Perempuan Dalam Pusaran Kesadaran Palsu

Perempuan Dalam Pusaran Kesadaran Palsu

Hari ini telah terjun bebas sampai dalam jurang yang sangat dalam, dan terbelenggu dalam sisi senyap yang abu dan gelap menciptakan kebingungan yang mendalam. berdiri diantara tembok-tembok yang berdiri tegak dengan gerbang yang dijaga oleh seorang predator yang siap memangsa.

Dalam realitas tak bisa dipungkiri bahwa pada masa sekarang terbagi menjadi 3 kesadaran yaitu kesadaran magis, naif dan kritis. Kesadaran magis merupakan kesadaran dimana dalam menjalani kehidupan hanya mengacu pada takdir segala sesuatu yang terjadi bahkan ketidak adilan akan kembali ke takdir.

Kedua kesadaran naif, kesadaran naif merupakan dimana sudah menyadari bahwa segala sesuatu ketidak adilan/penindasan disebabkan oleh dirinya sendiri (lemah atau lainya).

Yang ke tiga dalah kesadaran kritis, kesadaran kritis merupakan kesadaran tingkat tertinggi. Kesadaran ini memiliki makna bahwa mengetahui ada sistem besar yang menyebabkan tertindas dengan analisis dan menindak lanjuti suatu sistem.

Baca juga  6 Hal Sederhana Jadi Kartini Masa Kini

Dalam konteks yang saat ini terjadi dalam masyarakat kita memiliki satu poros yaitu semua kesadaran kebanyakan hanya berahir pada kesadaran palsu. Sepertihalnya banyak sekali tidak punya daya dobrak sebagai pembuktian gerakan dan kesadaran, melainkan mengikuti arus arah kuasa asal mereka hidup aman dan nyaman.

Satu poros yang dimaksud adalah gerakan yang lembek, yaitu pendisipinkan atribut atau fisiknya. Gerakan saat ini banyak dilihat seperti itu. Kuatnya dominasi realitas membuat banyak tak dapat bergerak secara mendobrak.

Gerakan yang dijalankan kebanyakan permpuan yaitu menarik laki-laki agar posisinya aman dan nyaman. Pendisiplinan fisik dapat dilihat ketika perempuan memakai sepatu hak tinggi, rok ketat dan make up semua itu disajikan untuk laki-laki. Bayangkan pakai sepatu hak tinggi, ada yang menyatakan itu sakit jika terlalu lama bahkan terkadang luka, pakai rok ketat itu juga tidak nyaman dan itu hanya untuk laki-laki.

Baca juga  Kitab Kawin, Buku Kumpulan Cerita dari Ragam Perempuan

Perempuan berjam-jam duduk di depan cermin memakai make up dan lain-lain bahkan sampai kepada tahap cara berjalan. Itu semua juga buat menarik laki-laki. Itu semua kesadaran palsu, dimana perempuan mencoba menikmati hal yang menyusahkan. itu semua sebuah penindasan yang tidak disadari.

Dalam sistem kuasa semua itu dibentuk oleh realitas yang terdiri dari Agen kuasa laki-laki. Agen kuasa disini penulis contohkan yaitu, adalah keluarga, sistem pendidikan, sistem kebudayaan, sistem ideologi dan semua yang mendoktrinkan, mendisiplinkan perbedaan peran perempuan dalam masyarakat.

Baca juga  Problematika Perempuan dan Stigma yang Menyelimutinya

Dalam kuatnya realias yang sudah terstel kuasa laki-laki, perempuan dan laki-laki disatukan oleh kepentingan. Kepentingan dapat ditentukan pada tujuan kesenangan. dalam hal ini individu dikendalikan oleh keinginan dan kesenangan, hal itu dibedah dalam theori psikoanalisis. Laki-laki mempertahankan kekuasaanya demi kesenangan dan kenyamanan.

Sementara perempuan melakukan hal-hal ribet untuk laki-laki agar perempuan juga mendapat kesenangan dan kenyamanan dari imajinasi kehidupan masa depan dan jauh dari hukum sosial.

Tulisan ini akan penulis ahiri dengan sebuah pertanyaan sebagai perenungan bersama, apakah setelah kamu membaca tulisan ini kamu sadar bahwa dirimu saat ini sedang tertindas? jika kamu menyadari, apa yang akan kamu lakukan?

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

pengendara bajai