Pergaulan Memengaruhi Keimanan Seseorang Tergambar dalam Novel Atheis

Pergaulan Memengaruhi Keimanan Seseorang Tergambar dalam Novel Atheis 1

Pergaulan sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan kegiatan bergaul atau kehidupan bermasyarakat sehingga bisa dikatakan bahwa manusia memerlukan hubungan kepada manusia lain untuk dapat hidup berdampingan dan saling membantu. Jika disimpulkan manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup seorang diri. Dalam Islam juga diperbolehkan menjalin hubungan dengan non-muslim untuk saling bekerja sama, hal ini tercantum dalam surah Al-Hujarat ayat 13.

Meskipun begitu dalam kenyataanya, pergaulan dapat memengaruhi pribadi seseorang termasuk keimanannya terhadap agama yang dianut. Peristiwa ini digambarkan dalam novel yang berjudul Atheis karya Achidat Kartamihardja. Dalam novel ini menceritakan tentang seorang pemuda beragama Islam bernama Hasan yang terbawa pengaruh pergaulan bebas sehingga ia menjadi ateis.Hasan merupakan pemuda yang taat beragama sebelum bertemu teman kecilnya yang bernama Rusli.

Ketaatan Hasan terhadap agamanya mulai goyah semenjak bertemu dengan Rusli yang menganut pemahaman ateis. Selain itu, pengaruh dari teman-teman baru Hasan yang juga teman Rusli, yaitu Kartini dan Anwar. Pandangan Hasan terhadap cara bergaul ketiga temannya itu dapat dibilang bebas dan sangat berbeda dengan Hasan. Akan tetapi, karena sering bertemu dan berbincang akhirnya Hasan terbawa pengaruh pergaulan mereka. Hasan mulai terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan melupakan kewajiban dan prinsip yang dipegangnya.

Pergaulan bebas sendiri dapat diartikan sebagai perilaku manusia yang tidak terkendali dan menyimpang dari ajaran agama serta norma-norma sosial yang berlaku. Salah satu faktor terciptanya pergaulan bebas adalah ketika seseorang tidak dapat menahan nafsu syahwat dan tidak teguh pada prinsipnya. Mengapa pergaulan memengaruhi keimanan seseorang? Kalian pasti pernah mendengar perumpamaan tentang berteman, seperti sebagai berikut.

Jika kita berteman dengan tukang parfum kita akan terkena wanginya, namun jika kita berteman dengan tukang sampah kita akan terkena baunya.

Begitu pula dengan berteman, jika kita berteman ataupun bergaul dengan orang yang tidak taat dalam beribadah. Maka, kita akan terpengaruh untuk tidak taat beribadah. Berbeda halnya ketika kita bergaul dengan orang yang taat beragama, kita akan terbawa pengaruh mereka untuk semakin taat dalam beragama.

Awal mula pengaruh Rusli terhadap pemikiran Hasan, yaitu saat mereka berdua melakukan diskusi kecil membahas tentang pengetahuan. Dimana pada saat itu Rusli mengatakan pendapatnya bahwa pengetahuan itu tidak terbatas. Serta pemikiran Rusli terhadap keberadaan Tuhan yang kemudian dipengaruhi pemikiran Anwar terhadap keberadaan alam gaib dan makhluk-makhluknya semakin menggoyah keimanan Hasan. Sampai akhirnya pengaruh dari keduanya membuahkan hasil, kini Hasan sudah mulai menyebut dirinya ateis dan berani memperdebatkan agama yang dulu dianutnya kepada kedua orang tuanya.

Dari gambaran singkat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pergaulan memiliki peran yang besar terhadap pola pikir seseorang dan pemahamannya terhadap sesuatu. Dimana tokoh Hasan yang merupakan seorang Islam yang taat dapat berubah menjadi ateis, hanya karena keraguannya terhadap Tuhan yang diakibatkan pengaruh pemikiran dari teman-temannya. Maka dari itu, kita sebagai manusia yang beragama harus dapat memilih dengan baik pergaulan kita. Kita harus dapat menilai mana pergaulan yang berdampak positif dan mana pergaulan yang berdampak negatif.

Oleh sebab itu, Islam mengajarkan untuk mengedepankan etika dan norma-norma dalam bergaul. Serta mengajarkan kita bagaimana beretika dalam pergaulan dan memberikan batasan-batasan diri. Selain itu, Islam juga mengajarkan untuk memberi batasan pertemanan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnua. Hal itu untuk menjaga kesucian dan keselamatan dari laki-laki dan wanita itu sendiri.

Sumber refrensi: 

Agus ddk, Etika Pergaulan dalam Al-Quran dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran di Sekolah. Jurnal Tarbawy. Vol 3, No.2. 2016

Aisyah, 2013. “Dampak Negatif Pergaulan Bebas Terhadap Generasi Muda Menurut Tinjauan Pendidikan Islam,” Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negri Alauddin Makassar.

Kamus Besar Bahasa Indonesia online diakses pada 14 November 2021.

Mihardja, Achdiat Karta. (2010). Atheis. Jakarta: Pusat BahasaSari,

Baiti Kurnia dan Munaris. Perjalanan Keimanan Tokoh Hasan Novel Atheis Karya Achiadat K. Mihardja dan Implikasinya. Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya). September 2016.

Yulianto, Agus. Transformasi Spiritual Tokoh Utama dalam Novel Atheis Karya Achidat Kartamihardja. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra. Vol. 11, No. 2, Juli-Desember 2017; Hal. 162-177

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

NABIILAH CHAERMY NANDA 2020