Pokak.

c. Iris tipis dan jemur pada terik matahari.

Setelah buah-buah Tekokak diiris tipis tata dan hamparkan pada wadah datar kemudian jemur pada terik matahari. Pengeringan dilakukan dengan selama 4 sampai 5 hari. Hasil jadi irisan ini adalah teh Tekokak. Selain buah, bunga Tekokak juga bisa diproses menjadi teh. Simpan dalam toples kaca dan tutup rapat. Pengeringan yang maksimal akan membuat teh Tekokak lebih awet.

d. Giling Takokak kering menjadi tepung.

Tekokak kering dijadikan tepung agar mudah dalam penyimpanan maupun penggunaannya. Proses penepungan menggunakan mesin penggiling atau blender. Jika ditumbuk manual, maka ayak beberapa kali sampai tepung yang dihasilkan benar-benar halus. Tepung Tekokak bisa disimpan langsung atau dikemas dalam bentuk tablet maupun kapsul, sehingga awet dan efektif selama proses pengobatan Tuberkulosis yang relatif lama.

2. Konsumsi buah Takokak sebagai kudapan

Buah Terong Pipit dapat diolah sebagai kuliner enak dalam bentuk lalapan, kue, bothok, tumis, balado, sambal teri dan lain sebagainya. Meskipun dalam bentuk olahan matang, hidangan Terong Pipit ini tak kehilangan khasiatnya. Bahkan dapat menjadi makanan untuk penderita TBC yang bergizi sekaligus menyembuhkan. Melalui proses memasak, kandungan racun Solanin dalam Terong Pipit justru hilang. Maka, metode pengobatan Tuberkulosis dengan olahan kuliner Terong Pipit relatif aman dan tak menjemukan.

3. Seduhan Teh Takokak

Sebagai obat pendamping pengobatan Tuberkulosis, Teh Terong Pipit bisa diminum dua kali sehari saat pagi dan sore. Jangan khawatir, melalui proses pengeringan sebelum menjadi teh, kandungan racun Solanin telah berkurang. Namun, senyawa lain masih bisa dimanfaatkan. Caranya cukup dengan merebus satu sendok makan teh Terong Pipit dengan dua gelas air, sisakan satu gelas. Teh Terong Pipit dapat diminum panas atau dingin.

4. Minum kapsul tepung Takokak

Kandungan anti bakteri pada Cepokak tergolong kelas menengah dibanding obat Tuberkulosis pabrikan. Kapsul tepung Cepokak bisa digunakan untuk obat ajuvan terapi Tuberkulosis. Minum kapsul Cepokak pagi dan sore, masing-masing satu tablet. Menurut berbagai penelitian, obat ajuvan ini meningkatkan proses penyembuhan TBC.

Meski begitu, harus diingat pengobatan Tuberkulosis menggunakan Cepokak sebaiknya hanya sebagai obat pendamping. Pemeriksaan dokter harus tetap dilakukan agar bakteri Mycobacterium Tuberculosis benar-benar tereliminasi dari tubuh.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bangun Hd