Pentingnya Peran Ekosistem Manusia

Pentingnya Peran Ekosistem Manusia

Biasanya ketika mendengar kata ekosistem, maka akan terlintas di pikiran kita tentang ekosistem yang berhubungan dengan tumbuhan dan hewan, pernahkan kalian memikirkan apakah manusia hanya komponen penyusun dalam ekosistem hewan dan tumbuhan atau manusia memiliki ekosistemnya tersendiri?, atau manusia yang membuat lingkungan, ataukah lingkungan yang membuat manusia?

Pengertian ekosistem manusia

Manusia yang berkemah merupakan salah satu hubungan manusia dengan ekoistem alam, sumber: galeri
Manusia yang berkemah merupakan salah satu hubungan manusia dengan ekoistem alam, sumber: galeri

Ekosistem adalah kesatuan dari banyaknya komponen penyusun yang membentuknya, baik komponen yang hidup (biotik) dan komponen yang tidak hidup (abiotik).

Komponen biotik terdiri dari manusia, hewan, dan tumbuhan, sedangkan komponen abiotik terdiri dari air, udara, cahaya matahari, dan lainnya.

Ekosistem manusia ialah interaksi antara manusia dengan lingkungannya dan bersifat mengatur tingkah laku manusia.

Lingkungan atau tempat tinggal dapat di huni oleh organisme atau populasi makhluk hidup yang saling berhubungan dan menggunakan unsur-unsur alam lainnya, seperti kambing dan sapi yang berkompetisi dalam mencari makan.

Fungsi manusia dalam ekosistem

Manusia merupakan makhluk yang berfungsi menjaga dan sangat penting dalam lingkungan karena perannya yang sangat penting manusia diberikan kelebihan seperti akal pikiran dengan akal manusia dapat menaklukkan dan membentuk hal yang lebih besar.

Seperti melakukan reboisasi, memperbanyak tumbuhan dan hewan yang terancam punah, menjaga keseimbangan alam, dan dapat membuat ekosistem tumbuhan dan hewan yang mempunyai fungsi dan bermanfaat bagi semua ekosistem walaupun awalnya hanya dikenal ekosistem tumbuhan dan hewan, lalu terbentuknya ekosistem manusia.

Baca juga  Bagian bagian Mata Manusia

Komponen penyusun ekosistem manusia

Makhluk hidup memiliki tingkatan yang tersusun dari yang paling kecil dan merupakan penyusun makhluk hidup sampai yang paling besar dan mencakup banyak kumpulan komponen abiotik dan biotik.

Dan disebut deretan biologi yang mencakup:

  1. Protoplasma, Zat hidup yang terbuat dari senyawa organik kompleks.
  2. Sel, satuan dasar organisme yang terdiri atas protoplasma dan inti sel.
  3. Jaringan, kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.
  4. Organ, kumpulan jaringan yang khas dan mempunyai fungsi khusus.
  5. Sistem organ, bentuk organ yang terstruktur dan membentuk tubuh.
  6. Organisme, komponen biotik atau makhluk hidup.
  7. Populasi, kumpulan organisme atau individu yang sejenis dan berada pada satu tempat.
  8. Komunitas, semua populasi yang terdiri dari satu tempat dan saling berinteraksi.
  9. Ekosistem, kesatuan dari banyaknya komponen penyusun yang membentuknya, baik komponen yang hidup (biotik) dan komponen yang tidak hidup (abiotik).
  10. Biosfer, merupakan semua keanekaragaman dan berukuran besar dan kompleks.
Baca juga  Keanekaragaman Ekosistem Perairan di Indonesia

Dalam suatu ekosistem makhluk hidup atau komponen biotik terbagi menjadi 2, yaitu:

  1. Makhluk yang bisa membuat makanannya sendiri (autotrof) contohnya tumbuhan dan ganggang, tumbuhan membutuhkan sumber daya seperti air, karbon dioksida, dan cahaya matahari untuk membuat makanannya.
  2. Makhluk yang tidak dapat membuat makanannya sendiri (heterotrof) contohnya manusia dan hewan. Tetapi manusia dan hewan tidak bisa hanya dari komponen yang seperti itu, dibutuhkan makanan yang lebih kompleks seperti beras, gandum, gula, dan sebagainya untuk bahan makanan.

Dampak dan peranan ekosistem manusia

Akal dapat manusia memengang kendali penuh atas semua yang ada di bumi sangat memungkinkan segala tingkah laku atau perbuatannya, baik perbuatan yang kecil atau besar dapat menimbulkan secara langsung maupun tidak langsung kepada ekosistem.

Berbeda halnya dengan hewan dan tumbuhan yang setiap perbuatannya akan tetap menjaga kelestarian ekosistem sebagai hukum alam.

Karena manusia tidak pernah puas atas semua yang telah dimilikinya berbeda dengan hewan yang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (bertahan hidup).

Sebagian besar kerusakan ekosistem disebabkan oleh ekosistem manusia yang tidak memikirkan konsekuensi yang akan ditimbulkan akibat perbuatannya, sisanya disebabkan oleh bencana alam.

Baca juga  7 Tanaman Ampuh Pengusir Serangga dan Bikin Rumah Harum Terus

Kerusakan yang dibuat oleh manusia dampaknya akan lebih lama dan lebih besar daripada kerusakan akibat bencana alam, contohnya pemanasan global akibat gas-gas menghancurkan lapisan ozon dan menghalangi cahaya matahari, yang dampaknya dirasakan kepada semua makhluk secara luas dan selama bertahun-tahun.

Cara mengatasi dampak dari ulah manusia

Alam pun dapat memperbaikinya sendiri dengan cara homeostasis ekosistem, yaitu ekosistem mampu memelihara dan mengatur komponen penyusunnya sendiri, dalam catatan manusia tidak terus merusak karena manusia cenderung mengacaukan sistem pengendalian alamiah yang dilakukan oleh alam.

Dan cara manusia memperbaiki lingkungan sekitar ialah dengan cara sebagai berikut:

  1. Menjaga ekosistem. Seperti menanam pohon, mengurangi pemakaian plastik, mendaur ulang bahan yang sulit dipakai.
  2. Melindungi sumber daya alam dari manusia yang tidak bertanggung jawab.
  3. Menggunakan sumber daya alam secara efisien dan hemat agar tidak habis.
  4. Menggunakan kembali limbah dan bahan-bahan yang tidak di gunakan dengan alat yang lebih modern.
  5. Mencari pengganti sumber daya yang sudah dihabiskan selama ini, seperti minyak, batubara, dan lainnya.
  6. Membuat tempat atau bangunan yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungannya, seperti membuat pembangkit listrik tenaga air, waduk, tempat resapan air, dan lainnya.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

muhammad kemal alfarisy