Pentingnya Pajak untuk Dunia Medis

Pentingnya Pajak untuk Dunia Medis

Tanpa adanya sumbangan dari pajak, dunia medis tidak akan mampu berkembang hingga saat ini. Bahkan, pada tahun 2020, total dana yang dianggarkan untuk kesehatan mencapai Rp132,2 triliun atau 5% dari Belanja APBN. Adapun Rp97,2 triliun disalurkan ke pusat dan Rp34,9 triliun disalurkan ke daerah (transfer ke daerah).

Terlebih lagi, di tengah pandemi COVID-19, pajak berkontribusi sangat besar dalam dunia medis, loh! Berikut merupakan beberapa catatan anggaran kesehatan sepanjang tahun 2020:

Program Kesehatan

Terdapat beberapa program kesehatan yang dibuat pemerintah untuk menunjang kesehatan masyarakat, baik di kota besar maupun terpencil. Pada tahun 2020, penerima bantuan iuran (PBI) melalui Program Jaminan Kesehatan (JKN) mencapai 96,8 juta jiwa. Adapun anggaran untuk JKN ini mencapai Rp48,8 triliun.

Selain itu, terdapat perluasan lokasi prioritas program penurunan prevalensi stunting (masalah gizi kronis) pada 260 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Target prevalensi stunting pada balita tahun 2020 adalah sebesar 27,1 persen. Tak hanya itu, pemerintah berhasil menyediakan imunisasi bayi berusia 0-11 bulan dengan sasaran mencapai 1,8 juta bayi.

Penyedia Makanan Tambahan (PMT)

Melalui APBN 2020, pemerintah Indonesia berhasil menyediakan makanan tambahan (PMT) kepada 824.600 balita kurus. Selain kepada balita kurus, pemerintah Indonesia juga menyediakan makanan tambahan bagi 466.450 ibu hamil yang mengalami kurang energi kronik (KEK).

Adapun situasi kekurangan energi kronik merupakan keadaan di mana ibu hamil mengalami kekurangan kalori dan protein yang menyebabkan gangguan kesehatan.

Tenaga Kesehatan dan Rumah Sakit

Sepanjang tahun 2020, sebanyak 2.700 tenaga kesehatan ditugaskan ke daerah-daerah tertinggal untuk membantu peningkatan kesehatan di daerah terkait. Terdapat juga 233 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FTKP) yang memiliki sarana, prasarana, dan alat kesehatan.

Selain itu, pemerintah berhasil melakukan penguatan pelayanan kesehatan dasar pada 6.452 puskesmas dan penguatan pelayanan kesehatan rujukan pada 642 rumah sakit. Selain membantu tenaga kesehatan, melalui penerimaan pajak, pemerintah membangun Rumah Sakit Pratama (umum) pada 12 kabupaten/kota, pemberian bantuan operasional kesehatan kepada 9.993 puskesmas, serta bantuan operasional Keluarga Berencana untuk 18.001 fasilitas kesehatan dan 7.144 kecamatan.

Tanpa adanya pajak sebagai penyumbang terbesar pendapatan negara, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat akan sulit berkembang. Oleh karena itu, penggiatan edukasi pajak perlu digencarkan, terutama bagi para calon wajib pajak.

Harapannya, bekal edukasi pajak yang diberikan saat ini akan diterapkan para calon wajib pajak pada masa mendatang sehingga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat turut ditingkatkan.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Axel Baltazhar