Percayalah, Menghilang Setelah Ditolak itu Sedikit Lebih Baik


Percayalah, Menghilang Setelah Ditolak itu Sedikit Lebih Baik 1

Friend zone adalah salah satu yang ditakutkan oleh banyak orang. Seringkali friend zone atau zona teman menjadi salah satu cara penolakan halus dari yang menolak cinta. Kelihatannya, zona teman seperti rasa simpati dari yang menolak cinta. Namun jika kita tidak cermat menelitinya, kita justru akan menyesal nanti. 

Ada banyak alasan mengenai mengapa sebaiknya kita menghilang atau pergi setelah ditolak. Menghilang setelah cinta ditolak itu memang tidak menghilangkan dampak buruk dari ditolak itu sendiri. Tapi yang pasti, dengan menghilang justru akan membuat kedepannya sedikit lebih baik.

Banyak orang tertipu akan manisnya zona teman. Seperti misalnya: “Setidaknya bisa jadi temannya.” Jangan tertipu dulu. Jadi temannya atau tidak, kita tetaplah ditolak. Namun manisnya zona teman ini seakan memberikan harapan di hati kecil untuk berjuang lagi. Lalu berakhir di kemungkinan ditolak lagi.

Ketika berada di zona teman, pada awalnya memang akan terasa baik-baik saja. Hanya saja lama kelamaan akan ada perasaan kecewa di hati kecil kita seperti: kecewa pada diri sendiri, kecewa akan kegagalan, dan kecewa karena hal lainnya. 

Selain itu, tak menutup kemungkinan juga selama berada di zona teman kita akan menyaksikan orang yang kita impikan berdekatan dengan orang lain, bahkan lebih parah lagi bisa menyaksikan dia menjalin hubungan dengan yang lain. Hal ini justru akan memperparah kondisi kita, bahkan membuat kita trauma untuk jatuh cinta lagi.

Maka dari itu, menghilang setelah ditolak memang akan membuat keadaan sedikit lebih baik meskipun tidak benar-benar menyembuhkan. Berikut adalah alasannya.

Pertama, masih ada orang lain yang mau berteman dengan kita secara ikhlas dan tulus, bukan terpaksa seperti memasukkan kita ke zona teman hanya agar kita tidak ‘terlalu’ kecewa karena ditolak. Ini justru membuat zona teman terasa sangat tidak nyaman, sehingga kita mendapatkan hasrat lagi untuk mendekatinya. Hal ini akan membuat pertemanan menjadi tidak tulus.

Kedua, kita akan dilanda rasa kecewa yang luar biasa. Bagaimana pun, dia tidak punya kewajiban untuk menjaga perasaan kita, terlepas dari beradab atau tidaknya. Kita juga tidak bisa menuntutnya untuk menjaga perasaan kita karena kita hanya sebagai teman.

Ketiga, sangat mungkin kita menyaksikannya bersanding dengan orang lain. Lha wong posisi kita hanya sebagai teman, dan dia bisa saja sewaktu-waktu menceritakan orang yang sebenarnya dia cintai pada kita. Lebih parah lagi, tak menutup kemungkinan dia akan meminta bantuan kita untuk mendekatinya. Bagiamana, menyakitkan, bukan?

Keempat, zona teman bisa menjebakmu. Ini akan membuat kita tidak merasakan jatuh cinta lagi pada orang lain karena terjebak di harapan-harapan di hati kecil kita. Padahal, ada banyak orang di luar sana yang seharusnya lebih layak kita perjuangkan, tapi justru tertahan karena kita masih terjebak di zona teman pada orang yang sama sekali tidak niat untuk menerima kita.

Kelima, sebagian orang benci pada penolakan. Orang-orang yang benci terhadap penolakan tentu tetap akan tersiksa. Berada di zona teman justu bisa membuat orang-orang seperti ini memiliki keadaan yang makin parah. Orang-orang yang benci terhadap penolakan akan terkenang bagaimana dia sudah membayangkan akan memiliki dia, namun ternyata ditolak. Menghilang setelah ditolak akan sedikit lebih baik, setidaknya tidak memberikan dampak buruk lain seperti akan membenci orang yang dicintai.

Dengan alasan-alasan tadi, memang dapat disimpulkan kalau menghilang setelah ditolak itu sedikit lebih baik. Tapi perlu diperhatikan juga bahwa menghilang seperti ini juga tidak bisa sembarangan. Kita bisa menghilang dari seseorang yang memang sejak awal tidak ada niatan untuk menerima kita sama sekali. Ini bisa dimengerti karena kita tidak mau kecewa lebih, bahkan semakin menyadari kalau dia tidak menginginkan kita sama sekali.

Namun berbeda halnya jika kita masih punya keperluan bersama dia. Misalnya, orang yang menolak kita adalah rekan sekantor kita yang mengharuskan kita bekerjasama bersamanya. Kalau begini, alasan cinta tidak seharusnya menghalangi urusan pekerjaan.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

EnamDelapan

   

Sukses hanyalah tentang seberapa beruntung kita. Tuhanlah yang menentukan keberuntungan itu, kita hanya bisa berdoa dan berusaha.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap