Perkembangan Era Digitalisasi: Sebuah Isu Publik Yang Telah Menjadi Dinamika Global


Perkembangan Era Digitalisasi: Sebuah Isu Publik Yang Telah Menjadi Dinamika Global 1

Para pakar teknologi informasi saat ini telah sepakat bahwa era modern ditandai dengan pergerakan arah era menuju digitalisasi yang komperehensif. Bahkan argumen tersebut sudah didukung sejak tahun 1996 oleh Don Tapscott (Pakar Teknologi Informasi) dalam bukunya yang berjudul The Digital Economy, Promise and Peril in the Age of Networked Intelligence bahwa perkembangan ekonomi dunia tengah mengalami sebuah perubahan sistem dinamika yang konservatif ke arah yang lebih modern dan otomatisasi.

Secara sosiologis, perkembangan digitalisasi merupakan salah satu aspek yang turut mempengaruhi seluruh aktivitas, tindakan serta perilaku manusia. Era digitalisasi memiliki pengaruh yang sangat masif terhadap pola interaksi antar manusia. Hingga saat ini, era digitalisasi berlangsung sangat cepat sehingga kadang kala manusia tidak sempat untuk beradaptasi dengan kemajuan tersbut. Akibat hal tersebut, telah menyebabkan sebuah kemunculan Anomi dalam masyarakat karena tidak memiliki sebuah “pedoman” hidup. Perkembangan era digitalisasi dapat diibaratkan sebagai dua sisi mata uang, yang mana satu sisi perkembangan era digitalisasi dapat memberikan banyak manfaat positif bagi manusia dalam mempermudah aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun demikian, disisi yang lain perkembangan era digitalisasi dapat menimbulkan efek negatif yang kompleks melebihi manfaat itu sendiri terutama terkait pola hidup manusia dalam dimensi sosial budaya.

Pada saat ini, di tengah gelombang pandemi Corona Virus Disease 19 (COVID-19) yang masih terus menyebar, tentu lompatan prospek terkait perkembangan teknologi informasi secara keseluruhan akan semakin terlihat jauh. Siapa yang akan menyangka bahwa 2 hingga 10 tahun yang akan datang, perubahan teknologi informasi akan berubah secara signifikan diluar dari analisis dugaan yang sudah teranalisa sebelumnya? Bagaimana masyarakat luas dapat menghadapi perubahan teknologi informasi yang terus berubah-ubah bahkan lebih ekstrem dibandingkan yang sudah-sudah?

Suatu perubahan emosional dalam benak masyarakat pun tak lepas dari pengaruh perubahan teknologi informasi yang ekstrem dalam perkembangan era digitalisasi yang akan dihadapi beberapa tahun ke depan. Isu tersebut tengah menjadi dinamika yang sangat global, sehingga sangat diperlukan sebuah pemahaman dan penjelasan secara luas terkait isu publik perkembangan era digitalisasi, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan sadar akan keperluan persiapan yang dinamis terhadap perubahan yang diakibatkan dari perkembangan era digitalisasi.

Misalnya, pada tahun-tahun sebelumnya banyak sekali orang yang telah berusia di atas 60 tahun masih merasa dan bertindak lebih seperti orang pada umumnya yang berusia di atas 50 tahun. Perubahan perilaku ini sering kali terlihat melalui penggunaan teknologi baru yang terjadi secara tiba-tiba, seperti penggunaan drone, e-bikes atau smartphone yang sedang booming di semua kalangan. Meskipun orang-orang ini sering menikmati suasana dengan memutar “waktu” kembali pada usia “yang dipersepsikan” tanpa melepaskan teknologi baru dan bahkan menggunakannya untuk menghindari kecacatan yang muncul, orang yang lebih muda belum tentu melihat situasi tersebut sama halnya dengan pandangan orang yang lebih tua tadi.

Bagi mereka, peningkatan penggunaan teknologi yang tiba-tiba terasa seperti lompatan ke masa depan tanpa memikirkan usia mereka sendiri. Pada akhirnya, efeknya akan tetap stagnan, banyak orang yang lebih muda dan lebih tua tiba-tiba akan berpikir bahwa akan lebih intens mengenai perkembangan teknologi pada tahun 2021 daripada tahun-tahun sebelumnya. Transformasi radikal yang disebabkan oleh pandemi telah meningkatkan efek tersebut yang kemudian akan terasa seperti lompatan menuju tahun 2030 bagi kebanyakan orang di inti kehidupan kerja mereka.

Berdasarkan hal tersebut, adanya sebuah argumentasi dan pemahaman yang telah dibuat oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi bernama cloudflight sangatlah bermanfaat bagi pengetahuan dasar khalayak masyarakat terkait perkembangan digitalisasi. Dikarenakan pandemi masih terus berlangsung mana-mana pada tahun 2021 ini telah menyebabkan setiap perusahaan yang telah terkena dampak COVID-19 harus mengubah “identitasnya” sendiri. Sebagai contoh, restoran akan mengubah layanan pengiriman konvensional mereka dengan layanan pesanan online secara keseluruhan, sementara penyelenggara acara akan menjadi platform streaming yang bersifatkomersial. K

onsep ekonomi As-a-Service akan menggantikan produk investasi sebelumnya untuk mengelola risiko dalam situasi ekonomi yang tidak pasti. Ini tidak hanya menghitung layanan untuk pelanggan berdasarkan konsumsi mereka, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk menskalakan seluruh sumber daya yang diperlukan secara linier dengan permintaan. Misalnya, layanan pengiriman tidak akan lagi membeli atau menyewakan kendaraan pengirimannya seperti sebelumnya, tetapi akan membayar produsen kendaraan per kilometer atau per pengiriman, yang biasanya disebut sebagai Equipment-as-a-Service.

Hal tersebut tentunya juga berlaku untuk perkembangan era digitalisasi secara luas. Karena alasan ini, cloudflight melihat penurunan lebih lanjut dari pusat data perusahaan atau regional dan pertumbuhan yang tidak proporsional dalam penyedia infrastruktur cloud publik global seperti AWS, Azure, GCP, Alicloud, dan Tencent. Mereka tumbuh begitu cepat sehingga harga mereka hampir menurun sesuai dengan Hukum Moore. Secara historis, orang dapat melihat bahwa tekanan biaya yang sangat besar dalam ekonomi Amerika Serikat sebagai contohnya akan selalu menjadi pendorong pertumbuhan Amazon Web Services.

Dengan demikian, sebuah persiapan dan kesadaran penuh akan kehadiran sebuah perubahan dan perkembangan era digitalisasi yang akan terjadi secara lebih cepat dan signifikan akan menjadi sebuah solusi guna menghadapi perkembangan tersebut lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Publik memiliki hak untuk mengetahui kemana arah perkembangan teknologi informasi tersebut akan berjalan dan sudah menjadi tugas yang umum serta wajib bagi organisasi terkait maupun pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsi untuk menghadapi perubahan yang akan terjadi dari segmen teknologi informasi.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Bagas Hidayat Putra

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap