Peran Orangtua dalam Mencegah Stunting pada Anak di Masa Pandemi

Peran Orangtua dalam Mencegah Stunting pada Anak di Masa Pandemi

Keluarga  adalah bagian terkecil dari masyarakat, yang terdiri dari ayah,ibu,dan anak bahkan ada juga yang hanya terdiri dari ibu dan anak ataupun ayah dan anak saja.

Karena keluarga merupakan bagian masyarakat maka setiap kegiatan yang dilakukannya bersifat sosial.

Dimana  kedudukan ayah dan ibu sebagai orangtua yang perannya untuk membimbing anak-anaknya.

Keluarga juga mempunyai peran penting dalam mendidik anak-anaknya agar berhasil untuk menyesuaikan diri mereka dengan lingkungannya.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa keluarga mempunyai peranan penting bagi anak untuk mendapatkan pendidikan dan penyesuaian diri terutama orangtuanya.  

Orang tua merupakan guru pertama yang mengajari anaknya tentang banyak hal termasuk kebiasaan hidup bersih dan sehat saat dirumah.

Jika orang tuanya telah mempraktikkan hidup bersih dan sehat, maka secara tidak langsung anaknya pun akan mencontoh kebiasaan yang mereka sering lihat apa yang orang tuanya lakukan.

Anak juga harus kita latih untuk selalu membersihkan badan dan juga anggota badan lainnya.

Perilaku hidup bersih dan sehat di masa pandemi Covid-19 menurut Gani, Istiaji, & Pratiwi, tahun 2015  merupakan pelaksanaan untuk membangun  keadaan yang tenang dan tentram bagi setiap individu, kelompok, dan masyarakat untuk memperbaiki, mempertahankan, menegakkan, dan meningkatkan perilaku melalui penerapan pola hidup sehat dan peningkatan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Baca juga  Mengenal Apa Itu Sindrom Autis

Banyak dampak yang kita rasakan pada saat Covid-19 terutama krisis ekonomi, sosial, kesehatan dan pendidikan yang parah.

Krisis ekonomi dapat menimbulkan beberapa pengaruh negatif yang dirasakan oleh perempuan seperti  ibu, anak, dan remaja.

Banyak ibu hamil yang ditelantarkan oleh suaminya karena ekonomi yang tidak memenuhi kehidupan sehari-harinya sehingga dapat mengancam kesehatan ibu dan anak.

Banyak juga anak kecil yang mengalami kelaparan dan stunting.

Menurut pendapat Almatsier tahun 2014 bahwa anak balita merupakan golongan yang secara tidak langsung terkena dampak pandemi Covid-19 di bidang kesehatan, akibat gangguan gizi yang diukur dari keadaan tubuh sebagai hasil dari asupan makanan dan konsumsi zat gizi serta memberikan gambaran keadaan keseimbangan antara asupan makanan dan kebutuhan gizi pada tubuh, yang diukur dari pertumbuhan fisik, tinggi badan dan antropometri.

Stunting merupakan kekurangan gizi yang terjadinya saat masa balita dan mengakibatkan pertumbuhan yang tidak sempurna pada masa berikutnya.

Pendapat ini dapat diperkuat oleh pengertian stunting menurut (World Health Organization, 2015) merupakan gangguan tumbuh kembang yang terjadi pada anak akibat dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak sesuai pada anak umum seusianya. 

Stunting yang dialami anak dapat disebabkan oleh tidak terpaparnya periode 1000 hari pertama kehidupan mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan.

Baca juga  Mengapa Anak-anak Menyukai Film & Petualangan yang Bersifat Horor? Adakah Manfaatnya?

Stunting dapat pula disebabkan tidak melewati periode emas yang dimulai 1000 hari pertama kehidupan yang merupakan pembentukan tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama.

Pada masa tersebut nutrisi yang diterima bayi saat didalam kandungan dan menerima ASI memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat dewasa.

Stunting di masa balita sangat berpengaruh di masa remaja ataupun masa dewasanya karena akan menyebabkan banyak tekanan terhadap batin maupun fisiknya dan dia akan merasa tidak percaya diri atas dirinya sendiri yang disebabkan mempunyai perkembangan fisik yang tidak ideal dan tidak normal dari lingkungan sekitarnya.

Faktor utama yang menyebabkan stunting yang harus kita ketahui yaitu gizi pada ibu hamil karena status gizi ibu hamil sangat berpengaruh pada perkembangan dan kesehatan janinnya.

Gangguan pertumbuhan dalam kandungan dapat menyebabkan menurunnya atau rendahnya berat anak saat lahir, dan hal itu akan mengakibatkan terjadinya stunting pada anak kita.

Seperti yang dijelaskan di atas banyak ibu hamil yang diceraikan pada saat covid-19, sebab itu pula ibu hamil banyak yang tidak memperhatikan pola makannya dan tidak menjaga makannya dengan makanan yang bergizi karena tidak ada biaya untuk membeli makanan yang bergizi, seperti yang kita ketahui bahwa makanan yang bergizi kebanyakan harganya lebih mahal daripada makanan yang biasanya.

Baca juga  Yuk Bikin Acara Liburan Di Rumah Yang Berkesan Bersama Anak-anak

Stunting juga mempunyai faktor lain yang sama pentingnya untuk kita ketahui, yaitu :

1. Pola asuh orang tua yang tidak baik seperti kurangnya pengetahuan orang tua tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, kurang asupan ASI yang eksklusif pada balita, beberapa pada usia anak 0-24 bulan tidak  menerima makanan pengganti ASI.

2. Terbatasnya pelayanan kesehatan, contoh: menurunnya tingkat kehadiran anak di posyandu.

3. Kurangnya pemberian makanan yang bergizi yang disebabkan turunnya pendapatan penghasilan orang tua dan harga makanan gizi yang mahal.

4. Kurangnya fasilitas sanitasi yang mengakibatkan masyarakat BAB (Buang Air Besar) di tempat terbuka dan mencuci beras menggunakan air kali.

Ciri-ciri yang terjadi pada anak stunting dapat kita kenali sebagai berikut: Berat badan dan tinggi badan tidak sesuai dengan umurnya, perkembangan otaknya lambat, keterbatasan dalam kemampuan kognitif sehingga tidak mampu bersaing dengan orang lain baik dalam pekerjaan maupun dalam pelajaran, tanda pubertas terlambat.

Dampak stunting yang sering terjadi pada anak kita yaitu tinggi badan dibawah rata-rata, mengganggu metabolisme,pertumbuhan dan otot, menurunnya daya serap pada tingkat kecerdasan anak sehingga berpengaruh pada kemampuannya saat beranjak dewasa, berisiko terkena penyakit degeneratif seperti jantung atau hipertensi, sulit berkonsentrasi dan tidak percaya diri. 

Dari beberapa penjelasan stunting di atas, maka kita ketahui bahwa stunting sangat bahaya bagi kesehatan anak dan sebaiknya kita mencegah terjadinya stunting dengan cara, sebagai berikut : 

1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil.

2. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

3. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat.

4. Terus memantau tumbuh kembang anak

5. Selalu jaga kebersihan lingkungan

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Syafa Delyazdi Sutisna