Perceraian Sangat Menyakitkan & Sulit Diterima


Perceraian Sangat Menyakitkan & Sulit Diterima 1

Kehancuran dalam sebuah keluarga merupakan momok yang begitu menakutkan bagi setiap anggota keluarga tidak ada satu orangpun yang menginginkan kehancuran dalam berkeluarga.

Keluarga yang harmonis, yang selalu ada memberikan dukungan, menjadi tempat pulang, tempat menghilangkan duka dan rasa letih merupakan keluarga yang diidam-idamkan banyak orang. Banyak sekali hal yang berarti ketika dilalui bersama keluarga, namun hal ini tidak akan bisa dirasakan oleh anak korban perpecahan pernikahan kedua orang tuanya.

Anak korban dari perceraian kedua orang tua, mereka akan cenderung merasakan kesedihan yang begitu mendalam, ada sebagian dari mereka yang mengalami gangguan psikologi, gangguan pola piker dan gangguan-gangguan lainnya. Tidak hanya itu anak akan mudah terkena pengaruh buruk dari lingkungan, anak akan bandel, melakukan segala sesuatu sesuka hatinya tanpa memikirkan baik buruknya. Hal ini banyak sekali terjadi bahkan ada sebagian dari mereka yang memilih untuk hidup dijalanan, berada dijalan membuat mereka lebih nyaman. Mereka lebih merasa ketika berada dialama bebas, hal ini terjadi karena mereka merasakan tekanan ketika berada didalam rumah.

Perceraian Sangat Menyakitkan & Sulit Diterima 3

Anak-anak akan mencari bahagianya sendiri diluar rumah, dan memilih jauh dari keluarga memilih memendam semua yang mereka rasakan dan tidak mau berbagi derita kepada keluarganya sendiri. Mereka akan kehilangan rasa percaya terhadap keluarganya terutama terhadap kedua orang tua mereka, hilang sudah rasa percaya mereka. Mereka akan berusaha mencari kesenangannya sendiri, menciptakan dunia baru tanpa peran orang tua.
Tidak heran jika banyak anak dari korban peceraian terjerumus kedalam dunia yang salah, banyak dari mereka yang tidak terkendali.

Jangankan orang sekitar terkadang mereka akan merasa kesulitan untuk mengendalikan diri mereka senidiri kontrol didalam diri mereka seakan telah hilang. Mereka akan banyak membangkang, pandai menjawab ketika diberi masukan, menganggap apa yang mereka lakukan selalu benar ini disebabkan karena mereka sangat sulit menerima keadaan yang sedang mereka hadapi saat ini. Tetapi semua telah terjadi dan mereka yang kebanyakan masih dalam usia remaja atau bahkan anak-anak dituntut untuk menerima dipaksa untuk bisa menghadapi perihnya hidup dengan keluarga yang sudah hancur.

Akan tetapi semua bisa dikembalikan kepada bagaimana cara orang tua memberikan pemahaman terhadap anaknya. Jika orang tua bisa memberi pemahaman yang baik kepada anaknya hal-hal buruk yang akan terjadi terhadap anak korban broken home dapat dinetralisir, guncangan dalam diri anakpun akan bisa diatasi. Bukan tidak mungkin mereka dapat menerima apa yang terjadi, walaupun pasti sulit bagi mereka.

Nah pesan buat orang tua terkadang masalah dalam keluarga pasti ada saja, namun ketika memutuskan untuk berpisah coba fikirkan dampak bagi orang sekitar terutama bagi buah hati. Jika bisa diperbaiki lebihh baik diperbaiki dari pada harus menghancurkan masa depan anak yang kita cintai. Mungkin apa yang saya tuliskan ini kurang tepat atau bagaimana, namun saya menulis semua ini berdasarkan pengalaman pribadi yang telah saya jalani.

Teruntuk Adik-Adik, Kakak-Kakak Yang Sama Seperti Saya Menjadi Korban Perpecahan Keluarga Aku Yakin Kita Pasti Bisa, Kita Harus Bangkit, Kita Tidak Boleh Lama Didalam Keterpurukan Karena Banyak Orang Yang Butuh Pembuktian Dari Kita, Banyak Orang Yang Menaruh Harapan Besar Pada Diri Kita. Dan Terakhir Aku Yakin Kalau Tuhan Selalu Ada Untuk Kita Tuhan Akan Selalu Membantu Kita.

Ayok Semangat!!!. Ingat Kita Semua sangatlah berarti kawan.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

LeeMujin

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap