Pentingnya Seleksi SDM untuk Calon Karyawan

Pentingnya Seleksi SDM untuk Calon Karyawan

Keberlangsungan dan maju mundurnya suatu sangat bergantung pada () di tersebut. Tanpa didukung dengan yang berkualitas dan profesional, suatu tidak dapat berjalan secara optimal meskipun dilengkapi dengan teknologi modern dan memiliki manajemen yang baik sekalipun. Setiap yang menyadari hal itu akan berupaya melakukan “seleksi” agar mendapatkan yang berkualitas dan sesuai dengan kualifikasi .

Seleksi (selection) merupakan salah satu rangkaian proses manajemen sumber daya manusia (MSDM) yakni pengadaan. Proses pengadaan dalam secara umum terbagi menjadi beberapa proses atau tahapan yaitu perencanaan, , seleksi dan penempatan. Secara umum, seleksi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses memilih atau memilah para pelamar kerja di yang sesuai dengan persyaratan atau kualifikasi yang dibutuhkan , yang kemudian akan ditempatkan pada posisi tertentu sesuai dengan kebutuhan (Garaika dan Margahana, 2019).

Seleksi sering disama artikan dengan “rekrutmen”, padahal keduanya berbeda. Rekrutmen lebih merujuk kepada proses atau tahapan dalam mengumpulkan pelamar sebanyak-banyaknya tanpa melihat kualifikasi dari pelamar itu, sementara seleksi merupakan tahapan memilih “kandidat” yang mempunyai kualifikasi sebagaimana dibutuhkan oleh perusahaan. Untuk memperoleh calon dengan kriteria yang diinginkan perusahaan, biasanya suatu perusahaan menggunakan serangkaian tes, seperti tes tulis, tes psikologi dan tes .

Baca juga  Sumber Daya Manusia yang Semakin Tergantikan

Proses seleksi sangat diperhatikan oleh perusahaan, karena seleksi adalah tahapan yang cukup vital untuk memperoleh calon yang unggul atau berkualitas serta profesional di bidangnya. Hal-hal yang biasa diperhatikan perusahaan dalam menyelenggarakan proses seleksi antara lain: pertama, perusahaan terlebih dahulu melakukan perencanaan atau peramalan kebutuhan di perusahaan agar nantinya jumlah yang diseleksi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan perusahaan. Kedua, perusahaan memperhatikan dengan sungguh-sungguh kemampuan intekektual dan kemampuan psikis dari masing-masing pelamar, yang mana hal ini dapat dilihat dari hasil tes tulis dan tes psikologi para pelamar.

Baca juga  Yang Berwenang Mewakili Perseroan Terbatas (PT)

Menurut Hermina dkk (2020), yang memiliki kemampuan intelektual dan psikis yang memenuhi kualifikasi akan mampu menjalankan pekerjaannya secara efektif, profesional dan bertanggung jawab. Ketiga, perusahaan juga memperhatikan faktor usia dari yang akan diseleksi, sebab usia sangat mempengaruhi kinerja dari perusahaan.

Sumber daya manusia dengan usia yang masih terlalu muda umumnya lebih cenderung kurang bertanggung jawab dan memiliki sikap disipin yang rendah, sementara dengan usia yang terlalu tua cenderung menurun produktifitasnya. Oleh karenanya, perusahaan akan menentukan terlebih dahulu kandidat usia yang dibutuhkan sebelum melakukan proses seleksi. Usia yang dinilai bisa produktif dalam bekerja antara usia 20-30 tahun. 

Keempat, perusahaan memilih calon dengan kondisi fisik dan kesehatan yang memadai, sebab ini juga berkaitan dengan produktifitas ketika bekerja. Perusahaan akan menghindari calon yang tidak sehat (memiliki penyakit tertentu), meskipun dalam segi intelektual tersebut unggul.

Selain dipahami dan diperhatikan oleh perusahaan, proses seleksi juga dipahami oleh calon pelamar kerja atau itu sendiri. Calon pelamar biasanya akan memperhatikan hal-hal berikut sehingga berhasil lolos dalam tahapan seleksi: pertama, mempersiapkan berkas administrasi secara lengkap sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaam. Kedua, mempersiapkan kompetensi diri secara akademik untuk menghadapi tes tulis. Ketiga, mempersiapkan kemampuan komunikasi untuk mengahadapi interview atau tes

Baca juga  Benarkah Brainstorming Itu Penting?
. Tes ini adalah tes puncak yang akan menentukan para pelamar lolos atau tidak dalam seleksi.

Dari penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa seleksi merupakan tahapan penting dalam pengadaan di dalam perusahaan. Proses seleksi yang dilakukan dengan baik dan sistematis, akan mampu menyaring sumber daya manusia yang benar-benar berkualitas dan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Dengan yang berkualitas, sumber daya lain yang ada diperusahaan secara otomatis dapat terlelola dengan efektif dan efisien. Dengan demikian, perusahaan akan dapat mencapai tujuannya dengan lebih cepat.

REFERENSI

Garaika dan H. Margahana. 2019. Peran Seleksi (Selection) Tenaga Kerja yang tepat Terhadap Tercapainya Tujuan Organisasi. Jurnal Aktual STIE Trisna Negara. 17 (2): 133-141.

Hermina, C., F. Aulia., S. Safitri., M. H. A. Noor. 2020. Dampak dari Kesalahan Rekrutmen dan Seleksi terhadap Kinerja Karyawan pada Home Industri Q Patyy. Psycho Holistic. 2 (1): 167-183.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Arni Dwi Pratiwi