Perekonomian Selama Pandemi COVID-19

Perekonomian Selama Pandemi COVID-19

Corona vairus atau disingkat adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Virus SARS-CoV-2.

Sejak adanya di Indonesia pendapatan penduduk semakin menurun tidak hanya di indonesia tetapi di berbagai negara lainnya seperti negara, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Uni Eropa, Singapura, dan beberapa Negara lainnya.

Penyakit ini memberikan efek yang sangat negatif dalam kesehatan maupun sosial lalu berlanjut ke Negara.

penurunan pendapatan per kapita ini membuat indonesia kembali masuk pada kategori negara berpendapatan menengah bawah ( Lower Middle-Income Country). bedasarkan estimasi bank dunia, ambang batas minimal untuk sebjah negara masuk menjadi Upper Middle-Income Country ( UMIC ) tahun ini naik menjadi US$4.096.

 Karna adanya angka pengangguran  dan kemiskinan meningkat, berdasarkan Year on year pertumbuhan pada triwulan pertama tahun 2020 menunjukkan adanya pelemahan dengan hanya mencapai 2,9%  dibandingkan capaian triwulan pertama tahun 2019 yang sebesar 5.07%.

Baca juga  Fenomena Panic Buying Masyarakat Indonesia: Bertahan atau Gelagapan?

Dampaknya adalah peningkatan angka pengangguran dan penduduk miskin yang disebabkan karna PHK selama masa -19.  

Sebagai langkah pengurangan -19 pemerintah mengadakan PSBB sebagai langkah penanganan -19 yang diterapkan pada sejumlah daerah di Indonesia merupakan faktor yang menyebabkan kontraksi pertumbuhan pada triwulan II 2020.

Kebijakan PSBB untuk mencegah penyebaran -19 menyebabkan terbatasnya mobilitas dan aktivitas masyarakat yang berdampak pada penurunan permintaan domestik.

Pemerintah mengeluarkan peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang ( PERPU ) nomer 1 tahun  2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan -19, dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan.

meski kondisi turun namun tidak menyurutkan semangat untuk berderma dan saling membantu sesama, karna adanya berderma di -19 meningkatkan sisi kemanusiaan masyarakat di semua tingkat , masyarakat saling bahu membahu, membantu sesama dengan berbagi langsung ke masyarakat yang ikut terdampak -19, survei juga menunjukan responden dari berbagai daerah di indonesia 76,5% individu yang mengalami penurunan pendapatan setelah 1 tahun lebih mengaku tetap rutin berderma.

Baca juga  Pentingnya Kesehatan Mental Dalam Menghadapi Pandemi

survei ; CCN bahwa Retail an Consumen Leader PwC Peter Hohtoulas mengatakan 31% responden mangaku masih memiliki pendapatan stabil.

Sedangkan hanya 4% dadri resdponden yang mengaku pendapatannya bertambah selama berlangsung, menariknya persentase masyarakat yang terdampak negatif finansialnya akibat di indonesia lebih besar dibandingkan rata-rata global. 

sebelum adanya pandemi indonesia tengah berada dalam tren yang kuat dalam pertumbuhan dan kesejahteraan.

pada tahun 2020 perekonomian indonesia tumbuh minus 2,1%. kontraksi pertumbuhan indonesia yang relatif moderat pada tahun lalu didukung oleh kerja keras APBN dan kebijakan fiskal yang okomodatif.

Baca juga  Fresh Graduate Era Pandemi : Bisa Apa?

Pemerintah indonesia juga berkerja keras dalam upaya penanganan pandemi melalui penguatan perlindungan sosial, serta dukungan bagi dunia usaha, termasuk program pemulihan nasional (PEN). Melalui kerja keras APBN dan program PEN, berbagai manfaat besar telah dirasakan oleh masyarakat.

Bank Dunia mengestimasi angka kemiskinan Indonesia tajun 2020 dapat mencapai 11,8% jika tidak ada progam PEN, hal ini menunjukan bahwa program PEN telah mampu menyelamatkan lebih dari 5jt orang dari kemiskinan pada tahun 2020.

Bahkan, program PEN mampu mendorong pemulihan dengan mencapai 2,61jt lapangan kerja baru pada kurun september 2020 hingga febuari 2021. Pemerintah merespon cepat peningjatan kasus harian sejak akhir juni dengan pemberlakuan pembatasan masyarakat (PPKM), protokol kesehatan 5M diperkuat, kesiapan layanan kesehatan dan 3T ditingkatkan. Presiden menargetkan vaksinasi per hari terus dinaikan secara bertahap mencapai level 1,5 – 3 juta vaksinasi per hari.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Putri Riski Yuliasari