Perempuan Modern Harus Melek Finansial


Perempuan Modern Harus Melek Finansial 1

Pernikahan merupakan gerbang perubahan kehidupan seorang perempuan. Dari yang sebelumnya pribadi bebas, menjadi pribadi yang terikat dengan tali pernikahan. Seorang perempuan sebelum menikah menjadi tanggung jawab ayahnya. Ketika menikah, sang ayah telah menyerahkan tanggung jawabnya kepada sang menantu. Meski tidak mempunyai kewajiban untuk mencari nafkah, sebagai perempuan modern kita harus melek finansial.

Kita tidak tahu, sampai kapan suami bersama kita. Apakah suami akan terus dapat mencari nafkah dan mencukupi kebutuhan? Apakah suami akan tetap sehat dan dapat bekerja? Dalam kondisi darurat, perempuan harus mampu mandiri. Bahkan mengambil alih tanggung jawab suami, mencari nafkah untuknya dan anak-anak.

Pilihan menjadi ibu rumah tangga setelah menikah bukan sesuatu yang salah. Rela melepaskan karier demi keluarga adalah pilihan bijak. Namun bukan berarti kita harus menyerahkan segala hal kepada pasangan. Dalam masalah finansial, istri merupakan manajer yang mengatur penghasilan suami agar cukup untuk memenuhi kebutuhan. Sebagai pribadi, kita juga harus mengelola keuangan sendiri. Menabung merupakan kewajiban. Menabung adalah salah satu cara perempuan untuk melek finansial.

Kondisi rumah tangga yang stabil jangan membuat terlena. Kita harus terus menambah pengetahuan agar bisa bertahan jika terjadi sesuatu. Investasi “leher ke atas” berupa ketrampilan dan pengetahuan sangat penting. Ini akan bermanfaat ketika kondisi darurat. Ketrampilan dan pengetahuan tersebut dapat diperoleh secara formal maupun belajar otodidak. Saat ini banyak kemudahan bagi kita yang ingin terus maju.

Perempuan perlu mempunyai ketrampilan seperti: memasak, menjahit, merajut, membuat barang handycraft, menulis, mengelola usaha dan lainnya. Ketika kondisi darurat dan kita harus maju sebagai tulang punggung keluarga, ketrampilan tersebut sangat penting. Kita juga harus dapat mengerjakan banyak hal sehingga tidak tergantung pada orang lain. Memasang selang gas, naik sepeda motor dan reparasi kecil akan sangat diperlukan.

Jika suami sedang tidak ada di rumah, kita tidak harus memanggil orang untuk melakukan hal tersebut. Lebih praktis juga lebih hemat. Selain itu, bagi yang harus kehilangan suami, misal terjadi perceraian hal sepele tersebut tidak akan membuat kita menjadi ingat mantan karena biasa bergantung padanya.

Saat ini banyak ibu rumah tangga yang juga menghasilkan uang dari rumah. Ada baiknya kita coba menjalankan usaha. Tentu dengan melihat waktu dan kesibukan rumah tangga yang menjadi prioritas utama. Dengan mandiri secara finansial kita juga akan merasa bahagia. Ketika menginginkan sesuatu, tidak selalu harus meminta pada suami atau mengurangi uang belanja.

Sebagai manajer rumah tangga, kita sebaiknya mencatat semua pengeluaran. Dengan demikian kita tahu berapa uang yang masuk dan untuk apa saja. Buat pos-pos pengeluaran dan budged-nya. Evaluasi setiap akhir bulan pos apa saja yang sering over dan sebaliknya. Kesalahan yang sering dilakukan adalah membuat pos pengeluaran namun tidak pernah melakukan evaluasi atau dengan sengaja melanggar budged yang sudah direncanakan.

Kita perlu mencoba berinvestasi. Awali dengan nilai rupiah yang kecil. Kita dapat membeli logam mulia. Saat ini banyak orang menjual logam mulia dengan berat kurang dari 1 gram sehingga harganya terjangkau. Selain itu kita juga bisa mencoba peluang usaha dari ketrampilan yang ada.

Bagaimana jika ada yang menilai kita matre? Masih merasa kurang dengan nafkah dari suami? No problem. Kenyataannya hidup selalu membutuhkan uang. Setiap tahun biaya sekolah anak selalu meningkat. Sebagai manajer keuangan rumah tangga, kita harus menyiapkan hal ini sejak dini. Jika tidak kita, siapa lagi. Jika tidak sekarang kapan lagi. Setiap waktu usia bertambah. Kemampuan fisik semakin berkurang. Dengan menyiapkan semua dari sekarang, maka ketika membutuhkan, kita sudah siap. Sudah seharusnya sebagai perempuan modern kita melek finansial.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Isnaini

   

Mantan bankir, ibu rumah tangga yang mempunyai hobi menulis dan merajut. Menulis merupakan cara untuk menambah teman, ilmu dan wawasan.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap