Perbedaan Perjanjian antara Perorangan & Perseroan Terbatas (PT)

Perbedaan Perjanjian antara Perorangan & Perseroan Terbatas (PT)

Pengertian Perjanjian menurut Kamus Besar Bahasa yakni  persetujuan (tertulis atau dengan lisan) yang dibuat oleh dua pihak atau lebih, masing-masing bersepakat akan menaati apa yang tersebut dalam persetujuan itu.

Mungkin terlihat mudah apabila Perjanjian itu dibuat antara Orang Pribadi dengan orang pribadi biasanya hanya cukup dengan identitas KTP saja. Apabila sudah menikah, tinggal ditambahkan saja tanda tangan istri atau suami sebagai pihak yang menyetujui tindakan suami atau istri didalam perjanjian tersebut. Namun bagaimana apabila Perjanjian tersebut dibuat dengan sebuah atau dalam hal ini Penulis akan membahas ()?. Tentulah sangat berbeda dengan perjanjian dengan biasa karena merupakan salah satu Badan Hukum yang tentunya banyak orang yang bekerja di sana, akan tetapi bagaimana membuat perjanjian dengan dengan benar atau lebih tepatnya perwakilan dari tersebut merupakan orang yang sah untuk mewakili Perusahaannya dalam membuat perjanjian dengan orang lain atau pihak lain. Sedangkan Perjanjian dengan tentu yang mewakili dan berwenang adalah orang itu sendiri.

Baca juga  Yang Berwenang Mewakili Perseroan Terbatas (PT)

Perjanjian bisa dibuat antara dengan , dengan badan hukum, atau badan hukum dengan badan hukum. Sebelum melihat kepada Perjanjiannya. Syarat-syarat sebuah Perjanjian dikatakan sah secara hukum terdapat dalam Pasal 1320 KUHPerdata yang isinya adalah “Kesepakatan mereka yang mengikatkan diri, kecakapan untuk membuat suatu perikatan, suatu pokok hal tertentu, suatu sebab yang halal”.

Menurut hukum positif, hal tersebut diatur dalam Pasal 1338 KUHPerdata yang isinya “Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan berlaku sebagai bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh ”. Menerangkan bahwa Perjanjian yang dibuat oleh Para Pihak merupakan bagi yang membuatnya, yang artinya para pihak yang telah mengikatkan diri dalam suatu perjanjian haruslah mematuhi seluruh isi dari perjanjian yang telah dibuatnya.

Secara Umum Pengertian dari atau () dalam Pasal 1 angka (1) Nomor 40 Tahun 2007 tentang yakni adalah “badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam ini serta peraturan pelaksanaannya”. Tentu sebuah pasti memiliki Akta Pendirian yang merupakan hal yang wajib sebelum tersebut beroperasi atau melakukan kegiatannya sebagaimana Pasal 7 Nomor 40 Tahun 2007 tentang .

Baca juga  Apa saja Organ PT ?

Lalu, dimana beda antara perjanjian dengan yang notabanenya merupakan badan hukum ?.

Perjanjian Dengan

Perbedaan Perjanjian antara Perorangan & Perseroan Terbatas (PT)

Syarat perjanjian antara dengan yakni melihat Pasal 1320 KUHPerdata dan bukan anak dibawah umur atau orang yang berada di bawah Pengampuan (Pasal 434 KUHPerdata). Apabila syarat tersebut terpenuhi. Maka tentulah hal yang diperjanjikan tersebut dianggap sah sepanjang tidak ada pihak-pihak yang berkeberatan di dalam Perjanjian tersebut.

Perjanjian dengan setelah ditandatangani oleh para pihak yang membuatnya, alangkah lebih baiknya di Foto Copy Kartu Identitas Para Pihak yang membuat perjanjian tersebut dan para saksi-saksinya.

Baca juga  Apa saja Organ PT ?

 

Perjanjian Dengan atau ()

Perbedaan Perjanjian antara Perorangan & Perseroan Terbatas (PT)

Perusahaan atau () merupakan Badan Hukum dan memiliki perusahaan yang tugas dan wewenangnya berbeda-beda. Menurut Pasal 92 ayat (1) dan ayat (2) Nomor 40 Tahun 2007 Tentang (), yang berhak mewakili Perseroan baik didalam maupun diluar Pengadilan ialah Direksi, kecuali ditentukan lain oleh Anggaran Dasar.

Maka, apabila ingin membuat perjanjian dengan agar melihat terlebih dahulu anggaran dasar tersebut dan melihat anggaran perubahan terakhir tersebut mengenai susunan perusahaannya sebelum menandatangani perjanjian tersebut. Apakah benar orang yang mewakili tersebut merupakan orang yang berwenang untuk mewakili atau bukan.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

 

Referensi :

Kamus Besar Bahasa

 

Dasar Hukum :

Kitab Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek Voor Indonesie atau BW, Staatsblad 1847 No. 23)

Nomor 40 Tahun 2007 Tentang .

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Arief