Perjalanan Singkat di Dunia Mimpi

Perjalanan Singkat di Dunia Mimpi 1

“Pokok malam ini harus selesai, tidak boleh lembur di kantor lagi!!!”…

   Yaa,  begitu kataku, dengan keadaan mata ku yang daya nyalanya hanya tersisa 5 watt aku masih berusaha untuk menyelesaikan semua pekerjaanku di depan komputer. Sebagai seorang pekerja paruh waktu di sebuah kantor pengiriman barang yang jam kerjanya selalu sangat sibuk, tentunya komputer, lembaran-lembaran kertas, bunyi printer, dan tentunya secangkir kopi sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Tapi, ntah mengapa aku merasa sangat lelah hari ini, mungkin aku akan tidur sebentar untuk mengistirahatkan mataku yang dari tadi sudah tidak tahan untuk memejamkan diri.

“Hmm, jam berapa sekarang?”

    Oh tidak! Aku tertidur selama 2 jam, dan ini sudah jam 7 malam, yah sudah dipastikan kalau aku akan kerja lembur lagi malam ini. Setidaknya dengan tidur tadi rasa ngantuk ku sudah berkurang dan aku akan ke toilet untuk mencuci muka dulu. Aku pun berjalan menuju toilet, tapi kenapa rasanya ada yang aneh? Kenapa di kantor tidak ada orang lain selain aku? Dan ketika melihat keluar jendela kenapa masih terang padahal ini sudah jam 7 malam? Karena penasaran, aku pun keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi, dan ketika sudah di luar,

“Astaga, apa ini?”

   Aku melihat suatu pemandangan yang mengejutkan, seisi kota semuanya berubah, tidak ada gedung-gedung tinggi, jalan raya berubah menjadi seperti jalan setapak, serta langit berubah warna menjadi jingga kemerah-merahan. Selain itu, aku melihat ada banyak orang-orang yang menelusuri jalan tersebut, karena penasraan akupun mengikuti kerumunan itu , mungkin setelahnya aku bisa mengetahui sesuatu? Ketika berjalan tiba-tiba aku mendengar ada suara anak kecil menangis, aku pun melirik ke sumber suara dan melihat ada seorang anak yang menangis sambil membawa balon, dan di depan anak itu, ada seorang wanita dengan raut wajah yang sedih memandangi anak itu. Tanpa sengaja aku berkontak mata dengan wanita itu, wanita itu sepertinya sadar kalau aku memperhatikan mereka sehingga dia berjalan ke arahku. Tapi tunggu dulu? Ketika wanita itu menuju kearahku, aku melihat dia “melayang?” dan juga semakin dekat tubuh dia juga “transparan?”. Aku ingin kabur setelah menyadari bahwa wanita itu sebenarnya adalah orang yang sudah mati, tapi nyatanya aku juga penasaran dengan wanita itu, ada apa ya? Kenapa dia menghampiriku?

“Hei, sepertinya kamu bisa melihatku? Aku yang sudah mati ini?”

“Iya sepertinya begitu, aku pun tidak tahu kenapa bisa, ada sesuatu yang terjadi padaku sekarang”

“Ahh, begitu, bisa kah aku meminta bantuanmu?

“Bantu apa?”

“Anak yang sedang menangis disana, itu adalah adikku”

“Adikmu? Kenapa dia di sana dan menangis seperti itu?”

“Dia menjadi seperti itu karena aku. Waktu itu tepatnya malam hari, aku dan adikku sedang dalam perjalanan pulang, tiba-tiba ada penjual balon yang lewat, adikku melihatnya dan minta dibelikan balon tersebut, akupun mengatakan “iya” pada adikku dan menyuruhnya untuk pulang kerumah duluan karena jarak perjalanan kami tadi juga sudah dekat dengan rumah. Namun, setelah malam itu aku tidak pernah sampai ke rumah lagi, karena saat di perjalanan pulang setelah membeli balon tersebut, ada seseorang yang merampok dan kemudian membunuhku. Setelah kejadian itu, setiap harinya adikku mendatangi tempat mayat aku ditemukan dan menangis disana dengan membawa balon sambil terus menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpaku. Kalau aku masih bisa berbicara dengannya aku ingin mengatakan kalau kejadian itu bukan salahnya dia, hanya saja aku saja yang kurang hati-hati saat itu. Jadi bisakah bantu aku untuk menyampaikan hal itu pada adikku?”

   Setelah wanita itu bercerita, aku merasa kasihan padanya, aku ingin menolak karena sebenarnya aku sedikit takut atau bahkan adiknya tidak percaya padaku, karena secara logika tidak akan ada yang percaya kalau seorang manusia biasa bisa berbicara dengan arwah manusia yang sudah mati. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Aku mencoba tenang dan menghampiri anak itu dengan tenang kemudian menceritakan semuanya.

   Dan benar dugaanku, awalnya anak itu tidak mempercayai dengan apa yang aku katakan, dia bilang kalau aku hanya ingin mengejek dia karena perilaku dia yang aneh, tapi setelah aku menjelaskan cerita lengkapnya dengan pelan-pelan, anak tersebut pun percaya, kemudian dia pulang dan berterimakasih padaku karena sudah bisa membuatnya merelakan kematian kakaknya. Tidak lama setelah itu, aku menoleh lagi ke arah wanita itu dan sepertinya dia akan menghilang? Sebelum menghilang dia menatapku dan tersenyum padaku. Aku pikir dia menghilang karena keinginan terakhirnya sudah aku penuhi, yah semoga wanita itu sudah benar-benar mati dengan tenang.

   Akupun melanjutkan perjalananku, tetap mengikuti kerumunan orang tadi, dan sekarang aku merasa lapar. Sambil berjalan, aku bergumam apakah di tempat seperti ini ada yang menjual makanan? Sekitar 10 menit aku berjalan, akhirnya aku menemukan sebuah rumah makan. Akupun memesan beberapa jenis makanan dan duduk meununggu makanannya diantar. Aku memperhatikan sekelilingku, terasa asing disini, aku seperti berada di kota asing yang entah bagaimana caranya aku bisa berada di sini, seingat aku, sebelum tidur semuanya masih terasa normal, tapi setelah bangun semuanya berubah total. Huhh, bagaimana caranya aku bisa pulang?

   Akhirnya setelah menunggu, makanan ku sudah datang, tapi…

“Ha? Pelayannya seorang vampir?”

   Hmm, tapi sekarang aku sudah tidak terlalu terkejut dengan apa yang sudah aku alami sejak tadi. Ada yang sedang aku perhatikan, vampir tersebut tidak langsung pergi, vampir tersebut malah menuju ke tengah-tengah ruangan dan memainkan pisau diperutnya. Mungkin vampir itu akan menampilkan sebuah atraksi? Tapi, tidak lama setelah itu ada seorang pria yang secara tiba-tiba mendatangi dan mengambil pisau dari vampir itu, rupanya pria tersebut berencana untuk menusuk vampir itu, sayangnya usaha pria itu gagal dan dia sendiri yang ditusuk oleh vampir itu. Vampir itupun sangat marah karena kejadian tadi, yang pada awalnya vampir itu ramah kepada semua orang tetapi berubah menjadi menyeramkan, menangkap orang yang berada di dekatnya kemudian menusuknya juga. Aku pun hanya bisa terdiam dan ketakutan karena kejadian itu, saking takutnya sehingga aku tidak berani untuk bergerak, bahkan untuk bernafas rasanya pun takut. Kemudian, ada seorang wanita dengan membawa sebuah tali yang sudah disimpul, tali tersebut kemudian diarahkan ke leher vampir itu. Rupanya, tali tersebut terhubung dengan sebuah truk, truk tersebut berjalan dan vampir tersebut tertarik karena tali yang ada dilehernya itu. Vampir tersebut hanya bisa berteriak kesakitan selama terbawa oleh truk itu, sesuatu yang tidak aku duga terjadi, truk tersebut berjalan kearah sebuah tong minyak dan menabraknya.

“Duarrr!!!!”

   Tong tersebut meledak dan terbakar beserta vampir dan truk yang membawanya. Aku yang melihat kejadian itu berpikir, mungkin kalau ini di dunia nyata tempat aku tinggal yang sebenarnya, sekarang juga sepertinya aku sudah mati karena radiasi dari ledakan tersebut. Tidak lama, ada seseorang yang menyentuh pundakku, akupun langsung membalikan badan dan terkejut bahwa yang memanggilku itu adalah sebuah tengkorak hidup,

“Apakah kamu ingin kembali ke dunia mu?”

   Mendengar perkataan itu, akupun mendekat padanya dan bilang apakah aku bisa pulang? Sungguh aku rindu duniaku, aku rindu teman-temanku, aku rindu pekerjaanku, dan semuanya. Tolong beritahu aku bagaimana cara supaya aku bisa pulang. Apapun akan aku lakukan asalkan aku bisa pulang, dan dia hanya menjawab…

“Gambarlah sebuah peta yang bisa kamu ingat, dan aku akan memulangkanmu”

   Apa? Itu saja? Oke baiklah, apapun itu yang penting aku bisa pulang. Namun ternyata tidak semudah itu, ketika aku akan menggambar peta tersebut, tanganku tiba-tiba menjadi kaku dan susah digerakan. Oh tidak, bagaimana ini? Dipikiranku saat itu, aku sangat panik, aku ingin pulang, pulang, dan pulang. Untuk menggambar sebuah peta yang seharusnya dapat aku lakukan dengan mudah, kenapa bisa sesulit ini? Aku hampir putus asa hingga hampir menangis, tapi tengkorak tersebut memanggiku lagi,

“Jangan panik seperti itu, aku mengerti kamu ingin pulang, tapi bersabarlah, semakin kamu panik semakin kamu tidak akan bisa menggerakan tanganmu. Aturan di dunia ini aneh bukan?”

   Okey, baiklah aku akan mencoba tenang. Pelan-pelan saja, tidak perlu terburu-buru, dan benar saja ketika aku tenang, aku bisa menggunakan tangan ku dengan leluasa kembali. Aku pun menggambar peta yang mudah, hanya membuat satu garis lurus, dan selesai. Akupun memberikan gambarku ke tengkorak tersebut.

“Baiklah, kamu dari sini lurus saja kedepan sambil mengingat peta yang kamu buat tadi dan kamu akan kembali ke duniamu, sampai jumpa”

   Setelah mengatakan hal tersebut, tengkorak tersebut menghilang, aku mengikuti petunjuknya dengan berjalan lurus. 5 menit aku berjalan, tepat di depan aku ada cahaya yang sangat terang, akupun masuk ke dalam cahaya itu dan benar saja, aku sudah berada di tempat yang sangat familiar. Jalan raya, gedung-gedung besar, langit biru, semuanya kembali normal, tapi belum lama aku merasa senang karena sudah pulang, tiba-tiba pengelihatanku menjadi buram dan gelap

“Hah? Bukannya tadi aku sedang berada di luar ya? Kok sekarang aku di dalam kantor?”

   Aku kembali memperhatikan sekelilingku, dan di kantor ramai sekarang, aku melihat keluar jendela langitnya sudah gelap, tapi aku rasa tadi masih terang ada matahari? Aku melihat jam tangan ku dan menunjukan pukul 7 malam. Astaga, bukannya tadi aku sedang tidur ya? Jangan-jangan semua yang aku alami tadi cuma mimpi? Hmm, syukurlah kalau itu semua cuma mimpi, tapi mimpi tadi itu terasa sangat hebat dan nyata.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Zoya Araa