Pentingnya SKU dalam Manajemen Inventori Kegiatan Wirausaha


Pentingnya SKU dalam Manajemen Inventori Kegiatan Wirausaha

Akhir-akhir ini kegiatan wirausaha menjadi pilihan yang menarik minat banyak kalangan masyarakat Indonesia.

Contohnya saja mahasiswa yang hidup di perantauan dan ingin menambah uang jajan atau tabungan, mereka cenderung memiliki ide-ide kreatif yang tak jarang dikembangkan menjadi suatu peluang bisnis.

Tidak hanya itu kegiatan wirausaha juga seringkali menjadi profesi sampingan bagi beberapa orang yang ingin meningkatkan penghasilan.

Bahkan ibu rumah tangga sekalipun juga bisa melakukan bisnis melalui wirausaha, selain karena waktu yang fleksibel kegiatan wirausaha juga dapat dilakukan dari rumah.

Berdasarkan hal tersebut wirausahawan harus memperhatikan manajemen persediaan terhadap barang yang mereka jual, terutama bagi mereka yang menjual beberapa varian produk, sudah selayaknya mereka menerapkan SKU atau Stock Keeping Unit untuk mengelola jumlah persediaan yang ada.

Penerapan SKU tidak terbatas pada kegiatan usaha dengan skala yang besar tetapi dapat pula diterapkan pada usaha yang baru dirintis atau akan berkembang, dengan demikian kegiatan usaha yang menerapkan manajemen SKU akan lebih terstruktur dan sistematis dalam pelaksanaannya.

Lalu apa sebenarnya SKU itu? Apa saja fungsi dari SKU? Kapan waktu yang tepat untuk menerapkan SKU? Bagamaina cara menerapkan SKU?

Berikut adalah pembahasan lebih lanjut mengenai SKU yang perlu diketahui oleh para wirausahawan.

Apa itu SKU?

Stock Keeping Unit (SKU) merupakan sebuah kode penanda untuk item atau barang yang akan dijual.

SKU juga sering disebut sebagai product number, part number, atau product identifier.

Kode ini biasanya dibuat oleh pemilik usaha dan disesuaikan berdasarkan kategori produk yang dijual.

Untuk mempermudah pengklasifikasian barang pemilik usaha dapat membuat SKU dengan format huruf, angka, maupun kombinasi dari huruf dan angka.

Apabila Anda hendak menerapkan sistem SKU pastikan pengkodean barang tidak terlalu panjang dan mudah dipahami terutama jika Anda memiliki karyawan atau pihak lain yang membantu usaha Anda.

Fungsi dari SKU

Setelah mengetahui pengertian SKU maka dapat disimpulkan bahwa fungsi SKU yaitu mempermudah proses identifikasi barang melalui kode yang telah diberikan, selain itu SKU juga membantu pengelolaan keluar masuknya barang secara lebih efektif dan efisien.

Adapun beberapa fungsi dan manfaat SKU secara lebih detail adalah sebagai berikut.

1. Mempermudah Manajemen Inventori

SKU akan sangat mempermudah dalam pengorganisasian stok barang, walaupun di awal memerlukan waktu yang cukup ekstra untuk membuat kode pada setiap barang dagang, kendati demikian SKU juga akan memudahkan pemilik usaha dalam inventarisasi produk mana saja yang paling diminati konsumen dan produk mana saja yang peminatnya sedikit.

Manfaat lebih lanjutnya yaitu memudahkan pencatatan keuangan terhadap stok barang yang terjual dan yang tersisa pada akhir periode.

2. Mempermudah Pengecekan Ketersediaan Stok

Setelah menerapkan manajemen inventori yang baik maka pengecekan ketersediaan stok barang akan menjadi lebih mudah.

Pemilik usaha bisa memonitor pergerakan barang yang masuk dan keluar dengan mudah hanya dengan melakukan pencatatan berdasarkan nomor atau kode SKU barang. 

Tentunya proses monitoring atau pengecekan tersebut harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kelancaran kegiatan usaha.

Dengan adanya pengecekan rutin maka akan meminimalisir risiko produk yang dobel, tertukar, maupun hilang.

Kapan waktu yang tepat untuk menerapkan SKU?

Pada dasarnya, Stock Keeping Unit atau SKU digunakan untuk menginventaris suatu produk yang memiliki klasifikasi dengan berbagai ragam jenis.

Apabila dalam kegiatan usaha Anda hanya menjual satu jenis barang saja, maka penerapan SKU belum diperlukan.

Manfaat dari SKU akan sangat berdampak pada produk yang mempunyai lebih dari satu jenis ukuran, merk, warna, dan bentuk.

Cara menerapkan SKU

Sebagai contoh, Anda sebagai wirausahawan yang menjual alat tulis kantor hendak membuat SKU untuk produk bolpoin, dengan merek Snowball berwarna hitam.

Maka SKU yang dapat Anda tulis untuk produk tersebut adalah sebagai berikut: SB-BLP-ATK-HTM-042.

Dari kode tersebut dapat diartikan bahwa “SB” menandakan kode untuk merek dari produk bolpoin yaitu Snowball.

Usahakan untuk memberikan kode merek pada bagian depan agar lebih memudahkan pembedaan dengan merek bolpoin lainnya.

Selanjutnya untuk kode “BLP” dapat diartikan sebagai nama produk yaitu bolpoin dan “ATK” menandakan bahwa bolpoin merupakan bagian dari alat tulis kantor.

Kode “HTM” menunjukkan bahwa bolpoin tersebut berwana hitam dan untuk nomor seri 042 menunjukkan urutan alat tulis kantor dari produk bolpoin pada toko Anda.

Tentunya pembuatan SKU dapat dilakukan secara bebas sesuai kebutuhan dan selera Anda, karena tujuan utama dibuatnya SKU adalah untuk mempermudah pengklasifikasian barang, pengecekan stok yang tersedia, dan manajemen inventori.

Ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan apabila Anda tertarik untuk mengatur persediaan barang dagang menggunakan SKU :

  • Usahakan untuk membuat kode sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda juga dapat memberi petujuk tentang kode tersebut pada karyawan atau pihak lain yang membantu keberlangsungan usaha Anda supaya memudahkan proses monitoring saat barang baru saja tiba.
  • Gunakan gabungan huruf dan angka. Apabila varian produk yang anda jual tidak terlalu banyak maka penggunaan kode huruf lebih dianjurkan.
  • Sertakan identitas produk dalam SKU seperti merek, ukuran, warna, jenis, dll.
  • Usahakan agar kode SKU tidak terlalu panjang agar mudah diingat.

Dengan demikian SKU memiliki peranan yang cukup penting bagi para wirausahawan baik dalam skala besar seperti retail maupun skala kecil (UMKM atau bisnis rumahan).

Bagi para wirausahawan yang baru memulai suatu bisnis jangan pernah menganggap remeh penggunaan SKU ini karena manfaatnya akan sangat dirasakan apabila usaha tersebut semakin berkembang.

Baik manfaat dari penggolongan jenis produk, pengecekan jumlah stok yang tersedia, manajemen inventori, dan pencatatan laporan keuangan pada akhir periode.