Perkembangan Gizi Anak Indonesia Akibat Covid-19

Perkembangan Gizi Anak Indonesia Akibat Covid-19

Tahu gak sih moms, Di Era Pandemi Covid-19 saat ini, risiko anak mengalami kekurangan gizi terjadi secara signifikan kondisi yang mengakibatkan terhambatnya berbagai akses layanan kesehatan, akses makanan serta hegemoni yang mampu dilakukan untuk memperbaiki kesehatan gizi anak-anak diIndonesia. Status gizi anak merupakan hal penting yang harus diketahui bagi setiap orang tua.

Kekurangan Gizi Dapat Mempengaruhi Perkembangan Otak Anak Loh!

Indonesia sebelumnya adalah contoh negara menggunakan “3 beban malnutrisi”, jauh sebelum pandemi COVID-19. Indonesia memiliki 7 juta anak yang mengalami stunting.

kondisi seperti ini nih yang mengakibatkan Indonesia menjadi negara kelima di dunia dengan balita stunting terbanyak. Lebih dari 2 juta anak adalah balita kurus (berat badan yang tidak sebanding dengan tinggi badan) serta 2 juta anak lainnya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Nyaris setengah berasal total ibu hamil mengalami kekurangan darah sebab makanan yang disukai tidak mengandung cukup vitamin serta mineral (zat gizi mikro) yang diperlukan.

Baca juga  Tips Menjaga Kesehatan Mental Saat PPKM

Tahukah moms !

Jika asupan gizi yang tidak cukup bisa menjadi masalah yang penting dan besar pada perkembangan anak. misalnya nih, penurunan berat badan, kenaikan berat badan yang tidak sesuai pertumbuhan, nafsu makan. Tumbuh kembang yang tidak sesuai sebagai salah  satu pertanda bahwa telah terjadi penurunan daya tahan tubuh anak yang membuat lebih rentan terkena inveksi, termasuk virus.

Kenapa Sih, Orang Tua Berperan Penting Pada Imunitas Anak ? Yuk Simak Pembahasannya

Memenuhi kebutuhan gizi anak ialah bentuk perlindungan orang tua khususnya ibu pada tumbuh kembang.  Peran orang tua khususnya ibu sangat penting pada upaya gizi terpenuhi pada anak. peran orang tua dalam mengontrol sikap makan anak berhubungan signifikan secara positif dengan status gizi anak usia 2-5 tahun pada kondisi anak kurus, normal maupun gemuk. Semakin sering orang tua membiarkan anak mengontrol pilihan serta asupan makan sendiri maka meningkat status gizi anak.

Baca juga  Perginya Empati Setelah Vaksinasi Covid-19

Memperhatikan makanan sangat  penting bagi anak usia dini. Nah, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan anak dalam mengkonsumsi makanan yang disesuaikan dengan usia anak. Tanpa kita memperhatikan makanan yang bergizi pada anak maka hal tersebut akan menganggu pertumbuhan anak baik fisik maupun mentalnya. untuk itu menjadi pendidik dan orang tua wajib mengetahui cara memperhatikan gizi yang sehat untuk anak disetiap tahapan perkembangan anak.

Dan perlu moms ketahui, banhwa orang tua itu wajib memiliki kebiasaan makan yang sehat agar anak-anak juga terbiasa dengan pola makan yang sehat. Orang tua juga sebaiknya bisa memberikan pengertian serta membiasakan diri mengkonsumsi makanan yang dibutuhkan tubuh, bukan makanan yang disukai. dengan demikian orang tua mampu menjadi contoh pelaku hidup sehat bagi anak-anaknya.

Apa Aja Sih Cara Efektif Untuk Mengantisipasi Krisis Gizi Anak Balita Dimasa Covid-19?

Baca juga  Covid Dystopia atau utopia

1. Yang pertama, Dalam mencegah terjadinya krisis gizi anak, deteksi dini seperti memantau pertumbuhan rutin di posyandu serta pada Fasilitas Kesehatan memiliki peran penting.

2. Yang kedua, Pada pihak lain dari protokol kesehatan untuk tetap di rumah serta menjaga jarak fisik (physical distancing selama pandemi covid-19. Otomatis aktivitas utama untuk pertumbuhan balita terhentinya pelaksanaannya di Posyandu.

3. Yang ketiga, Bila tidak cepat dideteksi melalui pengukuran berat badan, panjang badan, sampai lingkar kepala, anak-anak balita bisa menderita malnutrisi kronis.

Makanan bergizi apa aja sih yang harus diberikan kepada anak ? ini dia pembahasannya

1. Yang pertama, makanan yang kamu berikan harus memenuhi kecukupan tenaga serta zat gizi sesuai umur.

2. Yang kedua, berikan hidangan yang disesuaikan menggunakan hidangan seimbang, bahan makanan setempat, kebiasaan makan, serta selera makan.

3. Yang Ketiga, Bentuk dan  porsi makan disesuaikan menggunakan daya terima, toleransi, serta keadaan anak.

4. Dan yang terakhir, kita harus juga perlu memperhatikan kebersihan pribadi

jadi moms karena kita sudah tahu apa saja upaya agar anak kita terhindar dari gizi kurang, maka kita upayakan usaha-usaha tersebut agar menghindarkan anak kita dari malnutrisi.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

RAFIDA KAIRANI RAHMAH 2020