Penyebab CDI Sering Mati Pada Sepeda Motor


Penyebab CDI Sering Mati Pada Sepeda Motor

Penyebab dari CDI motor sering mati penting untuk Anda ketahui, sebab ini merupakan sistem yang akan memanfaatkan arus pengosongan dari jalur kondensator.

Sehingga Capacitive Discharge Ignition ini mempunyai fungsi yaitu pengatur pengapian pada motor.

Jadi kendaraan yang sering mengalami mogok ini merupakan dikarenakan pengapian pada komponen CDI yang gagal hingga mati.

Tentunya ada banyak sekali apa saja penyebab yang membuat komponen itu menjadi mati. Apa saja?

Penyebab CDI Motor Sering Mati dan Wajib untuk Anda Simak

Hampir semua orang ketika ini telah mempunyai kendaraan, minimalnya sepeda motor.

Sebagai salah satu device teknologi yang canggih, maka sepeda motor juga tidak pernah luput dari yang namanya mogok alias rusak

Sedangkan CDI sendiri merupakan salah satu komponen pada sepeda motor yang mempunyai peranan sangat penting, sebab mempunyai peran utama dalam sistem pengapian.

Apabila telah terjadi masalah pada motor, ketika tidak dapat menyala ketika hendak distarter.

Khususnya pada jenis motor matic, maka komponen CDI ini sama dengan seperti ECU.

Tentunya ada beberapa penyebab mengapa komponen ini bisa mengalami kerusaksak atau bahkan mati. Lantas apa saja penyebabnya? Simak ini!

Busi yang Bermasalah

Penyebab CDI sepeda motor sering mati yang pertama ialah dikarenakan busi yang sudah tua atau sudah banyak mengalami kerusakan.

Hal tersebut bisa kita ketahui ketika motor sedang kita starter, namun muncul letupan kecil pada bagian knalpotnya.

Biasanya penyebab dari busi bisa terputus dikarenakan masa pakainya telah habis, sehingga harus segera kita ganti dengan yang baru.

Tidak hanya itu, melainkan busi yang putus juga bisa saja terjadi disebabkan isolator putus pada komponen tersebut.

Pulser yang Putus

Bahkan pulser sering ditemui menjadi penyebab mengapa CDI mati.

Jadi pulser sendiri merupakan alat penting pada rangkaian motor yang terbuat dari besi dan kandungan magnet lalu dililitkan pada kawat tembaga.

Umumnya jenis kawat tembaga tersebut juga lebih halus dan pada saat pulser menempel pada logam, maka dapat mengalirkan listrik.

Sehingga aliran listrik yang akan dikirimkan langsung ke CDI dan apabila sudah putus maka akan menyebabkan  CDI mati.

CDI Sudah Tidak Layak

Jika CDI pada motor kesayangan Anda sering mati, maka salah satu penyebab utamanya ialah dikarenakan CDI sudah tidak layak.

Untuk dapat mengetahui bagaimana kondisi seperti ini, Anda bisa melihat di bagian percikan busi.

Apabila percikan api menghilang, itu menandakan memang ada masalah di bagian tersebut.

Selanjutnya ciri apabila CDI sudah tidak layak lagi, pada mesin akan terasa tersendat-sendat apabila menginjak putaran tinggi.

Jika kedua tanda tersebut sudah Anda rasakan, sebaiknya segera membawanya ke bengkel terdekat.

Apabila Anda sudah mengetahui beberapa penyebab CDI motor sering mati seperti diatas, maka penting untuk segera melakukan perawatan.